Mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, PT Multicrane Perkasa (MCP) memperkenalkan brand alat angkat baru, Maeda Mini Crane.
PT Multicrane Perkasa terus memperkuat posisi pasarnya di segmen lifting equipment (alat angkat) dengan memperkenalkan brand baru, Maeda Mini Crane. Sebelumnya perusahaan ini sudah mengageni Kato Crane dan Potain Tower Crane. Kehadiran mini crane tersebut diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan infrastruktur.
Maeda Mini Crane merupakan brand asal Jepang, yang dikenal sebagai spesialis mini crane. Prinsipalnya adalah Maeda Seisakusho, yang telah berpengalaman sejak tahun 1960 dalam memproduksi peralatan konstruksi. Menurut Suwandi Hudiman selaku Vice President Sales Marketing PT Multicrane Perkasa, kehadiran Maeda Mini Crane akan mengambil alih banyak pekerjaan dalam pengerjaan bangunan-bangunan tinggi yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Terdapat dua tipe Maeda Mini Crane yang diperkenalkan PT Multicrane Perkasa, yaitu Spider Crane dan Mini Crawler Crane. Suwandi mengatakan, Spider Crane sangat cocok untuk diaplikasikan pada proyek-proyek pembangunan gedung bertingkat. “Alat ini bisa menggantikan fungsi tower crane,” katanya dalam perbincangan dengan Equipment Indonesia di sela-sela acara pameran tersebut September silam.
Maeda Spider Crane memiliki jangkauan vertical sekitar 20 meter dan biasa digunakan untuk mengangkat material yang tidak terlalu berat. Pada proyek-proyek gedung bertingkat, Suwandi mencontohkan, crane kecil ini digunakan untuk mengangkat fasad atau kaca.
Spider Crane bisa berdiri di samping gedung yang sedang dibangun sebagaimana tower crane atau dipasang di dalam gedung. “Crane kecil ini memiliki acceleration wings dan wire rope yang bisa turun sampai 100 meter ke bawah sehingga bisa bekerja untuk 10 lantai sekaligus,” ia menjelaskan.
Selain untuk pembangunan gedung-gedung bertingkat, Spider Crane bisa digunakan pada area-area kerja yang sempit yang sulit dijangkau, seperti pembangunan fasilitas petrokimia dan pembangkit tenaga listrik. Biasaya dalam pembangunan fasilitas-fasilitas seperti ini terdapat banyak pipa dan kabel sehingga tidak memungkinkan penggunaan crane besar. “Maeda Mini Crane sangat cocok diaplikasikan pada area-area seperti ini,” ujar Suwandi.
Model Maeda Mini Crane lainnya adalah Mini Crawler Crane. Berbeda dengan Spider Crane yang harus menggunakan outrigger saat beroperasi, Mini Crawler Crane seperti crawler excavator tetapi ujungnya berupa crane. Aplikasinya kurang lebih sama. Maeda Mini Crawler Crane memiliki desain yang ringkas, sehingga cocok digunakan pada pekerjaan-pekerjaan konstruksi di terowongan atau jalan layang.
Dari segi instalasi, menurut Suwandi, baik Spider Crane maupun Mini Crawler Crane tidak merepotkan. “Proses pemasangannya cepat. Tinggal pasang kaki, panjangin boom, wire rope-nya sudah bisa langsung turun untuk mengangkat material ke tempat yang diinginkan,” kata Suwandi. Waktu yang dibutuhkan untuk menginstal Maeda Mini Crane sekitar 10 menit. Bandingkan dengan proses instalasi tower crane yang bisa berjam-jam, bahkan membutuhkan waktu sehari atau dua hari karena memerlukan fondasi yang kuat.
Suwandi menambahkan bahwa Maeda Mini Crane menawarkan dua opsi power, yaitu diesel dan elektrik. “Kalau tersedia kontak listrik di lokasi kerja, alat-alat ini bisa langsung dicolok dan siap beroperasi. Kalau tidak, maka Anda menggunakan diesel,” ujarnya.






















