Alat Berat
Construction EQ Mining Top News

Sasar Tambang Nikel, Kasana Tawarkan Doosan Excavator Dengan Spek Heavy Duty

PT Kasana Teknindo Gemilang memperkenalkan Doosan Excavator DX220LC-7M yang menggunakan engine dengan common rail injection, dan bucket berkapasitas 0,93 m3.

Doosan Excavator DX220A ditampilkan pada pameran ConMine di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, 5-7 Oktober 2022. Foto: EI

Untuk meningkatkan produktivitas para penambang nikel, PT Kasana Teknindo Gemilang menawarkan dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia, seperti boom dan bucket Heavy Duty (HD), sehingga durabilitasnya tinggi dan performanya bagus dalam setiap operasi.

Excavator DX220LC-7M dengan spek Heavy Duty dirancang khusus untuk beroperasi di tambang nikel. Excavator ini sudah long roller karena sudah LC,” kata Hijib Chaerunizar, Sales & Product Manager PT Kasana Teknindo Gemilang, saat ditemui di sela-sela pameran ConMine di kawasan JI-Expo Kemayoran Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Sebagaimana diketahui, produk-produk alat berat merek Doosan di Indonesia diageni oleh dua dealer. Salah satunya adalah PT Kasana Teknindo Gemilang. “Yang membedakan keduanya adalah ukuran alat yang diageni. Untuk excavator, Kasana khusus memasarkan yang di bawah 30 ton. Sedangkan yang 30 ton ke atas dipegang oleh dealer lain,” kata Hijib sembari tersenyum.

Dia menambahkan, saat ini Kasana fokus memasarkan dua tipe produk Doosan, yakni Excavator dan Wheel Loader. Untuk excavator, model-model andalannya terdiri dari DX55-5C (5,5 ton), DX75-7B (7,5 ton), DX140AF (Forestry spec. 14 ton), DX220LC-7M dan DX220A-2. Dua excavator yang terakhir ini merupakan kelas 22 ton. Sedangkan untuk Wheel Loader hanya terdiri dari dua  model, yakni SD200N dengan kapasitas bucket 1,7 m3 dan SD300N dengan bucket berkapasitas 3 m3.

Untuk menggarap tambang nikel, Kasana fokus memasarkan Doosan Excavator  kelas 22 ton, yaitu DX220LC-7M dan DX220A-2. Apa yang membedakan keduanya? “Doosan DX220A-2 adalah excavator yang menggunakan mechanical engine. Alat ini ditenagai oleh engine DB58 dan sangat cocok untuk kualitas bahan bakar di Indonesia yang kurang bagus. Sedangkan excavator DX220LC-7M menggunakan engine dengan common rail injection. Alat ini ditengai oleh engine Doosan DL06,” Hijib menerangkan. 

Selain tipe engine, faktor lain yang membedakan kedua excavator tersebut adalah kapasitas bucket. “Kapasitas bucket DX220A sebesar 0,93 m3, sedangkan yang DX220LC-7M sebesar 1,05 m3,” ujarnya sembari menambahkan excavator yang terakhir ini sudah long roller karena sudah LC.  

Hijib Chaerunizar, Sales & Product Manager PT Kasana Teknindo Gemilang. Foto: EI

Kasana merekomendasikan DX220LC-7M maupun DX220A-2 untuk operasi heavy duty karena beberapa alasan. Pertama, Doosan sudah menyesuaikan ketebalan boom untuk operasi heavy duty dan spek bucket alat-alat ini untuk aplikasi berat. “Boom dan arm-nya lebih tebal dari model terdahulu, DX200. Rangkanya pun sudah mendukung operasi heavy duty. Alhasil, unit-unit ini lebih kuat dan durabilitasnya lebih tinggi dari model terdahulu,” kata Hijib yang membandingkannya dengan DX200.

Kedua, sistem pemipaan (piping system) pada semua excavator Doosan sudah disesuaikan untuk pemasangan hydraulic breaker maupun attachment lainnya. “Saat ini semuanya sudah standar pada Doosan Excavator, termasuk control valve dan jaringan listriknya, sehingga pemasangan hydraulic breaker maupun attachment lainnya tinggal plug & play saja. Sementara pada unit-unit excavator merek lain masih opsional,” ujarnya berpromosi.

Ketiga, Doosan sudah melakukan penguatan pada bucket untuk semua excavator Doosan. Untuk semua excavator yang dipasarkan di Indonesia, spek bucket sudah heavy duty. “Ini spek bucket khusus untuk produk-produk yang dipasarkan di Indonesia. Semuanya harus HD. Secara kasat mata material bucket untuk unit-unit excavator ini kelihatan berbeda, seperti Hardox,” urainya. Yang tidak kalah pentingnya adalah kuku-kuku bucket bawaan alat-alat ini menggunakan material yang sudah heavy duty.

Hijib mengatakan, spek heavy duty membuat unit-unit excavator kelas 22 ton sangat diminati oleh kontraktor-kontraktor tambang nikel, selain untuk pekerjaan konstruksi umum. “Unit-unit excavator DX220LC-7M maupun DX220A-2nbanyak larinya ke Sulawesi untuk tambang nikel,” ucapnya.  

Selain fitur-fitur tersebut, Kasana mendukung bisnis pelanggan-pelanggannya dengan mendirikan sejumlah cabang yang berada di Jakarta, Cikarang, Semarang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Makassar, Kendari dan Manado. Di setiap cabang tersebut, di samping aktivitas penjualan juga tersedia stok suku cadang dan mekanik untuk servis customer.

“Pasar alat berat di Indonesia makin ketat, terutama dengan kehadiran produk-produk China yang sedang mengalami booming. Kebanyakan dari mereka masih mengedepankan soal harga dan backup pendanaan yang kuat dari principal. Kasana lebih menyoroti masalah kualitas menyeluruh dari produk-produk dan servis kami, kemudian performa di lapangan, dan resale value dari unit-unit kami,” pungkasnya.

 

Berita Terkait