26.3 C
Jakarta
Jul 12, 2020.
Business

Kuartal Pertama 2020 Superkrane Mitra Utama Rugi Karena Kurs

Beragam merek dan tipe crane milik PT Superkrane Mitra Utama yang siap disewakan ke berbagai industry (Dok. EI)

Kinerja keuangan perusahaan penyewaan krane, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN)  tak begitu menggembirakan pada kuartal pertama 2020 ini. Selain pendapatannya yang turun, perusahaan ini juga mengalami rugi bersih karena rugi selisih kurs.

SKRN membukukan pendapatan sebesar Rp 135,31 miliar pada kuartal pertama 2020 ini, turun 14,83% dibanding Rp 158,88 miliar pada kuartal pertama 2019 lalu.

Penurunan pendapatan ini terjadi karena penyewaan krane dari beberapa klien besarnya menurun. PT Satyamitra Surya Perkasa misalnya turun 0,9% menjadi Rp 21,76 miliar. Kemudian, penyewaan krane ke BP Berau Ltd turun 55,12% menjadi Rp 14,01 miliar, PT Freeport Indonesia turun sebesar 33,1% menjadi Rp 10,91 miliar dan penyewaan krane ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk turun 55,71% menjadi Rp 6,89 miliar.

Meski pendapatan turun, tetapi laba bruto SKRN tetap naik menjadi Rp 36,97 miliar, naik 1,86% dibanding Rp 36,29 miliar pada kuartal pertama 2019.

Namun meski demikian, SKRN mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 32,21 miliar. Padahal pada kuartal pertama 2019 lalu masih mencatatkan laba usaha sebesar Rp 22,36 miliar. Pada periode Maret memang nilai tukar rupiah mengalami depresiasi akibat kepanikan investor di pasar keuangan akan terjadi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Rugi usaha ini terutama terjadi karena adanya rugi selisih kurs yang mencapai Rp 49,06 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, SKRN tidak mengalami rugi selisih kurs.

Rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp 32,21 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba sebelum pajak sebesar Rp 22,36 miliar. Sedangkan rugi periode berjalan sebesar Rp 33,62 miliar, dari tercatat laba pada kuartal pertama 2019 lalu sebesar Rp 22,36 miliar.

 

408 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts