26.4 C
Jakarta
Okt 20, 2020.
Equipment Top News

Superkrane Mitra Utama, Jagoan di Segmen Heavy Lifting Equipment Rental

PT Superkrane Mitra Utama Tbk. memposisikan dirinya sebagai jagoan di segmen penyewaan heavy lifting equipment untuk melayani pekerjaan angkat berat di berbagai sektor industri.

President Director PT Superkrane Mitra Utama Tbk., Yafin Tandiono Tan (Dok. EI)

Siang itu, deru engine crane-crane besar bersahut-sahutan di yard milik PT Superkrane Mitra Utama Tbk. (Superkrane) yang terletak di daerah Cakung, Cilincing, Jakarta Utara. Di sebelah kanan gerbang utama puluhan crane baru dalam dua barisan berjejer rapi seakan hendak menyambut setiap customer yang memasuki area itu. Sementara di halaman belakang markas itu terdapat puluhan unit crane bekas yang siap dikirim ke lokasi para pelanggan. Selebihnya adalah alat-alat yang sedang dalam masa maintenance. Kebisingan itu disemburkan oleh mesin-mesin tersebut.

Koleksi crane Superkrane per Oktober 2018 mencapai 149 unit. Namun, populasinya akan mencapai 200 unit pada akhir tahun 2018 karena ada penambahan 40 unit crane baru. Jumlah tersebut belum termasuk alat-alat angkat yang lebih kecil, seperti forklift, telehandler dan access equipment. Di luar itu masih ada multi axle transporter, yakni alat angkut khusus untuk muatan yang sangat berat.

“Sebetulnya yang menjadi  spesialisasi perusahaan kami adalah heavy lifting equipment. Namun, banyak pelanggan yang ingin semuanya di-support oleh perusahaan ini, termasuk multi axle transporter untuk mengangkut barang-barang yang super berat,” ungkap President Director PT Superkrane Mitra Utama Tbk., Yafin Tandiono Tan, kepada Equipment Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

Linayati Sukardi, Managing Director PT Superkrane Mitra Utama Tbk.

“Mereka itu inginnya one stop solution. Selain menyediakan unit-unit crane  besar, kami menyediakan juga alat-alat pendukung lain sesuai kebutuhan para customer karena mereka umumnya tidak ingin banyak vendor yang terlibat dalam suatu paket pekerjaan,” kata Linayati Sukardi, Managing Director PT Superkrane Mitra Utama Tbk., sambil menambahkan bahwa ada sejumlah alat yang harus dibeli karena permintaan pelanggan, meski tidak masuk dalam skema investasi perusahaan ini.

Dia mencontohkan kebutuhan crane pada proyek LRT yang sedang digarap di kawasan Jabodetabek. Perusahaan ini menyediakan alat bukan hanya crane untuk mengangkat girder di pabrik dan pada saat pemasangan di job site, tetapi juga termasuk alat angkut dari pabrik sampai ke lokasi proyek.

“Bagi customer, konsep one stop solution ini lebih efisien dan tidak rumit karena berada di bawah satu komando. Proses kerja menjadi lebih cepat. Koordinasinya lebih mudah dibandingkan kalau terdiri dari beberapa vendor. Mengatur jadwal para vendor untuk melakukan satu pekerjaan tidak mudah,” Lina menjelaskan.

Contoh lainnya adalah  pengangkutan gerbong MRT dari pelabuhan Tanjungpriok ke daerah Lebak Bulus di Jakarta Selatan.  “Customer ingin kami yang menurunkan dari kapal di pelabuhan, kemudian kami juga yang mengangkutnya ke Lebak Bulus. Jadi, pekerjaan kami dari hulu ke hilir dalam urusan lifting ini,” ujarnya

Superkrane bergerak di bisnis rental alat angkat jenis crane, khususnya heavy lifting equipment dan alat-alat pendukungnya. Yafin memulai bisnis ini pada 1 April 2005. Perusahaan ini diakuisisi dari pihak lain, tetapi bisnis intinya tetap sama, yakni rental crane. “Saat diambil alih, jumlah crane masih sedikit dan tua-tua semua. Sejak kami kelola, jumlah unit terus bertambah dengan alat-alat baru maupun bekas. Namun, saat ini lebih banyak yang baru daripada yang bekas,” ujarnya. *

703 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts