26.8 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Alat Berat Lesu, Pendapatan Intraco Penta Turun 26,78%, Tetapi Kerugian Terus Ditekan

Kelesuhan industri alat berat dirasakan oleh PT Intraco Penta Tbk yang tercermin dari kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2019 ini.

Pendapatan perusahaan dengan kode saham INTA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini anjlok sebesar 26,78% menjadi Rp 1,64 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan INTA mencapai Rp 2,24 triliun.

Bila ditilik lebih dalam, penurunan pendapatan ini terjadi karena kinerja penjualan alat berat yang anjlok tajam. Mengutip laporan keuangan perusahaan, pendapatan dari penjualan alat berat turun 48,88% menjadi Rp 789,97 miliar. Tahun lalu, pendapatan segmen penjualan alat berat ini mencapai Rp 1,55 triliun.

Masih di segmen penjualan, untuk suku cadang pendaptannya naik sebesar 2,27% menjadi Rp 344,91 miliar.

Segmen jasa yang seharusnya bisa menjadi penopang di saat kondisi industri yang lagi lesu, rupanya juga tidak bisa membantu keuangan perusahaan. Secara keseluruhan pendapatan dari segmen jasa yang terdiri atas jasa perbaikan dan persewaan sebesar Rp 317,23 miliar, turun 12,52%.

Dari dua segmen jasa ini, segmen jasa perbaikan yang membukukan pendapatan yang positif yaitu tumbuh sebesar 14,96% menjadi Rp 211,09 miliar. Sedangkan, pendapatan dari segmen jasa persewaan turun sebesar 40,71% menjadi Rp 106,14 miliar.

Untungnya, INTA punya segmen bisnis pembiayaan yang mulai tahun ini memberikan kontribusi ke perusahaan. Setelah tahun lalu, segmen ini mencatatakan pendapatan minus, tahun ini sudah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 159,18 miliar.

Kabar baik lainnya, di tengah pasar yang lagi lesu ini, Intraco mampu mengurangi rugi bersih yang diderita perusahaan selama ini. Periode Januari-September 2019 ini kerugian bersih berhasil ditekan menjadai Rp 121,22 miliar dari sebelumnya Rp 249,29 miliar.

Untuk diketahui, Intraco adalah distributor sejumlah brand alat berat seperti Dressta,  Volvo, CE, SDLG, Bobcat, Doosan, Sinotruk, Mahindra dan Sany Palfinger.

Sebagian besar alat berat yang dijual Intraco menyasar sektor pertambangan, terutama batubara. Mengutip laporan tahunan perusahaan, pada tahun 2018 penjualan alat berat untuk sektor pertambangan memberikan kontribusi Rp 1,21 triliun atau 65% terhadap total penjualan perusahaan. Lebih spesifik lagi, penjualan alat berat untuk pertambangan batubara pada 2018 lalu mencapai Rp 848,61 miliar atau berkontribusi sebesar 46% terhadap total penjualan perusahaan.

Penurunan pendapatan perusahaan tidak terlepas dari industri batubara yang juga lagi lesu.

 

Related posts

Pertamina Mulai Fokus ke Petrokomia

Peter

Akhir Tahun, Bumi Resources Minerals Operasikan Tambang Emas di Palu

Peter

Hingga September, Intraco Penta Jual 495 Unit Alat Berat

Peter