Equipment APP.
Construction EQ Manufacturing Top News

Sakai ER555F-s, Road Cutter “Made in Indonesia”

Sakai Indonesia meluncurkan mesin pengupas jalan aspal buatan Indonesia, Road Cutter Sakai ER555F-s, untuk membantu mempermudah dan mempercepat pemeliharaan jalan aspal dengan kualitas istimewa.

Sakai Indonesia memperkenalkan mesin Road Cutter baru, ER555F-s, di kawasan industri EJIP, Cikarang, Bekasi, Senin (6/3/2023) di hadapan para pelanggan dan dealer-dealernya yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Foto: EI

Sakai Indonesia memperkenalkan mesin Road Cutter baru, ER555F-s, di kawasan industri EJIP, Cikarang, Bekasi, Senin (6/3/2023) di hadapan para pelanggan dan dealer-dealernya yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Seremoni peluncuran mesin pengupas jalan aspal yang baru ini dihadiri oleh Masahiro Tokita – Managing Executive Officer Sakai Heavy Indutries, Ltd; Kenji Kanasugi – Duta Besar Jepang untuk Indonesia; Nicodemus Daud selaku Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruski  Kementerian PUPR yang tampil secara virtual; dan Hiroshi Baba, Presiden Direktur PT Sakai Indonesia.

Sebetulnya Road Cutter Sakai ER555F-s bukan produk baru di pasar Indonensia karena sudah pernah diperkenalkan sebelumnya dengan nomor seri yang sama dengan cara kerja yang sama. Namun, pada edisi kali ini, ada tambahan kode “s” di belakangnya.

“Road Cutter ER555F-s merupakan mesin buatan pabrik Sakai Indonesia, dan kode ‘s’ adalah sandi bahwa produk ini khusus untuk pasar Asia Tenggara,” kata Giri Kus Anggoro, Direktur PT Sakai Indonesia kepada Majalah Equipment Indonesia seusai menggelar acara demo mesin tersebut.

Jalan raya merupakan infrastruktur vital untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Itu sebabnya pemerintah Indonesia makin giat membangun jalan-jalan baru di berbagai daerah, di samping merawat ruas-ruas jalan yang sudah ada. Pada tahun 2023 ini, misalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga menargetkan akan membangun 422,35 Km Jalan Nasional, sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Selasa (24/1/2023). Semakin panjang ruas jalan yang dibangun, kebutuhan perawatan dan perbaikan pun makin tinggi. “Kehadiran milling machine Sakai yang baru ini merupakan solusi efektif untuk perawatan dan perbaikan jalan aspal,” kata Giri.

Berkomentar soal nama, ia menjelaskan, meski mengusung nama Road Cutter, tetapi metode kerjanya bukan memotong melainkan mengupas lapisan aspal jalan dengan kedalaman tertentu. Namun, apapun sebutannya, yang jelas alat ini mengupas lapisan aspal jalan dengan hasil kerja yang lebih rapi plus kinerja yang lebih cepat dan efisien. 

Baca Juga :  Teknologi Kubota untuk Dongkrak Produksi Pangan

“Pada saat kita hendak melakukan maintenance jalan aspal yang rusak, tetapi kita masih mempertahankan lapisan dasarnya, maka yang kita ganti adalah lapisan atasnya. Alat ini bekerja untuk mengupas lapisan atas dengan kedalaman yang bisa ditentukan,” Giri menjelaskan cara kerja mesin ini. “Hasilnya paling bagus dan rapi.”

Giri menambahkan, kehadiran Road Cutter Sakai ER555F-s sangat penting  untuk membantu pengerjaan perbaikan jalan aspal, menggantikan pekerjaan secara manual atau menggunakan alat yang tidak sesuai peruntukannya seperti yang kerap terjadi selama ini.

“Selama ini, banyak kontraktor mengerjakan secara manual atau ditumbuk menggunakan breaker. Cara kerja seperti ini butuh waktu lama karena alat yang digunakan banyak, demikian juga jumlah orangnya yang bekerja. Sebaliknya, hanya dengan satu unit Road Cutter Sakai ER555F-s, kedalaman pengupasan lapisan aspal dilakukan secara sangat presisi, waktu pengerjaan lebih cepat dan lebih rapi, serta dilakukan oleh seorang operator saja,” paparnya.

One Machine One Mission

Metode kerja Road Cutter Sakai ER555F-s terjermin dalam tagline-nya: One Machine One Mission. Artinya, sebuah misi pengerjaan perbaikan jalan cukup dilakukan oleh satu alat dan dioperasikan oleh satu orang.

Metode kerja Road Cutter Sakai ER555F-s terjermin dalam tagline-nya: One Machine One Mission. Artinya, sebuah misi pengerjaan perbaikan jalan cukup dilakukan oleh satu alat dan dioperasikan oleh satu orang. “Jadi cukup oleh satu orang menjalankan misi itu. Begitulah intinya,” jelas Giri sembari tersenyum. 

Dalam proses perbaikan atau perawatan jalan aspal, mesin Road Cutter merupakan salah satu dari beberapa mesin yang berada dalam suatu rangkaian pekerjaan. Alat ini berada di barisan paling depan untuk mengupas lapisan aspal, yang diikuti berturut-turut oleh mesin menyapu atau membersihkan bekas pengupasan, dump truck dan asphalt finisher untuk menumpahkan dan menghamparkan aspal ke permukaan jalan, road roller dan tire roller untuk pemadatan hamparan aspal.

Giri menjelaskan, Road Cutter Sakai ER555F-s mampu menggali dengan kedalaman maksimal 230 mm, lebar pemotongan 2.050 mm, dan dapat bergeser ke samping (drum side shift dua sisi) 450 mm. Kedalaman penggalian menentukan kecepatan kerja alat ini. Semakin dalam galian, maka kecepatan pengupasannya semakin lambat. Sebaliknya, semakin tipis lapisan yang dikupas, kecepatannya makin tinggi. Namun, persoalan ini dapat diatasi dengan mengupas dua kali agar ketebalan lapisan yang dikikis berkurang.

Baca Juga :  Compact Excavator Yanmar Vi080-7 Raih Penghargaan Desain Terbaik 2023

Ditenagai oleh engine Komatsu (370 kw), alat pengupas aspal yang menggunakan roda ini mampu melaju dengan kecepatan maksimalnya 27 km/jam. Selain itu, alat ini memiliki wheel base yang panjang sehingga hasil pengupasannya halus. Sementara Bogie system memungkinkan rodanya dapat diangkat saat aspal dikupas.  

Road Cutter Sakai ER555F-s bukan tanpa pesaing di pasar Indonesia. Beberapa produsen alat konstruksi jalan sudah memperkenalkan mesin-mesin yang prinsip kerjanya kurang lebih sama. Meski begitu, Giri mengklaim road cutter buatan pabrik Sakai Indonesia ini tetap lebih unggul dari pesaing-pesaingnya.

“ER555F-s menggunakan wheel (ban), sedangkan produk-produk brand-brand lain menggunakan rantai baja bergerigi (crawler). Dengan menggunakan wheel, maka mesin pengupas aspal Sakai ini memiliki mobilitas tinggi dan tidak membutuhkan kendaraan lain untuk berpindah dari satu lokasi kerja ke lokasi kerja yang lain. Kalau alat yang menggunakan crawler, diperlukan kendaraan lain lagi ketika hendak pindah lokasi kerja, dan mobilitasnya rendah,” kata Giri.

Keunggulan lain Road Cutter ER555F-s, lanjut Giri, adalah kemampuan shifting-nya yang sangat lembut. “Kemampuan shifting-nya sangat smooth. Shifting ke kiri dan ke kanannya lebih smooth dibandingkan dengan kompetitor lain,” imbuh Giri lagi.

Dari sisi hasil pekerjaan pengupasan, Giri mengatakan road cutter brand-brand lain tidak beraturan, sementara hasil kerja ER555F-s rapi dan halus karena gigi-giginya lebih rapat.

Sasar pasar rental

Road Cutter Sakai ER555F-s menyasar pasar Asia Tenggara. Peluncuran alat ini dihadiri oleh dealer-dealer dan pelanggan-pelanggan Sakai dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Giri mengakui, nilai investasi Road Cutter ER555F-s cukup mahal di awal. Namun, bila memiliki lokasi kerja yang luas, maka alat ini akan sangat membantu mempercepat penyelesaian proyek dengan hasil yang juga memuaskan. Sehubungan dengan itu, Giri  mengungkapkan bahwa Road Cutter ini sangat cocok dimiliki oleh para pengusaha rental karena dapat disewakan kepada kontraktor-kontraktor yang mendapat pekerjaan untuk mengupas lapisan aspal.

Baca Juga :  Gandeng Shopee, Astra UD Trucks Perluas Jaringan Digital

Menurutnya, Road Cutter ini tidak cocok untuk dimiliki oleh kontraktor karena tidak menguntungkan. Apalagi, kalau lahan proyek mereka tidak terlalu besar dan jangka pendek pula. Jika membeli unit ini, hampir pasti mereka justru akan mengalami kerugian atau tidak cukup untuk balik modal. Karena itu, kata Giri, rata-rata kontraktor lebih memilih membeli alat-alat bekas pakai (second). 

Karena tergolong mahal, maka sistem produksi Road Cutter ER555F-s ini dilakukan berdasarkan pemesanan. Meski demikian, kata Giri, dia mamasang target bisa menjual Road Cutter ER555F-s lima sampai enam unit per tahun. Target ini tergolong ambisius karena di Jepang sendiri, sebagai negeri asal Sakai, hanya mematok penjualan 10 unit per tahun.

Dengan target seperti itu, Sakai Indonesia masih juga mendapat tantangan. Bukan hanya dari merek-merek lain, tetapi lebih-lebih karena alat second dari Jepang juga masuk ke Indonesia. Dengan sedikit “modifikasi” alat-alat second ini justru membunuh pasar Road Cutter ER555F-s di Indonesia karena harganya tidak bersaing.

“Mudah-mudahan, dengan TKDN (Tingkat Kandungan dalam Negeri) yang makin tinggi, kami bisa minta tolong Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian untuk meng-counter itu,” ucapnya berharap.

Terlepas dari persoalan itu, Giri menyatakan sangat bangga Sakai Indonesia dipercaya untuk memproduksi Road Cutter ini di sini. “Terus terang, kami sangat bangga karena dari beberapa pabrik Sakai di luar negeri, Sakai Indonesia dipercaya untuk memproduksi alat ini. Shanghai saja tidak dipercaya. Itu karena pabrik yang di sini paling efisien. Itu sebabnya kami terus melakukan banya pembenahan di pabrik. Semua ini dilakukan agar Jepang bisa melihat. Target kami, harus lebih bagus dari pabrik yang di pusat,” pungkas Giri. EI

 

Berita Terkait