26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Dua Pilar Bisnis IPW di Segmen Aftermarket

 

Bagi IPW, divisi after sales services bukan sekedar sebagai usaha pendukung terhadap penjualan unit-unit baru, melainkan memiliki sisi komersial yang sangat bernilai.

Agus Faizin, General Manager Customer Support Team PT Intraco Penta Wahana berpose di depan produk ban Techking untuk rigid dump truck, articulated dump truck dan truck & crane. (Dok. EI)

Eforia pembangunan infrastruktur dan tren penguatan industri tambang diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan pasar alat berat dan penjualan aftermarket parts & services, menurut Agus Faizin, General Manager Customer Support Team PT Intraco Penta Wahana (IPW) kepada Majalah Equipment Indonesia di Jakarta baru-baru ini.

“Pasar aftermarket parts & services semakin menjanjikan. Kami akan semakin memperkuat divisi ini karena pasarnya besar sekali di Indonesia,” ungkap pria yang sudah 23 tahun bergumul dengan urusan after sales services di beberapa perusahaan ini.

Agus menyatakan sangat antusias dengan kondisi pasar alat yang semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Ia mengakui, seperti apapun kondisi pasar, after sales service selalu menjadi sorotan. Pada dasarnya, pelanggan tidak mengharapkan produk yang mereka beli sangat sempurna. Yang mereka inginkan, ketika terjadi masalah, responsnya cepat sehingga meminimalisir downtime.

IPW memiliki dua pilar bisnis di divisi layanan purnal jual. Pertama, after sales services dengan menyediakan suku cadang dan servis untuk semua unit yang terjual/diageni oleh IPW. Beragam suku cadang yang disediakan tentu saja terkait dengan merek-merek alat yang diageni IPW.

Kedua, penjualan aftermarket products & services yang terdiri dari beragam produk seperti ban untuk berbagai aplikasi, filter, hose, undercarriage dan GET. Perusahaan ini menawarkan beragam suku cadang dan komponen untuk berbagai produk apapun mereknya.

“Bisnis kami yang cukup besar justru adanya di aftermarket. Porsinya besar karena pasarnya tidak terbatas pada produk-produk yang kami jual tetapi mencakup mesin-mesin dari brand lain. Ini sebenarnya yang lagi kami kembangkan saat ini,” kata Agus.

Ia memastikan potensi pasar produk-produk aftermarket ini sangat besar di Indonesia saat ini. Ia mencontohkan produk ban merek Techking untuk rigid dump truck, articulated dump truck dan truck & crane. Ia mengklaim pasar produk ban asal China ini makin laris hingga kini. “Ban alat-alat tambang selama ini dikuasai oleh produk-produk buatan Jepang. Kami menawarkan produk ban asal China, dan ternyata pertumbuhan pasarnya luar biasa,” ujarnya. Dia meyakini ban-ban Jepang sudah mulai sedikit terganggu dengan kehadiran ban-ban China yang ada di tanah air belakangan ini.

Selain ban, kebutuhan produk-produk GET dan undercarriage juga makin banyak seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur, usaha tambang serta industri-industri terkait lainnya. Hal ini menjadi alasan mengapa IPW melalui divisi aftermarket memasarkan produk-produk ini. “Kehadiran produk-produk kami ini terbukti sangat membantu para pemain alat, karena mutunya bagus, bergaransi dan harganya kompetitif,” ujarnya.

Agus menjelaskan, dalam menyediakan layanan purna jual, IPW memegang prinsip bagaimana membuat maintenance alat itu menjadi murah dan mudah. Untuk menjamin kemudahan, dia mencontohkan, perusahaan ini menyiapkan infrastruktur, seperti membangun kantor-kantor cabang yang mendekat ke lokasi para customer.

“Dengan cabang-cabang yang mendekat ke customer akhirnya mereka merasa bahwa kami ada di depan mata mereka,” ucapnya sembari menyebut 14 titik kantor cabang IPW yang tersebar di berbagai kota lengkap dengan ketersediaan suku cadang dan tim servis (mekanik). Sementara untuk menjamin harga suku cadang yang kompetitif dengan produk-produk sejenis di pasar, pihaknya menjalin kerja sama yang baik dengan principal untuk mencari cara bagaimana mengurangi owning cost.

Contoh product aftermarket IPW

Dia mengatakan, level availability suku cadang IPW saat ini sudah mencapai rata-rata 86 persen di semua lokasi. “Tentu customer akan selalu bilang 99 persen sekalipun akan tetap mengecewakan. Tapi untuk mencapai level 86 persen itu juga satu hal yang tidak mudah. Inventory kami cukup banyak. Modal yang kami keluarkan untuk floating inventory dan man power juga tidah sedikit. Ini semua dilakukan untuk meyakinkan para customer bahwa kami itu fokus di sana. Bahwa mereka investasi alat di kami itu tidak sia-sia. Kita jamin mereka produktif. Lebih banyak di situ targetnya,” urainya bersemangat.

Agus menekankan bahwa bagi IPW, divisi after sales services bukan sekedar sebagai usaha pendukung terhadap penjualan unit-unit baru, melainkan memiliki sisi komersial yang sangat bernilai. “Karena faktor komersial itu membuat darah kami menjadi berputar. Kalau tidak ada unsur komersialnya, kami  tidak pernah akan support pelanggan-pelanggan kami,” tukasnya. EI

 

Related posts

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 Resmi Diluncurkan

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Crushing Italia, MB Crusher

William Syukur

Investasi Pabrik Baru JCB di India

William Syukur