28.9 C
Jakarta
16 Jan, 2021.

SDLG Luncurkan Wheel Loader LG953 Untuk Pasar Indonesia

Wheel loader SDLG LG953 memiliki bucket cycle time tercepat di kelasnya, yang membuatnya lebih produktif dari yang lain, dan ideal sebagai mesin serba guna untuk aplikasi-aplikasi konstruksi dan manufaktur dengan kondisi-kondisi medan paling menantang sekalipun.

SDLG meluncurkan produk baru untuk pasar Indonesia, wheel loader LG953, yang memiliki bucket cycle time tercepat di kelasnya.  Karena pandemi Covid-19, acara peluncuran mesin dilakukan secara online (live streaming) dari markas PT Indotruck Utama di kawasan Jakarta Utara, Selasa (17/11/2020). PT Indotruck Utama merupakan agen tunggal produk-produk Volvo Group dan SDLG untuk pasar Indonesia saat ini.

Wheel Loader LG953 yang berbobot 5 ton ditenagai oleh engine Weichai WD10G220E21, Tier 2 (162 kW). Kapasitas bucket-nya sebesar 2,8 m3 – sedikit lebih rendah dari kakaknya, L956F dan L958F. Sedangkan tenaga yang dapat dikeluarkan maksimal 175 kN dan tipping load 110 kN. Mesin pemuat anyar SDLG ini menggunakan transmisi Planetary Power Shift SDLG F2/R1 (2 percepatan maju dan 1 percepatan mundur) yang dikenal andal.

Wheel Loader LG953 dibekali berbagai fitur yang menjadikannya alat serbaguna (all-purpose) yang sangat baik untuk berbagai lingkungan kerja. Loader ini dilengkapi dengan Drive Axle spesial SDLG yang sudah diperkuat sehingga meningkatkan keandalan transmisi dan pengereman hingga 60 persen. Lengan dan platnya dapat digerakkan lebih tinggi sehingga meningkatkan muatan yang dapat dipindahkan dalam setiap gerakan. Mesin ini juga mampu menangani semua jenis muatan, termasuk material dengan kepadatan tinggi seperti batubara, agregat, pasir basah dan mineral.

Dodi Widodo, Product & Application Dept. Head PT Indotruck Utama, mengakui wheel loader LG953 sebetulnya bukan produk baru, karena sejatinya mesin ini sudah diluncurkan sejak tahun 2017. Namun, baru jelang tahun ini diperkenalkan di pasar Indonesia karena mengikuti permintaan pasar.

“Terus terang wheel loader LG953 bukan produk baru karena alat ini sudah diproduksi pada tahun 2017. Namun, baru sekarang dipasarkan di Indonesia karena mengikuti perkembangan pasar yang ada, untuk mengisi pasar ceruk yang ada antara kapasitas bucket 2,5 m3 dan 3 m3,” ungkapnya kepada Equipment Indonesia di sela-sela acara peluncuran secara live streaming itu.

Pasar ceruk yang Dodi maksudkan adalah yang kelas 5 ton ke bawah dengan kapasitas bucket kurang dari 3 m3. “Mengapa SDLG mengeluarkan model baru, LG953, karena ketika kami bergerak di kelas 5 ton, ada kompetitor yang main di kelas 5 ton ke bawah, dengan bucket di bawah 3 m3. Kapasitas bucket LG953 adalah 2,8 m3,” ia menjelaskan.

Dua model wheel loader SDLG yang terdahulu, L956F dan L958F, kapasitas bucket-nya di atas 3 m3. Sementara banyak produk kompetitor main di kapasitas bucket 2,5 m3 atau 2,6 m3. “Itu sebabnya jelang akhir tahun 2020 ini, SDLG meluncurkan model LG953 dengan kapasitas 2,8 m3 di pasar Indonesia,” ujarnya.

Segmen pasar dibidik wheel loader LG953, menurut Dodi, pekerjaan tambang ukuran sedang (middle mining), seperti galian C atau quarry. Segmen pasar lainnya yang sangat potensial adalah peternakan, industri keramik serta perkebunan, terutama industry kelapa sawit.

Ini keunggulan wheel loader LG953

Wheel loader LG953 mudah diservis dan dirawat karena semua titik yang memerlukan pemerksaan rutin terpasang di satu tempat

Dodi mengungkapkan kehadiran wheel loader LG953 menawarkan banyak nilai lebih kepada para pengguna. Dari segi ukuran, LG953 memiliki postur yang lebih kecil dibandingkan kakak-kakanya, L956F dan L958F. Karena ukurannya lebih kecil, kemampuan manuvernya jelas lebih lincah dibandingkan mesin-mesin yang lebih besar. Itu sebabnya mesin pemuat ini sangat cocok untuk bekerja di tempat-tempat yang area pemuatannya lebih sempit.

“LG953 dapat melakukan pekerjaan loading – unloading di area seluas 10 m2, misalnya. Unit ini hanya bergerak maju – mundur. Berbeda dengan model L956F yang transmisinya dilengkapi dengan Powershift sehingga bisa digunakan untuk berjalan lebih jauh dengan kecepatan sekitar 30 – 40 km per jam,” Dodi menjelaskan perbedaannya.

Wheel loader LG953 sudah menggunakan drive axle spesial SDLG, A512, yang sudah dipakai pada L956F dan L958F. Gardan depan dan belakang menggunakan model yang sama. Axle A512 sudah terbukti tahan banting di Indonesia.

Sistem pengereman LG953 menggunakan rem cakram untuk wet brake sehingga anti-locking. Selain itu, rem cakram ini mengurangi panas. Untuk pergerakan maju – mundur saat melakukan loading/unloading, system rem sangat awet karena tidak lekas panas.

Meski produk SDLG, struktur untuk boom dan bucket LG953 sudah mengikuti standar Volvo Construction Equipment untuk kekerasan material steel. Volvo menggunakan standar Hardox untuk kekerasan material baja pada produk-produknya. Tensile steel-nya LG953 di angka 350, sementara Volvo di kisaran 400 hingga 450. “Dengan struktur yang kuat, wheel loader LG953 dapat digunakan dalam berbagai kondisi medan,” ujarnya meyakinkan.

Pengoperasian bucket, bergerak maju – mundur dan fungsi-fungsi lain, semuanya dikendalikan dengan menggunakan joystick, sementara banyak kompetitor masih menggunakan leverer (tuas). “Operasi alat menggunakan joystick lebih mudah dan enteng daripada menggunakan tuas,” ungkapnya.

Dengan berat kotor yang lebih ringan dari model-model terdahulu dan kapasitas bucket yang beda tipis dari L956F, customer mendapatkan produktivitas yang tinggi dengan penggunaan bahan bakar yang lebih rendah sekitar 13% dibandingkan yang lain. Konsumsi bahan bakar L956F antara 12-14 liter/jam, sementara LG953 berada di kisaran 10-12 liter/jam. “Bayangkan penghematannya sekitar 2 liter per jam dikalikan jumlah waktu kerja selama setahun,” Dodi membandingkan.

LG953 adalah wheel loader dengan bucket cycle time tercepat di kelasnya, yakni di bawah 10 detik (sekitar 9,3 detik), sementara kakaknya (L956F) di angka 10 detik. Dengan waktu perputaran bucket yang sangat cepat, produktivitas wheel loader ini jelas lebih tinggi dari yang lain di kelasnya.

Keunggulan lainnya adalah kemudahan dalam melakukan servis dan perbaikan. “Komponen-komponen yang memerlukan servis rutin seperti filter, turbo, control valve dan master brake sudah dikelompokkan. Filter-filter ada di sebelah kiri, turbo  di sebelah kanan, sementara control valve dan master brake berada di depan. Titik-titik servis juga mudah diakses hanya dengan berdiri di atas tanah, tanpa perlu memanjat di atas kap mesin. Jadi, kalau hendak melakukan perawatan, perbaikan atau penggantian, semuanya mudah,” Dodi menerangkan.

Yang tidak kalah pentingnya, ia menambahkan, kabin LG953 sudah dilengkapi dengan AC (standar) dan dashboard elektrik yang menampilkan beragam data (indikator). Informasi-informasi itu mudah dibaca, sama seperti dashboard mobil.

Priyonggo S.P, Sales & Product Head Indotruck Utama, berharap peluncuran LG953 dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan para customer. “Banyak pelanggan kami menginginkan spek wheel loader SDLG kelas 5 ton tetapi dengan harga yang kompetitif. Tanpa mengurangi kualitas, dengan kehadiran LG953 mereka bisa mendapatkan wheel loader yang produktivitasnya tinggi karena bucket cycle time paling cepat di kelasnya dan lebih hemat bahan bakar, tetapi dengan harga yang lebih kompetitif,” ujarnya dengan sedikit berpromosi.

Vincent Santoso, Sales & Marketing Director PT Indotruck Utama, mengatakan wheel loader LG953 merupakan solusi untuk tantangan-tantangan yang dihadapi para pelanggan dalam situasi bisnis saat ini. “PT Indotruck Utama terus mengembangkan solusi-solusi untuk membantu bisnis para pelanggan dengan menawarkan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan, efisien tetapi dengan harga yang bersaing.  Kami berharap peluncuran LG953 yang hemat bahan bakar dan price positioning yang baik dan berbagai keunggulan lainnya, menjadi solusi yang tepat untuk belanja modal para pelanggan,” dia menyimpulkan. EI

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang wheel loader SDLG LG953, silahkan kunjungi www.indotruck-utama.co.id  

Related posts