30.7 C
Jakarta
Feb 18, 2020.
Image default

Ingin Tingkatkan Produksi, PT RDR Perkasa Beli Powerscreen

Kebutuhan pasir dan batu split yang terus meningkat di era pembangunan infrastruktur saat ini mendorong PT Rega Dan Refaldi Perkasa melakukan investasi mesin crusher baru, yakni Mobile Crusher Powerscreen.

PT Rega Dan Refaldi Perkasa (RDR Perkasa) melakukan investasi mesin crusher baru jenis mobile crusher merek Powerscreen untuk meningkatkan kapasitas produksi crushing plant miliknya yang beroperasi di daerah Subang dan Sumedang. Kebutuhan batu split diperkirakan akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. Apalagi Presiden Joko Widodo kembali menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas dalam lima tahun ke depan, sebagaimana diungkapkan dalam pidato pelantikannya pada 20 Oktober lalu.

Fokus pembangunan infrastruktur pada periode kedua ini, menurut Presiden Joko Widodo, adalah menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi. Selain itu, akan dibangun infrastuktur yang mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan keja baru, dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Batu split dan juga pasir merupakan material-material kunci yang sangat dibutuhkan untuk pengerjaan proyek-proyek infratruktur. Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang kebutuhan material bangunannya cukup tinggi seiring dengan makin giatnya pengerjaan berbagai proyek infrastruktur di kawasan ini.

PT RDR Perkasa sejak lama menyuplai batu split ke berbagai proyek infrastruktur di daerah Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Haji Yanyan Kusdian selaku pemilik PT Rega Dan Refaldi Perkasa kepada Equipment Indonesia sesaat setelah menerima penyerahan kunci secara simbolik dari PT Universal Tekno Reksajaya (UTR), Rabu (18/9/2019) di sela-sela acara Mining & Construction Indonesia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta. UTR yang bernaung di bawah UT Group merupakan distributor produk Powerscreen di Indonesia.

Haji Yanyan menuturkan, kapasitas produksi perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan galian C, khususnya batu andesit ini berkisar antara 100 ton hingga 150 ton per jam. Dengan kehadiran mesin Powerscreen, dia mematok target produksi yang cukup tinggi, yakni 180 hingga 200 ton per jam. “Minimal kapasitas produksi kami 180 hingga 200 ton per jam dengan penggunaan mesin Powerscreen ini,” ujarnya.

Ari Bagus Wibowo, Direktur UTR, berharap unit Powerscreen ini dapat menjadi solusi bagi RDR Perkasa sehingga benar-benar mendukung pasar infrastruktur yang sedang tumbuh pesat. Kebutuhan material, batu split, untuk dicampur dengan beton akan makin besar. Di sinilah pentingnya dukungan mobile crusher untuk memproduksi batu split dalam jumlah besar. Dan, karena mobile, alat ini bisa mengikuti di mana pun proyek Anda berada. “Mudah-mudahan Powerscreen bisa menjadi solusi bagi RDR Perkasa,” ujarnya.

Mesin Powerscreen ini akan dipasang di daerah Subang, Jawa Barat. Pasokan batunya berasal dari berbagai sumber. Haji Yanyan tidak meragukan performa unit ini, apalagi UTR sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh servis dengan menyediakan suku cadang maupun tim mekanik. 

“Setidaknya ketepatan janji UTR dalam memberikan garansi selama tiga tahun sesuai komitmen awal. Pasokan suku cadang dan tenaga teknisi harus benar-benar support karena mesin ini akan beroperasi penuh. After sales services sudah dipersiapkan semuanya. Termasuk ketersediaan suku cadang dan tim servis di jobsite agar memperlancar produksi. UTR akan menempatkan suku cadang dan tim teknis sekitar 3 hingga 4 orang di lokasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dasar ketertarikannya pada Powerscreen adalah karena produk ini benar-benar mobile, yang proses instalasinya mudah sehingga bisa langsung running dan berproduksi. Dari segi kapabilitas, Powerscreen menggunakan komponen-komponen kunci dari Terex, seperti cone jaw crusher, sementara engine-nya merek Caterpillar. Dari segi layanan purna jual, karena yang memegang produk ini adalah UTR yang berada di bawah UT Group, dia berharap servisnya akan bagus.

Related posts