Alat Berat
Feature Mining

Selama Harga Batu Bara Tinggi, Bisnis Alat Berat Tetap Dalam Tren Positip

Harga batu bara yang tetap tinggi membuat bisnis peralatan tambang berada dalam tren yang positif dalam beberapa waktu ke depan. Bagaimana bisnis distribusi alat berat mengoptimalkan momentum lonjakan harga batubara itu untuk mendongkrak penjualan, berikut ini jawaban PT Kobexindo Tractors Tbk.

Sales Operation Director PT Kobexindo Tractors Tbk, Almuqri Sagitri Putra: Prospek industri alat berat pada tahun 2022 masih berada dalam tren positif. Foto: EI

Lonjakan kenaikan harga batubara yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2022 ini membuat permintaan alat berat ikut naik secara drastis. Memasuki semester kedua tahun ini, semua distributor/dealer melaporkan penjualan mesin-mesin tambang yang jauh lebih tinggi dibandingkan peralatan untuk industri-industri lain, meski hingga saat ini mereka masih kesulitan memenuhi kebutuhan-kebutuhan para pelanggan secara tepat waktu karena dihadang problem rantai pasok. Produk-produk yang sudah keluar dari jalur produksi pun belum bisa sampai dengan cepat di tangan para customer karena masalah logistik dan delivery yang juga sedang mengalami disrupsi.

Salah satu pemain penting di bisnis distribusi alat-alat tambang adalah PT Kobexindo Tractors Tbk (Kobexindo). Perusahaan yang mengageni peralatan tambang Hyundai Doosan Excavator dan NHL TEREX Truck (Tiongkok) ini membukukan laba bersih sebesar US$ 3,94 juta pada triwulan I 2022, melejit 295,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 sebesar US$ 996,97. Peningkatan laba bersih tersebut terdorong oleh tumbuhnya penjualan sebesar 106,23 persen menjadi US$ 46,52 juta secara konsolidasi. Dari jumlah tersebut, penjualan alat berat tercatat US$ 38,14 juta, tumbuh 135 persen – mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan segmen-segmen bisnis lainnya.

Apakah tren positif di industri tambang masih akan berlanjut, setidaknya hingga akhir tahun 2022 ini? Bagaimana para pelaku bisnis alat berat mengoptimalkan pemanfaatan momentum lonjakan harga batu bara yang sedang terjadi saat ini? Menjawab pertanyaan itu, Sales Operation Director PT Kobexindo Tractors Tbk, Almuqri Sagitri Putra meyakini prospek positif bisnis peralatan tambang di tanah air hingga beberapa tahun ke depan. “Prospek industri alat berat pada tahun 2022 masih berada dalam tren positif, dan yang menjadi pangsa pasar utama alat berat di Indonesia saat ini berasal dari pertambangan, khususnya batu bara,” katanya kepada majalah Equipment Indonesia beberapa waktu lalu. Berikut ini wawacara selengkapnya.

Bagaimana PT Kobexindo Tractors Tbk menilai prospek bisnis tambang, khususnya batu bara, pada tahun-tahun yang akan datang: Apakah semakin menjanjikan ataukah sebaliknya?

Kami menilai prospek tambang untuk beberapa tahun ke depan masih akan bergerak positif. Tingginya harga batu bara memacu produsen tambang untuk meningkatkan produktivitas. Hal ini berbanding lurus dengan pertumbuhan alat berat secara global untuk memenuhi kebutuhan para produsen tambang. Harga batu bara yang kini mencapai US$322,35 per ton (13/4), akan memberikan keseimbangan baru dan memberikan ruang lebih bagi para produsen untuk meningkatkan produksi tambang. Keterbatasan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai produksi secara masif dan feasible dalam hal investasi dan biaya, akan menjadikan komoditas ini sebagai sumber energi utama di Asia, termasuk Indonesia, untuk beberapa tahun ke depan.

Kobexindo diketahui sebagai salah satu distributor yang lebih fokus memasarkan mesin-mesin tambang dibandingkan alat-alat lainnya. Mengapa? Selain batubara, apa saja komoditas-komoditas tambang lain yang dibidik oleh perusahaan ini ke depan?

Kobexindo saat ini memasarkan alat berat pertambangan, khususnya batu bara, dengan kontribusi sebesar 70-80% terhadap pendapatan secara konsolidasi. Yang lainnya adalah alat-alat berat non tambang. Sektor ini merupakan pembeli terbesar alat-alat berat, baik dari segi kuantitas maupun nilai. Selain batu bara, penjualan alat berat juga menyasar ke segmen komoditas lain seperti perkebunan sawit dan tambang nikel. Namun secara nilai belum terlalu besar.

Apa saja solusi-solusi peralatan tambang yang ditawarkan Kobexindo ke pasar saat ini?

Kobexindo menyediakan armada lengkap untuk tambang, seperti excavator, articulated dump truck, rigid dump truck, dan heavy duty truck, untuk mendukung kelancaran operasional tambang. Saat ini salah satu tipe yang kami pasarkan adalah Doosan DX520LC. Tipe ini diakui dan diterima pasar Indonesia karena keunggulannya dalam hal durabilitas, operasional, serta lebih efisien dibandingkan merek lain. Kecepatan dan kekuatan mesin hidrolik dengan perawatan yang tergolong minim menjadikan tipe ini pilihan utama konsumen. Tahun 2021 Kobexindo juga mendatangkan seri 100 ton, yakni DX1000LC. Tipe ini juga disukai karena memiliki daya tahan yang baik serta memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi seperti DX520LC.  

Untuk melengkapi armada, Kobexindo juga memiliki Doosan Articulated Dump Truck dan NHL TEREX seri 50 ton dan 100 ton. Seperti produk-produk Kobexindo lainnya, kami menawarkan kehandalan, efisiensi bahan bakar, serta dukungan penuh atas jasa perawatan dan suku cadang. Hal ini menjadi keunggulan yang kami tawarkan kepada calon-calon pembeli. Begitu pula dengan heavy duty truck Mercedes Benz AXOR yang kami pasarkan sejak 2021 lalu.

Apa saja tantangan-tantangan utama yang dihadapi perusahaan-perusahaan distributor alat berat dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan di industri pertambangan saat ini? Bagaimana Kobexindo mensiasati persoalan-persoalan tersebut?

Tantangan utamanya tentu saja berasal dari masa depan industri tambang dan regulasi pemerintah. Kami selaku distributor alat berat senantiasa mencermati setiap peluang dan tantangan yang ada.

Diversifikasi produk dan jasa merupakan salah satu mitigasi risiko yang kami persiapkan. Sehingga portofolio produk dan jasa kami saling melengkapi dan mendukung. Ketergantungan atas salah satu segmen pasar akan terus kami seimbangkan untuk memberikan cushion atau bantalan yang mampu meredam risiko apabila terjadi pelemahan di salah satu sektor.

Regulasi tambang dan alat berat termasuk isu jejak karbon demi kehidupan yang berkelanjutan juga terus kami perhatikan dengan seksama. Langkah tersebut dimulai dari menyediakan produk alat berat yang sesuai dengan standar uji emisi dan kualitas tertentu.

Apa saja nilai tambah yang sekaligus merupakan keunggulan-keunggulan perusahaan ini dalam bisnis alat berat di tanah air, baik dari segi produk maupun after sales services (ASS)?

Kobexindo selalu berupaya menawarkan produk-produk berkualitas dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi guna menjamin kelancaran operasional para pelanggan. Hal tersebut kami perkuat dengan layanan after sales/maintenance dari mekanik berpengalaman dan tersertifikasi yang siap merespon dan mengatasi kesulitan. Selain itu, kami juga mendukung layanan tersebut dengan menjamin kesediaan suku cadang.

Dewasa ini kalangan produsen peralatan berat didorong untuk menghasilkan produk-produk yang lebih efisien, lebih ramah lingkungan dan dibekali dengan berbagai teknologi yang memberikan kemudahan kepada pemilik dan/atau operator. Apa saja improvement yang ada pada mesin-mesin yang dipasarkan Kobexindo terkait dengan berbagai isu tersebut? 

Kobexindo memberikan masukkan/saran kepada para Principal terkait spesifikasi yang berhubungan langsung dengan produktivitas alat, seperti ukuran bucket dan dump body agar lebih match dengan fleet equipment supaya alat dapat bekerja lebih efisien dan produktif. Salah satu improvement atas alat yang dipasarkan Kobexindoindo adalah adaptasi terhadap bahan bakar Biodiesel B30 dan seterusnya dengan menjadikan dua fuel filter sebagai standar spesifikasi di Doosan Excavator.

Selain itu juga tersedia air compressor inside operator cabin di Doosan Excavator 80T Class. Adanya alat ini memudahkan pekerjaaan maintenance seperti pembersihan filter tanpa perlu membuang waktu untuk menunggu mobile air compressor, khususnya pada operasional di tambang. Sehingga efisiensi berbanding lurus dengan produktivitas dan profitabilitas end user/customer.

Apa saja rencana pengembangan, baik dari segi produk (brand) maupun servis, yang akan dilakukan Kobexindo ke depan?

Kobexindo akan terus berinovasi dan beradaptasi untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Selain memaksimalkan penjualan alat berat pertambangan yang menjadi bisnis utama kami, diversifikasi ke sektor non tambang menjadi salah satu perhatian kami. Kobexindoindo juga berupaya meningkatkan penjualan alat berat non tambang, baik itu sektor industrial, pergudangan, logistik, maupun konstruksi.

Secara umum, apa saja tren-tren yang Anda lihat dan harapkan akan terjadi dalam industri peralatan berat ke depan di Indonesia, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan pasar yang selalu berubah-ubah? Bagaimana penilaian Anda mengenai tren kebutuhan alat di sektor pertambangan, konstruksi, forestry, perkebunan dan industrial?

Tren kebutuhan alat di pertambangan, sejauh sumber energi yang berasal dari batu bara belum ada subsitusinya, baik secara kuantitas maupun biaya ekonominya, maka akan tetap exist. Sementara tambang mineral, khususnya nikel, akan semakin berkembang karena sudah dan akan tersedianya smelter terutama di daerah Sulawesi dan Halmahera.

Tren kebutuhan alat konstruksi akan seiring dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk percepatan pembangunan IKN dan fasilitas-fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya.

Tren kebutuhan alat di forestry cendrung stabil sesuai dengan periode replacement alat. Hal ini disebabkan oleh umur dan produktivitas alat yang menurun karena hampir tidak ada pembukaan HTI (Hutan Tanaman Industri) baru, sementara kayu hasil HPH (Hak Penguasaan Hutan) yang memproduksi kayu alam sudah sangat terbatas dan dibatasi oleh ECO Labeling.

Tren kebutuhan alat perkebunan masih akan didominasi perkebunan kelapa sawit dengan CPO-nya. Saat ini terjadi substitusi alat yang dipakai terutama di field dengan menggunakan mini excavator secara signifikan, baik untuk kegiatan maintenance maupun produksi/panen TBS (Tandan Buah Segar). Untuk perkebunan tebu yang juga menggunakan banyak alat, seperti farm tractor plus implement dan harvester, belum menunjukkan pertambahan yang signifikan. Pencetakan sawah baru secara mekanisasi sedikit mendongkrak kebutuhan farm tractor kelas HP kecil (45 HP ke bawah). Tren kebutuhan alat industrial akan cukup meningkat dengan dibangunnya kawasan industri, pergudangan, infrastruktur dan tubuhnya pasar retail di Indonesia.

Apakah Anda melihat adanya peningkatan permintaan untuk jenis-jenis mesin khusus dari industri tertentu, termasuk dari pasar rental?

Peningkatan permintaan mesin-mesin khusus akan muncul seiring masuknya era mobil listrik. Permintaan mesin akan sangat spesifik dengan isu lingkungan, sehingga alat-alat akan dioperasikan dengan dilengkapi mesin berkualitas emisi/gas buang yang ramah lingkungan.

Pasar rental akan senantiasa mempunyai porsi tersendiri karena pada suatu proyek pertambangan, perkebunan, kehutanan/forestry, konstruksi, dan industrial investasi peralatan terkait, biasanya dilakukan tidak hanya oleh bohir atau kontraktor, tetap ada opsi rentalnya.

Dari segi pembiayaan, konon, tidak semua perusahaan leasing (lembaga pembiayaan), bersedia membiayai mesin-mesin tambang atau mereka hanya mau bermitra dengan brand-brand tertentu saja. Bagaimana pengalaman Kobexindoindo sejauh ini? Apa saja solusi-solusi finansial yang ditawarkan Kobexindo untuk membantu kelancaran bisnis para pelanggan?

Kobexindo selalu berupaya memberikan solusi pembiayaan lewat kerja sama dengan berbagai pihak leasing dan perbankan. Kami juga menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga keuangan yang memberikan bunga pembiayaan khusus untuk pelanggan-pelanggan PT Kobexindo Tractors Tbk. #

Berita Terkait