25.9 C
Jakarta
Apr 2, 2020.
Business

Bagaimana Kondisi Aktivitas Bongkar Muat Alat Berat Saat Pandemi Covid-19?

Ilustrasi/IPCC

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membuat banyak aktivitas bisnis terganggu, bahkan ada yang dihentikan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih masif.

Meski demikian, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPC Car Terminal (IPCC) tetap beroperasi normal. Sekretaris Perusahaan IPCC, Sofyan Gumelar mengatakan operasional perusahaan tetap berjalan normal untuk mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan.

“Kebijakan operasional ini didasari karena IPC Car Terminal menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor otomotif di Indonesia sehinga operasional IPC Car Terminal tetap berjalan normal 24/7 meskipun dengan pembagian shift tersebut,” kata Sofyan dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, menurutnya perusahaan menerapkan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional. Para petugas juga dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan memadai serta tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran virus corona atau yang dikenal dengan sebutan Covid-19.

Bagiaman kondisi bongkar muat alat berat?

Sofyan mengakui, kegiatan ekspor kendaraan terutama segmen CBU dalam beberapa pekan terakhir cenderung menurun, terutama ke Filipina da Malaysia. Dua negara tersebut memang membatasi kegiatan ekspor impor untuk mencegah wabah Covid-19.

Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 6.557 unit. Sementara, unit CBU yang di ekspor ke Malaysia hingga pertengahan Maret 2020 mencapai 128 unit atau turun 58,84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sejumlah 311 unit.

“Selain CBU, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43 persen year on year menjadi 25 unit. Sedangkan, ke Malaysia turun 58,82 persen menjadi 14 unit alat bera,” ungkapnya.

Sementara untuk kegiatan operasional di terminal domestik, menurutunya secara keseluruhan masih terlihat meningkat sedikit sebesar 6,28%. Namun, khusus untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12% yang di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus Covid-19.

Selain itu, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi dikarenakan beberapa komponen yang masih diimpor dari negara lain yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut.

“Diharapkan pembatasan-pembatasan tersebut bersifat sementara dan juga diharapkan masih ada sejumlah negara lain yang tidak mengurangi aktivitas ekspor impor otomotifnya sehingga pembatasan dari Malaysia dan Filipina dapat diimbangi dari aktivitas bongkar muat otomotif di negara-negara lainnya,” ujarnya.

43 total views, 3 views today

Related posts