26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Dipilih Kembali Jadi Menteri PUPR, Ini yang Dilakukan Basuki Hadimuljono

Presiden Joko Widodo sudah melantik jajaran kabinetnya pada Rabu (23/10). Untuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jokowi kembali mempercayakan ke Basuki Hadimuljono.

Basuki mengatakan akan menjalankan Visi Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju priode 2020 – 2024. Presiden Jokowi saat pidato perdana setelah dilantik di hadapan MPR menyampaikan lima visinya lima tahun ke depan.

Lima visi tersebut adalah, pertama pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Ketiga, memotong, memangkas dan menyederhanakan regulasi. Keempat,  menyederhanakan birokrasi dan  kelima mereformasi ekonomi Indonesia.

Basuki mengatakan Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk konektifitas kawasan-kawasan khusus produksi dan kawasan industri, contohnya Brebes, Magetan, dan Ngawi.

“Di samping itu, Kementerian PUPR juga melaksanakan pembangunan infrsatruktur di kawasan pariwisata seperti Labuan Bajo dan Likupang,” kata Menteri Basuki seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR akan melanjutkan dan memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun seperti 65 bendungan, jalan tol, jaringan irigasi, dan 10 juta SR air minum dengan menyambungkan ke kawasan-kawasan produksi rakyat antara lain kawasan industri kecil, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pariwisata, pertanian, perkebunan dan perikanan.

Kementerian PUPR juga akan melaksanakan penugasan khusus seperti renovasi Masjid Istiqlal dan pembangunan venue PON XX di Papua.

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar air minum serta sanitas, dan persampahan melalui berbagai program seperti KOTAKU, Pamsimas, Sanimas, TPS3R, P3TGAI, dan rumah swadaya untuk mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu juga dilakukan pembangunan sarana pendidikan dan olahraga (sekolah, universitas, masjid, stadion), pendidikan dan pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga konstruksi, dan pendirian Politeknik PU di Semarang.

Untuk menjalankan visi ketiga Presiden, Kementerian PUPR terus memperluas skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta dalam pembangunan infrastruktur persampahan, air minum, dan perumahan. Kemudian anggaran tahun 2019 sebesar Rp 119,73 triliun yang telah dialokasikan akan dimanfaatkan secara efisien dan tepat sasaran untuk memenuhi harapan Pemerintah dan masyarakat.

Keempat, Kementerian PUPR akan melakukan reorganisasi kelembagaan, peningkatan Ease of Doing Business (EoDB), dan meningkatkan layanan publik melalui PUPR 4.0 untuk mendukung reformasi birokrasi. Terakhir, penyerapan APBN akan fokus pada belanja modal yang efisien dan tepat sasaran sehingga akan memiliki manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta menjalankan tuntutan masyarakat sebagai taxpayer yang mengharapkan infrastruktur berkualitas dan bermanfaat.

Related posts

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 273,86 Miliar Bangun Jalan dan Jembatan di Morotai

Peter

Rp 312 Miliar Untuk Mantapkan Ruas Jalan Kawasan Wisata Danau Toba

Peter

Pemerintah Bangun Bendungan Pelosika di Sulawesi Senilai Rp 56,1 Miliar

Peter