29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Mengenal Orias Petrus Moedak, Dirut Baru Inalum

Orias Petrus Moedak ditetapkan sebagai Direktur Utama holding perusahaan tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Senin (25/11). Ia menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang telah diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Orias lahir di Kupang, NTT pada 26 Agustus 1967. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil direktur utama PT Freeport Indonesia.

Orias bukan orang baru di lingkungan BUMN ataupun Inalum karena sebelum menjabat di Freeport, Orias merupakan Chief Financial Officer (CFO) Inalum dan sebelumnya adalah Direktur Keuangan di Pelindo II.

Orias meraih gelar sarjana akuntasi  di Universitas Padjajajaran. Sebelum berkarir di BUMN, Orias pernah menjadi auditor senior Ernst & Young pada tahun 1991-1994. Setelah itu ia bekerja di Bahana Sekuritas selama tujuh tahun. Jabatan terakhirnya di Bahana adalah Direktur Keuangan Perusahaan.

Karir Orias kian menanjak sejak tahun 2001. Ia menjabat sebagai komisoner di Sarana Jabar Ventura, Sarana Sumut Ventura, Sarana Sulsel Ventura sekaligus menjadi Direktur di Bahana Artha Ventura. Ia juga menjadi Presiden Komusioner di Mitra Ventura Indonesia.

Orias juga pernah menjadi Managing Director di Danareksa Sekuritas selama lima tahun hingga tahun 2008. Setelah itu ia menjadi Direktur Keuangan di Pelindo II hingga 2014.

Pada 2016-2017, Orias menjadi CEO PT Pelabuhan Indonesia III. Setelah itu, ia gabung dengan Inalum. Selama di Inalum Orias terlibat aktif dalam proses divestasi saham PT Freeport Indonesia. Setelah proses divestasi itu berhasil, ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Utama Freeport Indonesia.

Salah satu corporate action yang akan dilakukan oleh Orias di Inalum adalah akusisi  20% perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia. Holding yang terdiri atas PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukti Asam Tbk, PT Timah Tbk dan Freeport Indonesia dikabarka sudah menyiapkan dana sebesar US$ 500 juta untuk membeli saham Vale.

Related posts