29.5 C
Jakarta
Dec 7, 2019.
Image default

Tahun Depan Produksi Batubara Indonesia Diperkirakan 700 Juta Ton

Produksi batubara Indonesia sulit dikendalikan. Demikian diakui oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyo dalam sebuah diskusi terkait prospek investasi batubara di Indonesia di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Gatot mengatakan produksi batubara di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan tingkat produksinya melebihi yang ditetapkan oleh pemerintah.  “Bahkan kalau kita tidak tahan, tahun depan 2020 produksi bisa mencapai 700 juta ton,” ujarnya.

Gatot memperkirakan tahun 2019 ini produksi batubara mencapai 600 juta ton, lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah yaitu hampir 500 juta ton. Tahun 2018 lalu, produksi batubara Indonesia, demikian Gatot, juga melebihi yang ditetapkan pemerintah.

“Tahun 2018 itu produksi [yang ditetapkan pemerintah] 487 juta ton. Realiasnya 530 juta ton. Kita di 2019 ini [yang ditetapkan] sekitar hampir 500, tetapi realisainya mungkin sekitar 600. Kita nambah terus,” ujarnya.

Kondisi produksi yang berlebih ini, menurut Gatot membuat pasokan batubara di pasar terlalu banyak, apalagi sekitar 70-80% produksi batubara Indonesia ini diekspor ke berbagai negara. Akibat over suplai, harga batubara di pasar global pun menjadi turun.
“Ini yang tentunya menjadi perhatian kita semua, bagaimana menyemimbangkannya [supply dan demand),” ujarnya.

Gatot sendiri mengakui pemerintah kesulitan mengendalikan produksi batubara di Indonesia karena banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
“Di otonomi daerah keluar IUP yang sangat besar sekali hampir 12.000, bahkan sekarang kita sudah simplifikasi dengan clean and celar tinggal 3.000. Tetapi yang level tahapan operasi produksi jumlahnya ada 1.150 IUP diluar PKP2B. Kalau itu produksi 100.000 saja per tahun, bisa 1 miliar, diluar PKP2B,” ujarnya.

“Saya engga bisa menyatakan stop dulu karena produksi sudah over. Saya engga bisa begitu. Apakah bisa itu dilakukan untuk membalce anatra supply and demand sehingga harga akan membaik?” tambahnya.

 

Related posts