31.7 C
Jakarta
Mei 28, 2020.
Mining

Pandemi Virus Corona Belum Berdampak Pada Operasional Vale Indonesia

Ilustrasi/BIsnis.com

Pandemi virus Corona baru (Covid-19) sejauh ini belum begitu berdampak pada perusahaan nikel PT Vale Indonesia Tbk. Diakui manajemen bahwa tekanan dan pelambatan perekonomian regional dan global yang diakibatkan oleh merebaknya Covid-19 memang berdampak terhadap harga komoditas dunia, termasuk nikel.

Formula penjualan produk Nikel Matte milik Vale Indonesia  didasarkan pada referensi harga nikel di London Metal Exhange. Karena itu, melemahnya harga nikel berpengaruh terhadap kinerja keuangan Perseroan.

“Namun demikian, Perseroan memiliki Perjanjian Penjualan Jangka Panjang yang bersifat wajib beli dengan konsumen. Hal ini memberikan kepastian bahwa semua hasil produksi Nikel Matte akan dikirimkan kepada konsumen,” ujar Cut Fika Lutfi Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (30/3).

Lutfi menambahkan sampai dengan saat ini, Perseroan belum mengalami kendala dalam hal pasokan bahan baku sehingga kegiatan operasional Perseroan masih berjalan normal. Meski demikian, Vale Indonesia, jelasnya tetap sungguh-sungguh melakukan langkah antisipasi guna mengurangi dampak menyebarnya Covid-19 terhadap kegiatan operasional.

Untuk mengurangi paparan interaksi karyawan, Perseroan telah menerapkan kebijakan work from home bagi karyawan pendukung kegiatan usaha dengan memanfaatkan tekhnologi daring yang tersedia. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Perseroan juga mengambil segala tindakan yang diperlukan guna mendukung para karyawan yang tidak dapat meninggalkan tempat kerjanya terutama di Departemen Pertambangan dan Fasilitas Pengolahan, seperti bantuan logistik dan keuangan, penyemprotan disinfektan pada kendaraan bergerak dan di lokasi kerja yang kritikal, melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan pengukur suhu tembak (thermo gun), penerapan social distancing, serta penyediaan hand sanitizer di beberapa titik dan Alat Pelindung Diri yang memadai.

“Perseroan juga telah menyiapkan Business Continuity Plan untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius dari penyebaran Covud-19 ini terhadap kegiatan operasional Perseroan. Skenario produksi kami kembangkan berdasarkan tingkat penyebaran, ketersediaan tenaga kerja dan juga faktor-faktor teknis dan non-teknis lainnya. Perseroan akan senantiasa mengedepankan kesehatan dan keselamatan pekerja dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan operasional,” ujarnya.

Kabar baiknya, penurunan harga minyak dunia sejak awal tahun  menurunkan biaya produksi Vale Indonesia, karena sekitar 30% kontribusi biaya operasi berasal dari biaya bahan bakar minyak.

“Secara keseluruhan Covud-19 belum memiliki dampak secara langsung kepada kondisi keuangan Perseroan sampai saat ini. Namun demikian perseroan telah menyiapkan skenario produksi apabila penyebaran Covid-19 berdampak pada kegiatan operasional,” ujarnya.

166 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts