26.1 C
Jakarta
Nov 21, 2019.
Image default

Tahun Depan, PUPR Alokasikan Rp 499,8 Miliar untuk Bunaken dan Likupang 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kawasan pariwisata. Tahun 2020, sebanyak Rp 499,8 miliar dana dialokasikan  untuk menata kawasasan Pulau Bunaken, Kota Manado dan Pantai Paal, Kabupaten Minahasa Utara di Sulawesi Utara yang termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Manado-Likupang.

Penataan KSPN Manado-Likupang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik serta menciptakan pariwisata bahari yang kental dengan budaya lokal dan representatif bagi wisatawan berkelas dunia.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), yang dilanjutkan dengan perencanaan teknis penataan kawasan oleh Ditjen Cipta Karya” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari situs Kementerian PUPR.

Penataan kawasan Pulau Bunaken dilakukan dengan merenovasi tourism trail yang meliputi mangrove trail, beach walk, dan boulder. Fasilitas permukiman meliputi gerbang permukiman, jalur pedestrian dan kendaraan, jalur kendaraan depan lapangan olah raga, penerangan jalan, dan street furniture.

Kementerian PUPR juga membangun kawasan dermaga wisata yang meliputi ruang penerima tamu, terminal building, ruang budaya dan landmark, galeri wisata serta parkir untuk ojek dan becak motor dan homestay untuk percontohan. Penataan Pulau Bunaken saat ini dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan dianggarkan sebesar Rp 52,7 miliar dari APBN TA 2020.

Dengan penataan dan penambahan beberapa fasilitas baru di Pulau Bunaken akan meningkatkan kapasitas tampung pengunjung di area dermaga sebanyak 2.000 pengunjung, jalur pendestrian sebanyak 15.000 orang/hari, dan fasilitas tourism trail menampung 1.000 pengunjung.

Untuk penataan Pantai Paal yang berada di Desa Likupang, Minahasa Utara, Kementerian PUPR pada 2020 menganggarkan Rp 88,2 miliar untuk beberapa pekerjaan seperti entrance dan landmark, area parkir (kapasitas 96 kendaraan), penataan PKL dan pembangunan souvenir shop (205 kios), sport area dan children playground, water theme park dan dermaga, beach walk dan jogging track, fasilitas umum dan tempat ibadah, jalan akses, sanitasi dan air bersih serta menara pengawas.

Dukungan infrastruktur ini selain memperindah Pantai Paal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Sulawesi Utara, juga akan meningkatkan kenyamanan dan kapasitas pengunjung hingga 5.000 orang/hari. Selain itu juga meningkatkan kapasitas pengunjung pada fasilitas cultural space dengan menampung sekitar 1.000 orang dan kawasan coral bridge and deck (dermaga) untuk melayani sekitar 1.000 orang.

Kemudian telah diprogramkan pembangunan homestay melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yakni di Desa Pulisan sebanyak 8 unit, di Desa Marinsow sebanyak 2 unit, dan di Desa Kinunang sebanyak 3 unit. Homestay yang dibangun memiliki tipe 36 dengan mengusung konsep ecovillage dan mengedepankan kearifan lokal.

Selain di Pantai Paal, Kementerian PUPR juga membangun beberapa infrastruktur untuk mendukung pariwisata KSPN Likupang. Beberapa pekerjaan merupakan lanjutan pada 2019 seperti pelebaran jalan menuju standar pada ruas Jalan Girian (Bitung)-Likupang (tahap 2) sepanjang 5 Km dari total 38.4 km keseluruhan, dimana tahun sebelumnya (tahap 1) telah dikerjakan sepanjang 7,9 Km. Sebelumnya Preservasi Jalan Girian (Bitung)-Likupang telah dikerjakan sepanjang 37 Km serta penggantian Jembatan Marinsow dengan panjang 13 meter dan lebar 7 meter.

Dukungan di bidang Sumber Daya Air (SDA) meliputi pembangunan embung sebagai tampungan air dengan kapasitas 400 m3 dan sumur bor dengan kedalaman 120 meter untuk mendukung penyediaan air baku di Desa Kinunang, Desa Pulisan, dan Desa Marinsow. Saat ini pekerjaannya berada pada tahap survei lokasi.

Pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Likupang sepanjang 1 Km dan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang saat ini hanya 15 liter/detik untuk menjangkau di Desa Winuri, Desa Wineru, dan Desa Maen.

Secara keseluruhan, anggaran penataan Likupang sebesar Rp 499,8 miliar atau meningkat dua kali lipat dari anggaran tahun 2019 sebesar Rp 250,35 miliar.

Related posts

Tahun 2020, Pemerintah Alokasikan Rp 202 miliar untuk Bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas

Peter

Kunjungi Booth Probesco di Konstruksi Indonesia 2019

William Syukur

Rp 312 Miliar Untuk Mantapkan Ruas Jalan Kawasan Wisata Danau Toba

Peter