
Caterpillar menyatakan akan menghentikan produksi produk-produk track drill, dan tidak akan menerima orer-order baru. Namun, pabrikan itu mengatakan pihaknya dan para dealer tetap memiliki komitmen terhadap customer-customer yang ada dan akan terus memberikan dukungan terhadap mesin-mesin yang sekarang beroperasi.Langkah tersebut merupakan rangkaian dari upaya konsolidasi berbagai divisi bisnis CAT yang diumumkan tahun lalu.
“Langkah-langkah ini, yang menjadi bagian dari restrukturisasi berkelanjutan Caterpillar, akan memungkinkan kami untuk fokus pada bidang-bidang bisnis yang menghasilkan pertumbuhan yang sustainable dan memberikan keuntungan jangka panjang,” ungkap Denise Johnson, group president yang bertanggung jawab untuk Resource Industries, dikutip dari aggbusiness.com (24/8). Produksi track drill yang akan dihentikan meliputi MD5150C dan MD5075C.
Langkah itu akan menyebabkan sekitar 200 tenaga kerja yang tersebar di beberapa fasilitas perusahaan itu terancam kehilangan lapangan kerja. Denise Johnson mengakui kondisi yang dialami saat ini sebagai kelesuan paling lama (dalam bisnis tambang) dalam sejarah perusahaan ini. Di Denison, Texas, di mana mesin-mesin track drill dibuat, sekitar 40 posisi akan dihilangkan sebagai akibat dari keluarnya kebijakan ini dan fasilitas lainnya.
Johnson menegaskan bahwa Caterpillar tetap berkomitmen terhadap pengembangan portofolio produk tambang yang luas. “Kami meyakini pertambangan adalah industri menarik yang berorientasi jangka panjang, dan kami terus berinvestasi dalam beragam produk, baik untuk tambang permukaan maupun underground. Kami menargetkan investasi-investasi kami dalam portofolio produk tambang berkonsentrasi pada bidang-bidang dengan produk-produk yang memiliki potensi keuntungan tertinggi,” ungkapnya.
Bersamaan dengan pernyataan itu, Caterpillar memperkirakan total pengurangan total tenaga kerja hingga 155 posisi pada fasilitasnya di Houston, Pennsylvania, AS, akan segera dilakukan.@




















