30.7 C
Jakarta
Feb 18, 2020.
Image default

Bongkar Muat Alat Berat Pada November 2019 Turun 26,82%

Aktivitas bongkar muat alat berat yang ditangani PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), baik di lapangan internasional (ekspor-impor), maupun domestik (antar daerah), pada November 2019 tercatat menurun 26,82% dibandingkan kondisi pada November 2018 lalu.

Reza Priyambada, Investor Relation IPCC mengungkapkan tercatat jumlah kendaraan alat berat yang ditangani oleh IPCC pada November 2019 ialah sebanyak 13.776 unit, lebih rendah dibandingkan pada November 2018 lalu yang mencapai 18.826 unit alat berat.

Dari 13.776 unit tersebut, alat berat yang ditangani di lapangan internasional berjumlah 809 unit. Sedangkan aktivitas bongkar muat di lapangan domestik atau pengiriman antar daerah di Indonesia tercatat seanyak 12.967 unit.

Dari jumlah 809 unit di lapangan internasional, ekspor sebanyak 337 unit (-1.46%) dan impor sebanyak 446 unit (-60.89%).

“Penurunan ekspor dan import ini alat berat ini disebabkan belum pulihnya terutama sektor pertambangan yang memiliki berbagai alat berat dengan dimensi/ukuran jumbo; dan juga sektor perkebunan hingga infrastruktur di dalam negeri yang berimbas pada permintaan alat-alat berat dalam negeri,” ujar Reza dalam keterangan yang diterima Equipment Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12).

Akumulasi 11 Bulan

Secara akumulasi selama Januari-November 2019, aktivitas bongkar muat di terminal internasional turun 39,7% menjadi 11.954 unit. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar 19.825 unit.

Baik ekspor maupun impor, tercatat sama-sama turun. Untuk aktivitas bongkar muat ekspor tercatat 3.640 unit (-24,01%). Sedangkan impor sebanyak 8.314 unit (-44,7%).

Sedangkan aktivitas bongkar muat di lapangan domestik, secara akumulatif naik 80,62% menjadi 180.970 unit. Periode yang sama tahun lalu berjumlah 100.194 unit. “Pencapaian tersebut dikontribusi oleh Lapangan Domestik Tanjung Priok; serta layanan pengantaran di Lapangan Panjang dan Lapangan Ex-Presiden,” ujar Reza.

Bila aktivitas sektor perkebunan dan pertambagan akan pulih, Reza berharap dapat berimbas positif pada meningkatnya aktivitas bongkar muat dan pengantaran alat berat di lapangan terminal IPCC ke depannya. “Hal ini dapat menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi IPCC untuk meningkatkan performance-nya. Diharapkan kondisi ini dapat konsisten berlanjut ke depannya,” pungkasnya.

 

Related posts