Equipment APP.
Agriculture Business Top News

Ambisi Kotrack Bawa Lovol Tractor Kuasai Pasar Indonesia

Ingin mendominasi pasar alat-alat pertanian di Indonesia, Lovol Tractor memperkenalkan beragam tipe mesin.

Presiden Direktur Kotrack, Jay Lee, berpose di depan Lovol Tractor pada acara “The 3rd Shandong Heavy Industry Group: Weichai Power Global Partners Conference” di ICE BSD, Tangerang Selatan, Senin (22/1). Foto: EI

Lovol Tractor semakin gencar menggarap pasar Indonesia. Dalam acara konferensi para mitra global Weichai Power pada Januari silam, Lovol Tractor memboyong beberapa tipe alat pertanian ke acara tersebut. Lovol Tractor adalah bagian dari Shandong Heavy Industry Group (SHIG), salah satu kelompok bisnis besar yang memproduksi beragam mesin yang bermarkas di kota Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok. Majalah Equipment Indonesia mewawancarai Presiden Direktur Kotrack, Jay Lee, di sela-sela konferensi tersebut. 

Jay Lee menuturkan, Lovol Tractor masuk ke Indonesia pada 2022, ketika COVID-19 sudah mulai terkendali. Meski masih berusia sangat belia di pasar Indonesia dan dalam kondisi ekonomi yang kurang bersahabat, ia tetap optimistis Lovol Tractor akan menguasai pasar Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pasalnya, Lovol Tractor adalah brand kelas dunia yang kualitasnya tidak kalah dari merek-merek Eropa, namun harganya jauh lebih murah dari produk-produk Eropa. 

Kiri-Kanan: Bar Sabar, President Director PT. Kotrack Machinery Indonesia (paling kiri) bersama Jay Lee, President Director Kotrack (tengah) berfoto bersama di depan logo-logo berbagai produk SHIG. Foto: KMI

Harga Lovol Tractor di Indonesia hampir setengah kali lebih murah dari traktor-traktor buatan Eropa, kata Jay Lee sembari tersenyum. Lovol Tractor, ia melanjutkan, dikenal handal dan bandel. Ia mencontohkan kemampuan mesin pertanian ini untuk mengkonsumsi bahan bakar (diesel) yang dicampur dengan minyak sawit. “Bahan bakar campuran seperti ini tidak dapat dipakai pada mesin-mesin Eropa,” ujarnya membandingkan.

Belum lagi jangka waktu pemesanan yang singkat karena tingkat ketersediaan produk-produk Lovol Tractor sangat tinggi. “Hanya butuh waktu satu bulan, traktor yang dipesan sudah tiba di lokasi pelanggan Indonesia. Sementara pemesanan traktor-traktor buatan Eropa harus butuh waktu berbulan-bulan,” kata Jay Lee meyakinkan. Problem ini, selain karena jarak yang begitu jauh, juga karena masalah rantai pasok yang masih terganggu di pasar Eropa. 

Baca Juga :  Apakah Bisnis Alat Berat Terangkat di Tahun Macan 2022?

Produk-produk Traktor Lovol ditenagai oleh dua merek engine. Traktor-traktor yang besar, kata Jay Lee, digerakkan oleh Weichai Engine. Lovol Tractor merupakan bagian dari Weichai Group dalam Shandong Heavy Industry Group. Sementara untuk mesin-mesin berukuran kecil, seperti transplanter alias mesin penanam padi, ditenagai dengan engine Yanmar. Untuk mesin-mesin yang lebih kecil lagi tenaganya bersumber dari engine Laidong dan Sinjai.

“Untuk engine, kami sesuaikan dengan spesifikasi permintaan pelanggan. Namun, satu hal yang dapat dipastikan bahwa kualitas engine-engine tersebut tidak kalah dari mesin-mesin kelas dunia lainnya seperti John Deere atau Kubota,” ungkap Jay Lee.

 Dia mengklaim Lovol Tractor menguasai pasar dunia dan Tiongkok. Sebagai penguasa pasar, saat ini produsen Lovol Tractor bisa mengirim berapa pun jumlah unit yang dibutuhkan pelanggan di berbagai belahan dunia karena kapasitas produksinya yang sangat tinggi. “Sebanyak 1.000 unit sekalipun bisa dilayani. Sebab, kapasitas produksi Lovol Tractor bisa mencapai 130.000 unit per tahun atau sekitar 10.000 unit per bulan. Dari total itu, sebanyak 10.000 unit diekspor ke 120 negara di seluruh dunia,” urainya bersemangat.

Lovol Tractor masuk pasar Indonesia melalui PT Kotrack Machinery Indonesia. Untuk mewujudkan ambisi Lovol Tractor menguasai pasar Indonesia, perusahaan tersebut sudah membangun beberapa kantor cabang yang berada di Jambi, Jakarta, Surabaya, Sulawesi, Medan, dan dalam waktu dekat akan membuka cabang baru di wilayah Kalimantan. Keberadaan kantor-kantor cabang itu, selain untuk meningkatkan penjualan unit, juga untuk meningkatkan layanan purna jual (after sales service).

“Kunci utama dari bisnis ini adalah layanan purna jual yang prima. Apalagi, produk-produk China lain sangat terkenal dengan layanan purna jual yang kurang bagus sehingga mendapat stigma yang negatif di pasar,” ungkapnya. Nah, dengan pengalaman panjang bersama brand Korea, Jay Lee ingin menghapus stigma itu dengan menata layanan purna jual dengan cara yang benar. @

Baca Juga :  Produksi Mini Excavator Kobelco Ke 111.111

Berita Terkait