Jakarta, Equipment Indonesia – Renault Truck meluncurkan truk K520 10×4 XTREM (Batik 10×4) untuk pasar pertambangan mineral Indonesia, terutama nikel, bijih besi, dan bauksit Indonesia di Pantai Indah Kapuk (PIK), Kamis 22 Oktober 2026.
Peluncuran truk itu dilakukan oleh para petinggi Renault Truck Indonesia bersama dealer-nya di Indonesia PT Indo Traktor Utama, bagian dari Indomobil Group. Hadir di antaranya adalah COO (Chief Operating Officer) PT Indo Traktor Utama Sudiono Widjaja. Ia didampingi oleh beberapa direkturnya. Hadir juga Manager Indonesia Renault Trucks International Olivier Fernault.
Peluncuran ditandai dengan pelepasan kain hitam yang menutup truk Batik 10×4 sebelum resmi diluncurkan. Begitu kain penutup dilepas, terlihat truk berkelir putih itu diberi aksen batik pada bagian tengah, melingkari seluruh badan truk hingga bagian muka.
Dalam paparannya Sudiono Widjaja menjelaskan, truk ini dihadirkan ke pasar Indonesia sebagai sebuah solusi untuk menjawab tantangan produktivitas yang dihadapi para pelaku usaha pertambangan mineral di Tanah Air. Dengan kehadiran unit ini, diharapkan para pelanggan bisa semakin melipatgandakan keuntungannya. Sebab unit ini bisa mengangkut material hingga 60 ton dan bisa mengangkut 35% lebih banyak per perjalanan dari model 8×4 yang sudah beroperasi di sejumlah pertambangan di Indonesia.
Selain itu, unit ini sengaja didesain khusus untuk pasar Indonesia karena memiliki karakter lokasi tambang yang mirip dengan pertambangan di Chile dan Afrika. Unit ini sendiri sudah beroperasi dan sangat teruji di pertambangan-pertambangan besar di Chile dan Afrika, sebelum masuk ke Indonesia.
Di Indonesia sendiri, kata Sudiono, unit ini tergolong baru dan akan menjalani uji coba di sejumlah pertambangan nikel, bijih besi, dan bauksit milik beberapa pelanggan mereka. Hanya saja, dia enggan menyebut perusahaan-perusahaan tempat dimana unit ini akan melakukan uji coba. “Sudah ada beberapa customer yang berminat pada truk ini,” ujarnya.
“Bagi kami Batik 10×4 bukan hanya mengangkut lebih banyak material per perjalanan. Ini tentang membantu para pelanggan kami untuk mendapatkan lebih banyak nilai dari setiap perjalanan. Dengan 35% muatan lebih banyak per perjalanan dan potensi mengurangi biaya per ton-kilometer hingga 12% dibanding dengan model Renault 8×4, Truk Renault K520 10×4 XTREM akan menciptakan produktivitas yang lebih besar, meningkatkan biaya efisiensi, dan membuka peluang bisnis yang lebih bagus bagi para pelanggan kami,” kata Sudiono Widjaja.
Dia meneruskan, “Bersama Renault Trucks, PT Indo Traktor Utama berkomitmen mendukung operasional pertambangan Indonesia dengan solusi yang tepat untuk membantu mereka memaksimalkan investasinya dan meraih tujuan-tujuan bisnis mereka.”
Keunggulan
Pada bagian lain Sudiono juga berbicara tentang layanan purnajual yang diberikan oleh PT Indo Traktor Utama untuk Renault Trucks Batik 10×4 ini. Menurutnya, para pelanggan tidak perlu khawatir dengan layanan purnajual karena seluruh suku cadang unit ini sama dengan pendahulunya, 8×4, sehingga semua sudah tersedia.
Layanan purnajual ini juga diberikan PT Indo Traktor Utama kepada para pelanggannya hingga ke lokasi tambang para pelanggan, baik suku cadang maupun tim mekanik atau teknisi. Apalagi, PT Indo Traktor Utama memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia, sehingga para pelanggan tidak perlu mengkhawatirkan layanan purnajual Renault Truck Batik 10×4 ini.
Sementara terkait teknis, General Manager of After Sales Teguh Yahya menjelaskan, Renault Truck Batik 10×4 ini menggunakan engine DXi13 dengan horsepower (tenaga kuda) 520 HP. Engine ini juga sudah memenuhi standar Euro 5.
Meski demikian, dia tetap bisa menggunakan bahan bakar biofuel B50 yang sudah menjadi mandatori di Indonesia sejak Juni 2026 lalu. Itu terjadi karena ada “treatment” khusus yang dilakukan baik oleh Renault sebagai prinsipal maupun Indo Traktor Utama sebagai dealer resmi.
Apalagi engine ini sudah terbukti tangguh dipakai di Indonesia dengan kondisi oli yang tidak terlalu bagus. Pasalnya truk Renault 8×4 yang sudah beredar luas di Indonesia juga menggunakan mesin yang sama.
Engine ini, kaga dia, juga sangat hemat bahan bakar. Dibandingkan dengan sesama engine Eropa seperti Scania, engine ini bisa menghemat bahan bakar 3-5%. Sementara bila dibandingkan dengan Volvo, yang menggunakan engine yang sama tetapi beda tenaga kuda, efisiensi bahan bakarnya bisa lebih hemat hingga 8%.
Menurut Teguh Yahya, Renault Truck Batik 10×4 ini memiliki sejumlah keunggulan. Salah satu di antaranya adalah bahwa Batik 10×4 ini memiliki satu axle tambahan yang terletak di bagian belakang. Ini adalah axle 19 ton lengkap dengan hidroliknya sehingga truk ini bisa dikemudikan secara hidrolik dan dengan tekanan regulasi bisa membantu menjaga traksi pada drive axle.
Selain itu, truk ini memiliki sasis yang sangat kokoh dari depan hingga belakang dengan konstruksi 8 mm + 5 mm dan terbuat dari baja berkualitas terbaik. Ini yang membuat truk tersebut memiliki keseimbangan kekuatan sekaligus memiliki fleksibilitas yang bagus. Batik 10×4 ini, kata Teguh Yahya, juga memiliki radius putaran (turning radius) secara keseluruhan 13.700 mm.
Lebih lanjut Teguh Yahya menjelaskan, Batik 10×4 ini sudah dilengkapi dengan telematik yang secara khusus dapat merekam perilaku pengemudi di kabin. Telematik ini, kata dia, semacam black box di pesawat yang akan merekam apa pun yang dikerjakan pengemudi, termasuk apakah dia mengemudi secara ugal-ugalan atau tidak. Dengan teknologi ini, para pemilik unit bisa memiliki data tentang para pengemudinya. Lalu, berdasarkan data itu, mereka bisa mengambil keputusan, misalnya, memberi pelatihan lagi kepara para pengemudinya.
Truk ini juga dilengkapi dengan garansi selama tiga tahun, tetapi garansi penuh hanya diberikan pada tahun pertama. Sementara pada tahun kedua dan ketiga diberikan garansi untuk komponen-komponen mekanikal tertentu hingga jarak 450.000 kilometer.
Teknologi
Sementara itu Olivier Fernault menjelaskan, teknologi pada Renault Truck Batik 10×4 ini sama dengan pendahulunya Renault 8×4 yang populasinya sudah mencapai 1.000 unit di Indonesia. Suku cadangnya juga sama, kecuali untuk suspensi axle tambahan.
Meski secara teknologi sama dengan pendahulunya itu, Renault Truck Batik 10×4 ini dapat membawa muatan 19 ton lebih banyak pada setiap kali perjalanan dibanding Renault 8×4 dan bisa mengangkut hingga 60 ton. Dengan demikian, unit ini dipastikan jauh lebih produktif dan menjamin tingkat keuntungan bagi para pemiliknya.
Batik 10×4 ini juga mampu menekan cost per ton-kilometer hingga 12% dibanding dengan Renault 8×4. Karena itu, Olivier Fernault sangat yakin bahwa kehadiran Batik 10×4 ini dapat membantu para pelanggan di Indonesia mengurangi biaya operasional pertambangan mereka.
“Renault Trucks K520 10×4 XTREM sudah beroperasi di Afrika dan Amerika Latin dan kami juga sudah melakukan perbaikan-perbaikan yang sudah terbukti, berdasarkan pengalaman operasional, untuk para pelanggan kami. Mengingat konteks ekonomi Indonesia, kami percaya, truk baru ini akan sangat mendukung para pelanggan kami di Indonesia menekan biaya operasional mereka,” kata Olivier Fernault dalam Bahasa Inggris dengan aksen Prancis. [EI]












