24 C
Jakarta
Agu 14, 2020.
Business

Bagaimana Strategi Bisnis Intraco Penta di Tahun 2020 Ini?

PT Intraco Penta Tbk (INTA) emiten penyedia solusi alat berat dan pendukungnya, pembiayaan, fabrikasi, serta pembangkit listrik melakukan paparan publik di akhir 2019 untuk menjelaskan apa yang telah Perseroan dan Grup lakukan sepanjang 2019 dan bagaimana
strategi ke depan.

Eddy Rodianto, Direktur INTA mamaparkan kondisi ekonomi dan industri 2019 lalu sudah diprediksi akan mengalami penurunan terkait dengan kondisi politik dalam negeri (pemilu) serta perang dagang Amerika Serikat dan China yang mempengaruhi turunnya permintaan akan batubara global dimana bisnis utama INTA dan anak perusahaannya banyak terkait ke sektor tersebut.

Eddy menjelaskan sepanjang 2019 INTA grup banyak melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi kondisi eksternal yang kurang kondusif serta mempersiapkan Perseroan dalam memasuki tahun 2020. “Konsolidasi yang dilakukan INTA difokuskan pada lini bisnis alat berat dengan menambah jumlah merek dan varian produk serta memperkuat penjualan alat berat bekas, mendorong penjualan suku cadang,”ujarnya.

Selain itu, INTA juga menggabungkan bisnis penyewaan alat berat dalam satu lini usaha Alat Berat dan Pendukungnya agar lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang bervariasi. Disamping itu dari sisi target pasar yang dituju, INTA terus berupaya melakukan diversifikasi pasar ke sektor selain tambang batubara misalnya ke sektor pertambangan nikel, emas dan mineral lain, serta sektor agribisnis, konstruksi, infrastruktur dan industri
umum lainnya, serta memasuki bisnis penjualan kendaraan niaga.

“Untuk diversifikasi ke sektor penjualan kendaraan khususnya kendaraan niaga, saat ini INTA melalui anak perusahaannya (PT Intraco Penta Wahana/IPW) baru saja menjalin kerja sama dengan Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) untuk memasarkan produk-produk kendaraan niaga merek Tata Motors. Melalui anak usaha IPW yaitu PT Pratama Wana Motor, kami telah meresmikan dealer 3S (Sales, Sparepart, & Service) Tata Motors di Balikpapan, kota terdekat dengan calon Ibukota baru,” ungkapnya.

Terkait dengan kinerja Perseroan, hingga 9M-2019 INTA telah berhasil mengantongi pendapatan mencapai Rp1,64 Triliun. Meskipun capaian pendapatan ini lebih rendah 27% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya, namun beberapa pencapaian penting telah diraih Perseroan sepanjang 2019.

Selain bisnis trading alat berat, anak usaha Perseroan di bidang pembiayaan investasi dan modal kerja untuk sektor produktif, PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN), pada 9M-2019 ini tercatat memberikan kinerja yang membaik. Pada 9M-2019 IBFN berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp165,87 miliar atau tercatat naik 474,74% setelah sebelumnya mengalami pencatatan negatif sebesar Rp44,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara dari lini bisnis Pembangkit Listrik yang merupakan salah satu sektor yang potensial, PLTU Bengkulu yang telah dibangun sejak 2016 saat ini telah melalui fase sinkronisasi unit 1 pada November 2019 dimana proyek tersebut berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Selanjutnya sinkronisasi unit 2 dijadwalkan pada bulan Februari 2020 dan direncanakan PLTU Bengkulu mulai beroperasi secara komersial pada kwartal pertama tahun 2020.

“Dengan adanya lini bisnis PLTU ini Perseroan akan memperoleh jaminan recurring income hingga 25 tahun,” ujar Eddy menutup paparan publik.

180 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts