34.8 C
Jakarta
Nov 26, 2020.
Business

Pendapatan Perusahaan Tambang Batu Bara Bumi Resources Tbk Turun 19%

Ilustrasi Opersinal Kaltim Prima Coal, anak usaha Bumi Resources Tbk/web

Selama 9 bulan tahun 2020 (M92020), pendapapatan perusahaan tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun sebesar 19% menjadi US$2,77 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,43 miliar pada M92019.

Dileep Srivastava, Director & Corporate Secretary menjelaskan penurunan pendapatan ini terjadi karena harga jual rata-rata batu bara BUMI mengalami penurunan sebesar 14% menjadi US$45,3 per ton, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu masih di level US$52,6 per ton.

Selain harga rata-rata yang turun, volume penjualan batu bara BUMI juga mengalami penurunan sebesar 5% menjadi 60 juta ton dari 63,1 juta ton pada 9M219 lalu.

“Realisasi harga batubara pada 9M2020 mengalami penurunan sebesar 14%, yang dipicu oleh kondisi ekonomi global dan pasar yang negatif, sehingga berimbas pada permintaan batu bara pada pasar utama Perseroan. Juga Pandemi Covid-19 yang berdampak pada negara-negara pengimpor batu bara,” ujar Dileep dalam keterangan tertulis.

Penurunan pada volume penjualan batu bara pada 9M2020 sebesar 5% terjadi karena terkoreksinya permintaan batu bara China dan India.

Selain mengalami tekanan dari sisi pendapatan, BUMI juga mengalami tekanan yang berat di sisi bottom line. Pada 9M2020, BUMI membukukan rugi bersih sebesar US$137,25 juta. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BUMI masih membukukan laba bersih sebesar US$76,07 juta.

Selain karena harga jual batu bara yang menurun dan volume penjualan yang juga turun tekanan pada sisi bottom line ini terjadi karena di tengah pandemi ini BUMI harus tetap melunasi kewajiban utang-utanya. Pembayaran pinjaman yang dilakukan Perseroan  sebesar US$331,6 juta secara tunai yang terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$195,8 juta dan bunga sebesar US$135,8 juta (termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar) telah dibayarkan secara tunai sejak April 2018.

“Meski kondisi pasar masih belum menentu, Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja operasionalnya dalam jangka menengah,” ujar Dileep.

Tahun ini, BUMI yang membawahi Kalitim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia menargetkan produksi batu bara sebesar 85 juta ton hingga 89 juta ton. Harga batu bara diproyeksikan berada di rentang US$46 per ton hingga US$49 per ton. Sementara beban produksi sebesar US$32 per ton hingga US$34 per ton.

82 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Related posts