29.7 C
Jakarta
Agu 7, 2020.
Business

Pendapatan Superkrane Mitra Utama Naik 21,69% Tahun Lalu

Beragam merek dan tipe crane milik PT Superkrane Mitra Utama yang siap disewakan ke berbagai industry (Dok. EI)

PT Superkrane Mitra Utama Tbk berhasil melewati tahun 2019 lalu dengan kinerja keuangan yang cemerlang, di tengah kondisi pasar alat berat yang secara keseluruhan lesu.

Dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikasn, pendapatan emiten jasa penyewaan crane ini naik 21,69% menjadi Rp 628,38 miliar, dari Rp 560,77 miliar pada tahun 2018. Semua pendapatan ini berasal dari sewa crane.

Ada pun empat pelanggan terbesar Superkrane adalah BP Berau Ltd dengan kontribusi pendapatan sebesar Rp 188,89 miliar pada 2019.

Kemudian, ada PT Satyamitra Surya Perkasa dengan kontribusi Rp 89,42 miliar; PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 66,47 miliar dan PT Freeport Indonesia sebesar Rp 65,78 miliar.

Tak hanya pendapatan yang naik, Superkrane juga membukukan laba tahun berjalan yang naik signifikan 117,16% menjadi Rp 137,43 miliar, dari Rp 63,29 miliar pada tahun 2018.

Tahun 2020 ini, Superkrane masih optimis bisa tumbuh.  Eddy Gunawain, Sekretaris Perusahaan PT Superkrane Mitra Utama Tbk mengatakan pandemi Covid-19 belum terlalu berdampak signifikan kepada kinerja perusahaan.

“Ada penundaan sedikit saja, penundaan pemesanan dari penyewa,” ujar Eddy kepada Equipment Indonesia, 9 April lalu. Hal itu terjadi karena ada sebagian proyek di lapangan yang tertunda.

Tetapi, menurut Eddy pemesanan yang tertunda itu tidak terlalu banyak. “Tidak sampai 10%,” ujarnya tanpa memerinci lebih detil.

Tetapi, Eddy mengatakan karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya masih sulit memprediksi pertumbuhan pendapatan pada tahun ini. Sebelum ada ada Covid-19, kata dia, pendapatan ditargetkan tumbuh 10% hingga 15%. “ [Dengan adanya Covid-19] proyeksinya bisa lebih kecil,” ujarnya.

1,946 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Related posts