Equipment APP.
Mining Top News

Misi Trakindo Ciptakan Nol Kecelakaan Kerja

PT Trakindo Utama terus berupaya untuk menekan angka kecelakan dan kesehatan kerja (K3) hingga nol persen. Upaya dalam lima dekade terakhir belum juga mencapai angka sempurna tersebut. Namun begitu, perjalanan ke sana sudah on the track

Chief Administration Officer PT Trakindo Utama, Yulia Yasmina, memberi cindera mata kepada para narasumber acara Bincang Perspektif dengan tema “Menjamin Keberlanjutan Bisnis dengan Optimalisasi Keselamatan Kerja” di Jakarta, Selasa (21/2/2023). Foto: EI

Hal itu terbukti dari berbagai penghargaan yang diperoleh PT Trakindo Utama di bidang K3 sepanjang 2022 lalu. Apalagi, PT Trakindo bersama perusahaan-perusahaan besar lainnya di sektor tambang seperti Adaro Energy menjadi acuan perusahaan-perusahaan lain dalam hal K3 ini.

Trakindo sendiri memiliki komitmen sangat tinggi dalam menciptakan K3. Bahkan perusahaan ini berambisi menjadi yang terbaik dalam bidang keselamatan kerja. Karena itu, semboyan mereka adalah datang ke tempat kerja dengan bahagia, bekerja dengan selamat, dan kembali ke keluarga dengan kondisi yang bahagia pula.

Demikian, antara lain, benang merah acara Bincang Perspektif Trakindo 2023 bertema “Menjamin Keberlanjutan Bisnis dengan Optimalisasi Keselamatan Kerja” yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Acara ini dibuka oleh Chief Administration Officer PT Trakindo Utama Yulia Yasmina. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh para pembicara Gery Aditya Herwanto Putra, Koordinator Keselamatan Kerja mewakili Direktur Bina Pengujian K3 Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan, Muhammad Idham. Pembicara lainnya adalah HSE Corporate Manager PT Trakindo Utama Muhammad Siri dan Senior Safety Engineering Manager PT Adaro Energy, Rudi Suardi. 

“Trakindo memiliki komitmen yang tinggi pada tingkat keselamatan dan kesehatan kerja. Trakindo tidak hanya menjalankan K3L, tetapi K3L itu juga menjadi jiwa di seluruh elemen kerja Trakindo. Kami berkomitmen, datang kerja dan pulang ke keluarga dengan selamat,” kata Yulia Yasmina saat membuka acara itu.

Baca Juga :  Cat Lift Truck Dengan Fitur Presence Detection System

Sementara Gery Aditya Herwanto Putra mengungkapkan, menjalankan kebijakan K3 di Indonesia sangat tidak mudah dan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satu penyebabnya adalah belum meratanya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya K3. Pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya K3 di Pulau Jawa dengan luar Jawa sangat jauh berbeda.

Penyebab lain adalah banyak pengusaha yang tidak menghiraukan sanksi denda bila tidak menjalankan K3 karena angka sanksi yang diatur undang-undang terlalu kecil. Karena itu, guna meningkatkan efek jera dan “memaksa” para pengusaha menjalankan K3 dengan baik, Kementerian Ketenagakerjaan sedang berupaya merevisi undang-undang yang mengatur sanksi pelanggaran K3 yang hanya sebesar Rp 100.000.

“Upaya ini kami sedang sampaikan ke DPR untuk direvisi. Kami juga kerja sama dengan beberapa organisasi pemerintah luar negeri seperti Korea dan Jepang untuk mempelajari seperti apa efektivitas sanksi di mereka,” katanya.

Menurut Gery, seharusnya berapa pun besaran sanksi tidak menjadi soal bila K3 ini sudah menjadi budaya masyarakat. “Sesungguhnya, sanksi tidak penting kalau K3 sudah jadi budaya seperti yang sudah dilakukan di Trakindo Utama dan Adaro Energy,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Gery menjelaskan, tantangan lain dalam menjalankan kebijakan K3 adalah wilayah Indonesia yang sangat luas. Di sisi lain, jumlah pengawas sangat terbatas. Pengawas K3 milik pemerintah, kata dia, hanya berjumlah 1.500 orang untuk seluruh Indonesia. “Solusinya, kami mengajak perusahaan yang sudah maju seperti Trakindo dan Adaro melakukan CSR untuk menegakkan K3. Sebab K3 bukan hanya urusan Naker, tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang sudah maju untuk melakukan sosialisasi,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Gery memuji PT Trakindo Utama dan Adaro Energy atas upaya-upaya mereka di bidang K3. “Implementasi budaya K3, targetnya tahun 2023 menjadi Indonesia yang mandiri K3. Mandiri berarti tanpa harus ditakut-takuti oleh kena sanksi A dan kena Sanksi B. Namun K3 sudah menjadi kebutuhan. Contohnya upaya Trakindo Utama dan Adaro Energy sudah sangat baik. Mereka sudah sangat mandiri dan tidak perlu taku karena dituntut atau diminta ini itu oleh pemerintah. Tetapi K3 sudah menjadi kebutuhan mereka sendiri,” puji Gery kepada PT Trakindo Utama.

Baca Juga :  Ini mesin-mesin baru SEM di Bauma China 2020

Muhammad Siri mengungkapkan, penerapan sistem K3 di PT Trakindo Utama tidak hanya dilakukan di tempat kerja, tetapi juga secara menyeluruh. Artinya, mulai dari lingkungan keluarga karyawan hingga masyarakat umum. Untuk internal perusahaan, Trakindo Utama membuat kebijakan untuk mengajak keluarga karyawan melihat tempat kerja suami/istri mereka di PT Trakindo Utama agar tahu kondisi tempat kerja pasangan mereka. “Contohnya, bagaimana kita melibatkan keluarga dalam keselamatan kerja terutama di daerah-daerah yang berpotensi risiko tinggi. Kita bawa pasangan ke lokasi kerja agar mereka tahu kondisi kerja pasangan seperti itu,” ujar Siri menegaskan.

Sementara kepada masyarakat, kata Siri, Trakindo Utama melakukan sosialisasi K3 sejak usia dini. Karena itu, mereka melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA. “Itu kita lakukan karena Kita mempunyai kurikulum. Kita perkenalkan K3 sejak dini sebelum mereka terjun ke dunia kerja dan bisnis. Sering kita juga memberberi penyuluhan pencegahan HIV dan dilakukan oleh orang yang kompeten yaitu para dokter perusahaan,” imbuhnya.

Lebih jauh Siri menjelaskan, bagi PT Trakindo Utama, menjalankan kebijakan K3 adalah sebuah keharusan karena menjadi persyaratan dunia bisnis. “Kalau di industri sekarang ini, sudah ada namanya contract safety business management. Ini harus dipenuhi dulu bila ingin bekerja dengan perusahaan tertentu. Trakindo juga begitu. Bila ada vendor yang mau kerja sama dengan kami, maka kami harus wajibkan kontraktor yang berbisnis dengan kami menjalankan K3 standar Trakindo. Sebab kalau ada masalah yang dikejar pertama adalah pemberi kerja (Trakindo),” jelasnya.

Menurut Muhammad Siri, tingkat keselamatan kerja PT Trakindo Utama sudah  berstandar ISO internasional. “Kami tidak hanya adopsi K3, tetapi tersertifikasi. Itu setiap tahun diuji. Tantangan kami yang memiliki 70 lokasi kerja adalah kalau satu cabang gagal menerapkan safety maka semua gagal. Ini tantangan berat bagi kami. Kami punya karyawan saja 6.000 belum lagi ratusan kontraktor,” jelasnya. 

Baca Juga :  Rangkaian Ban Mobile dari BKT

Karena itu, PT Trakindo Utama, lanjut dia, harus menerapkan K3 ini di semua lokasi kerja dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan kontraktor. Ini untuk terus mewujudkan misi dan ambisi PT Trakindo Utama menciptakan nol kecelakaan kerja. #

Berita Terkait

Our website uses cookies to improve your experience. Don't worry you are in safe browsing with us. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy