bauma China 2014 berlangsung meriah di tengah kelesuan ekonomi Tiongkok. Apa daya tarik dari pameran dagang berskala internasional di kawasan Asia Pasifik ini?

Pameran bauma China 2014 berlangsung di tengah kelesuan perekonomian negeri Tirai Bambu itu belakangan ini. Salah satu sektor industri yang sangat terkena dampak dari kelesuan itu adalah bisnis peralatan konstruksi. Performa keseluruhan industri mesin konstruksi Tiongkok masih seret selama sembilan bulan pertama tahun ini (Januari hingga September). Tidak hanya raksasa-raksasa dalam industri ini yang merugi, tetapi sebagian besar bisnis mesin konstruksi yang skala kecil hingga menengah pun ikut menderita.
Sany, misalnya, melaporkan net profit sebesar 1,59 miliar yuan ($259 juta) selama sembilan bulan pertama 2014, turun 46,52 persen year-on-year. Pemain pasar penting lainnya di sektor permesinan konstruksi, Zoomlion Heavy Industry Science and Technology Co, melaporkan perolehan pendapatan sebesar 19,77 miliar yuan ($3,21 miliar) dari Januari hingga September 2014, turun 31,06 persen dari tahun sebelumnya. Net profit-nya turun hingga 73,64 persen year-on-year menjadi 1 miliar yuan. Total income pabrikan itu pada kuartal ketiga tahun ini mencapai 5,7 miliar yuan ($927 juta), turun 33,84 persen dari 2013.
Liugong Machinery Co, rival penting lainnya di industri permesinan Tiongkok, melaporkan penurunan pendapatan sekitar 15,14 persen year-on-year pada sembilan bulan pertama 2014 dengan total pendapatan mencapai 7,87 miliar yuan ($1,28 miliar).
Total pendapatan Xiagong Heavy Duty Machienry Co (XGMC) pada periode yang sama sebesar 3,5 miliar yuan ($569 juta), turun 35 persen dari 2013. Pabrikan tersebut juga melaporkan net loss sebesar 100 juta yuan ($16,3 juta) dari Januari sampai September 2014.
Laporan dari Asosiasi Mesin Konstruksi Cina, sebagaimana dilansir dari situs chinadaily.com menunjukkan bahwa penjualan industri mesin konstruksi turun 0,88 persen selama tujuh bulan pertama 2014, lebih rendah dari pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai total impor mesin konstruksi mencapai $2,7 miliar antara Januari dan Juli, turun 4,39 persen year-on-year, karena lemahnya permintaan domestik.
Dalam kondisi seperti itu, sejumlah analis mengatakan bahwa meski kapasitas produksi mesin konstruksi di Cina sangat besar, namun sangat sedikit pabrikan memiliki hak kekayaan intelektual sendiri dan kebanyakan suku cadang penting dari peralatan yang mereka produksi bergantung pada pasar luar negeri. Ekspor spare parts, berdasarkan laporan asosiasi tersebut, turun hingga 61,36 persen menjadi $1,14 miliar. Kedua situasi itu akhirnya membuat expor mesin konstruksi turun 19.04 persen pada paruh pertama 2014. Kondisi ini menyebabkan banyak pabrikan mengalami kelebihan kapasitas. Kegiatan produksi yang mereka lakukan tidak diimbangi oleh daya serap pasar, baik domestik maupun ekspor.
“Kami juga sangat tertekan karena penjualan turun signifikan tahun ini,” kata Li Yize, general manager dari Anhui Huanqiu Drivetec Co, tanpa merinci lebih jauh berapa besar kerugiannya. Perusahaan ini adalah pabrikan kecil yang memproduksi persneling putar di propinsi Anhui dengan produksi tahunan senilai 50 juta yuan ($8,13 juta). Menghadapi tekanan ekonomi yang semakin parah itu, beberapa perusahaan kecil terpaksa menghentikan bisnis mereka dan beberapa mengambil langkah-langkah inovatif untuk menjaga pertumbuhan bisnis mereka. Inovasi produk diyakini sebagai satu-satunya cara bagi perusahaan-perusahaan seperti ini untuk menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang, yang akan membantu mereka menggeluti sebuah bidang bisnis baru.
Rekor baru
Menariknya, meski perekonomian Tiongkok secara keseluruhan sedang mengalami kelesuan dan sebagian besar industri peralatan konstruksi di negeri itu tertekan sebagai dampak dari resesi itu, bauma China 2014 justru makin ramai dan meraih rekor yang belum pernah terpecahkan oleh enam pameran terdahulu. Jumlah pengunjung mencapai 191.000 orang, naik 6% dari pameran sebelumnya pada 2012. Eksibisi ini juga semakin memperlihatkan profilnya sebagai pameran berkelas internasional karena makin banyaknya keterlibatan eksibitor maupun pengunjung dari luar Tiongkok. Para pengunjung berasal dari 149 negara, naik 12% dari 2012.
Sementara jumlah peserta pameran sebanyak 3.104 perusahaan dari 41 negara, naik 14% dari bauma China 2012. Sebagian besar dari mereka berasal dari Tiongkok, sebanyak 2.097 peserta. Setelah Tiongkok, ada 10 negara termasuk top 10 dalam hal banyaknya pengunjung: Russia, Korea, Jepang, India, Malaysia, Thailand, Singapura, Taiwan, Hong Kong dan Indonesia. Jumlah eksibitor dari luar Tiongkok juga meningkat. Negara-negara asal peserta pameran yang termasuk top 5 adalah: Jerman, Amerika Serikat, Italia, Korea, dan Jepang. Eksibisi ini mengisi semua ruangan dengan luas keseluruhan 300.000 m2, di Shanghai New International Expo Centre. bauma China 2014 juga memiliki sembilan pavilion negara: Austria, Finlandia, Jerman, Italia, Korea, Spanyol, Turki, UK dan Amerika Serikat.
“Setelah 12 tahun penyelenggaraan bauma China, pameran ini sekarang tidak hanya merupakan sebuah platform untuk presentasi produk, tetapi juga sebuah ajang di industri ini untuk menjalin komunikasi dan kerja sama demi pertumbuhan lebih lanjut,” komentar Eugen Egetenmeir, Managing Director Messe München International.
Li Fangyu, VP Marketing China dari Volvo Construction Equipment, menambahkan: “bauma China 2014 diselenggarakan di tengah-tengah suatu resesi di pasar mesin konstruksi. Namun, para eksibitor dan customer VIP yang kami temui di sini mengatakan pameran dagang ini sangat membanggakan. Pada saat-saat seperti ini, bauma China memberikan kita kekuatan, harapan dan semangat.”
Bagi banyak perusahaan, ia melanjutkan, berpartisipasi dalam pameran ini juga menjadi cara yang baik untuk mencari klien-klien yang lebih potensial dan memperluas jaringan penjualan mereka.
Makin berkualitas
Namun berkumpulnya para pemain besar industri mesin konstruksi dan bisnis-bisnis terkait dari berbagai belahan dunia pada pameran ini tidak hanya luar biasa dari segi jumlah, yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas dari para eksibitor dan pengunjung yang juga mengesankan. Eksibitor-eksibitor dari luar memperlihatkan inovasi dan teknologi baru pada produk-produk mereka. Minat pembeli internasional juga meningkat signifikan, sementara permintaan di dalam negeri Cina sendiri sedang menurun.
Menurut catatan Messe München selaku penyelenggara, 93 persen dari pengunjung-pengunjung bauma China 2014 adalah para pengambil keputusan yang sengaja datang secara khusus untuk mencari solusi-solusi baru. Mereka adalah para CEO, manajer, investor dan pembeli dari berbagai dunia — dan tentu saja dari pasar-pasar Asia yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan dewasa ini.
Mengutip pernyataan Sun Xitian, presiden China Council untuk Promosi Perdagangan Internasional bidang permesinan, bauma China sudah mengalami suatu sejarah yang gemilang selama 10 tahun, yang benar-benar menunjukkan cepatnya pertumbuhan sektor konstruksi di Cina. Pameran ini memperlihatkan suatu contoh yang sukses tentang suatu pameran yang ditangani bersama antara Cina dan Jerman.
Cina merepresentasikan suatu pasar kunci untuk para pemain internasional di industri ini juga pabrikan-pabrikan domestik, dan sebagai eksibisi peralatan konstruksi terbesar tidak hanya di Cina tetapi juga Asia seluruhnya, bauma China menampilkan banyak mesin baru baik dari pasar lokal, regional maupun dunia.
Salah satu fakta menarik tentang bauma Cina adalah bahwa pameran-pameran besar lain digelar di negara-negara maju – Bauma, ConExpo dan Intermat – bauma China yang diselenggarakan di Shanghai ini merupakan event terbesar di sebuah perekonomian yang sedang berkembang. Ini membuatnya menjadi suatu pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan pameran Bauma (Jerman), ConExpo (AS) dan Intermat (Prancis) dari sisi profil pengunjung, dan apa yang diluncurkan.
Dalam kaitan dengan mesin-mesin baru, bauma China sangat sedikit, jika ada, yang fokus pada ketentuan gas buang Tier 4 Final/Stage IV, suatu aturan yang begitu penting untuk pasar Eropa, Jepang dan Amerika Utara, dan yang menggerakkan desain peralatan untuk negara-negara maju. Banyak negara sedang berkembang yang tidak peduli dengan aturan emisi. Mereka tidak punya regulasi tentang engine diesel untuk sektor off-highway karena kelangkaan bahan bakar diesel berkualitas tinggi dan kadar sulfurnya rendah. Atau, kalau pun ada, pemberlakuannya tidak ketat. Ini tidak berarti bauma China tidak menghadirkan mesin-mesin baru. Ada banyak produk baru yang ditampilkan oleh para eksibitor di sana, namun inovasi berada dalam bidang yang tidak sama dengan isu kontrol gas buang.
Kunci bagi perusahaan-perusahaan yang ingin sukses di Cina dan pasar negara berkembang lainnya adalah dengan membangun mesin yang berada pada tingkat teknologi yang tepat, tahan lama dan dapat diandalkan. Tak perlu memproduksi mesin dengan teknologi papan atas setara di Eropa, Jepang atau Amerika Serikat; namun tantangannya adalah merancang mesin yang bekerja berjam-jam dalam lingkungan yang keras tanpa mogok, sekaligus menciptakan solusi perbaikan yang sederhana. Dan untuk melakukan semua itu dengan harga yang kompetitif bukanlah pekerjaan mudah. Mengemas sesuatu yang penuh teknologi dan membuatnya sangat mahal relatif mudah, tetapi membuat sesuatu yang cocok untuk tujuan dengan harga yang sesuai – ‘nilai engineering’ – adalah tantangan yang signifikan.
Meski ramai, bauma China 2014 tidak berhasil menghadirkan semua pemain besar industri mesin konstruksi. Caterpillar, misalnya, absen karena sedang fokus membuat desain model bisnisnya di sana. Dua perusahaan besar lainnya yang tidak tampak batang hidungnya dalam pameran kali ini adalah perusahan yang berbasis di AS, Case Construction, dan Shantui, salah satu brand asli Cina ini. bauma China 2016 tentu saja menjanjikan banyak kejutan, apalagi kalau perekonomian Tiongkok kembali pulih.







