26.8 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Multicrane Perkasa Optimis Penjualan Naik 10%-15%

PT Multicrane Perkasa optimis tahun ini penjualan alat berat yang diageninya naik 10% hingga 15%. Proyeksi tersebut memang lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan penjualan tahun-tahun sebelumnya akibat kondisi industri pertambahan yang masih lesu.

“Di tahun-tahun sebelumnya perusahan kami ini tumbuhnya di 15-25% per tahun,” ujar Adrianus Hadiwinata, Direktur Multicrane Perkasa, kepada Eqipment Indonesia belum lama ini.

Saat ini, alat-alat berat yang diageni Multicrane Perkasa diaplikasikan di sektor konstruksi, pertambangan dan migas. Adrianus mengatakan porsi sektor konstruksi dan pertambangan masing-masing sekitar 40%. Sisanya, adalah industri dan logistik.

Terkait kondisi pasar saat ini, Adrianus mengatakan untuk konstruksi sebenarnya masih lumayan baik terutama karena program pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, pasca pemilu April lalu, kondisi politik dalam negeri juga diharapkan mulai stabil. “(Untuk konstruksi), Kami melihat ada peningkatan di beberapa sektor tertentu seperti pembangunan gedung, yang lain lebih kosnsisten,” ujarnya.

Sedangkan tambang menurutnya memang agak berat karena harga batubara yang lesu, regulasi pemerintah dan situasi ekonomi makro yang kurang kondusif.

Salah satu upaya yang dilakukan Multicrane Perkasa untuk tetap menjaga performa perusahaan tahun ini adalah dengan menambah portofolio produk alat berat yang diageninya. Pada ajang Indonesia Mining Expo 2019  September lalu, perusahaan yang berdiri pada 2012 ini mulai mengageni brand baru dari dua principa alat berat yaitu Maeda Seisakusho asal Jepang dan Hydrauliska Industri AB (Hiab) asal Swedia.

Sebelumnya, Multicrane Perkasa adalah agen untuk sejumlah alat berat dengan brand-brand terkenal seperti KATO, Liebherr, Potain dan Sumitomo.

Maeda yang berkantor pusat di Nagano, Jepang telah memproduksi peralatan konstruksi sejak 1960. Di Indonesia,  Multicrane Perkasa memasarkan  Maeda Mini Crane sejak September lalu. Dua model mini crane yang ditawarkan ke pasar Indonesia adalah Spider Crane dan Mini Crawler Crane.

HIAB adalah produsen Loader Crane terkemuka asal Swedia. Hiab Loader Crane  bisa dipasang di atas segala jenis truk dan telah membuktikan kehandalannya dalam mendukung pekerjaan pertambangan, migas dan konstruksi.

“HIAB itu adalah crane yang diinstal di atas truk. Itu salah satu aplikasinya. Bisa juga diinstal di atas traktor. Tetapi kita fokuskan di sini yang diinstal di atas truk,” jelas Adrianus.

Related posts

Mitsubishi Fuso Tampil Menarik dengan Modifikasi Karoseri Unik

Saksikan Pameran Alat Angkat di Italia

William Syukur

Dozer Caterpillar Generasi Baru, Cat D9T

William Syukur