Jakarta, Equipment Indonesia – Majalah International Construction, salah satu publikasi dari KHL Group, kembali merilis Yellow Table terbaru pada edisi Mei 2026, yang memuat performa penjualan 50 produsen alat berat terbesar dunia pada tahun 2025. Ke-50 perusahaan tersebut mencatatkan pendapatan tertinggi untuk ketiga kalinya dalam lima tahun terakhir dengan jumlah keseluruhan USD 246,6 miliar, meningkat 3,8% dari tahun lalu. Off-Highway Research mengklaim angka penjualan tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang masa. Menariknya, penjualan yang begitu kuat itu justru terjadi ketika dunia sedang digerogoti berbagai persoalan seperti peperangan, gangguan rantai pasok, krisis pekerja terampil, dan volatilitas politik global.
Menurut Off-Highway Research, laporan penjualan tersebut sama sekali tidak mengejutkan karena konstruksi adalah industri yang benar-benar penting dan terlepas dari masalah global. Dunia akan selalu membutuhkan pembangunan dan perbaikan jalan, pusat-pusat transportasi baru, dan kota-kota baru yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan populasi dunia yang terus berkembang.
Off-Highway Research adalah perusahaan konsultan dan riset data global yang menjadi penyedia data utama di balik penyusunan Yellow Table. Yellow Table membuat daftar peringkat tahunan yang memuat 50 produsen alat berat (Original Equipment Manufacturer / OEM) terbesar di dunia berdasarkan pendapatan penjualan. Data penjualan dan analisis pasar yang disediakan oleh Off-Highway Research digunakan oleh majalah International Construction untuk memverifikasi dan membuat peringkat 50 produsen alat berat terbesar di dunia (Yellow Table).

Tahun yang menjadi acuan angka penjualan, 2025, adalah tahun di mana Off-Highway Research mengatakan penjualan peralatan konstruksi global meningkat sebesar 2%. Secara umum, pasar di Eropa stagnan, Amerika Utara sedikit menurun (tetapi dari angka yang tinggi), dan Tiongkok mengalami pertumbuhan, seperti halnya sebagian besar pasar negara berkembang.Dari 50 produsen alat berat terbesar dunia dalam daftar Yellow Table 2025, posisi Caterpillar sebagai OEM dengan margin pendapatan terbesar dunia tidak tergoyahkan. OEM yang berbasis di negeri yang sedang dipimpin oleh Presiden Donald Trump ini melaporkan angka penjualan untuk tahun 2025 yang sangat mirip dengan angka penjualan tahun 2024. Ini lebih dari cukup untuk mempertahankan posisinya sebagai OEM terbesar di dunia berdasarkan penjualan. Komatsu kembali menempati posisi kedua.
Posisi berikutnya mengalami pergeseran. Produsen terbesar Tiongkok, XCMG, menjadi OEM terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan. Ini adalah posisi tertinggi yang pernah dicapai OEM Tiongkok di Yellow Table dan merupakan kesimpulan logis dari apa yang telah terjadi, kadang-kadang stabil, tetapi seringkali spektakuler, dalam peningkatan peringkat OEM-OEM besar Tiongkok. Ini juga merupakan hasil dari semakin banyaknya produsen-produsen Tiongkok yang menyasar pasar internasional. Belakangan ini setengah dari pendapatan banyak pemain besar Tiongkok bersumber dari pasar internasional.
John Deere turun satu peringkat ke posisi keempat, dengan peningkatan penjualan mereka dari tahun lalu tidak cukup untuk menahan laju XCMG. Liebherr tetap berada di posisi kelima, begitu pula Sany di posisi keenam, sebelum Volvo CE naik satu peringkat ke posisi ketujuh, bertukar tempat dengan Hitachi yang turun satu peringkat ke posisi kedelapan. Sepuluh besar dilengkapi oleh JCB dan Sandvik, yang menempati posisi yang sama seperti tahun lalu.
Dalam tabel tahun ini, dua brand terkemuka asal Korea yang sebelumnya terpisah, Hyundai dan Develon, digabung menjadi satu di bawah HD Construction Equipment, yang merupakan bagian dari HD Hyundai Group. Dampak dari penggabungan itu, angka penjualan keduanya sebagai entitas baru sekarang berada di nomor 15 dalam daftar tersebut.
Perusahaan terakhir dalam tabel tahun ini di nomor 50 adalah Kato Works, produsen peralatan konstruksi global Jepang yang memproduksi mobile crane, excavator, dan peralatan lainnya.
Sebagian besar kenaikan dan penurunan dalam tabel hanya satu atau dua peringkat. Sinoboom, yang pertama kali masuk ke Yello Table pada tahun 2024, sekarang berada di nomor 44 – jenis kenaikan yang telah kita lihat berkali-kali sebelumnya dari OEM-OEM Tiongkok.

Penurunan terbesar terjadi pada Kobelco, yang mungkin dapat dijelaskan karena masalah pada pasar domestiknya di Jepang. Pasar konstruksi Jepang yang biasanya stabil anjlok 12% pada tahun 2025, dengan pasar tersebut mengalami pukulan besar akibat kenaikan biaya material yang terus meningkat, kekurangan tenaga kerja, pengurangan investasi publik yang signifikan, dan kepercayaan konsumen yang lemah.
Bagaimana prediksi pergerakan penjualan alat-alat berat pada tahun 2026? Off-Highway Research memperkirakan sedikit peningkatan penjualan peralatan global pada tahun 2026 ini, meski banyak persoalan global yang mendera industri ini. Krisis Selat Hormuz, misalnya, berdampak nyata pada pergerakan barang di seluruh dunia dan ketersediaan bahan bakar. Dengan asumsi bahwa sebagian keadaan normal kembali, lembaga ini memprediksikan Yellow Table tahun depan kemungkinan besar akan terlihat mirip dengan yang tahun ini dalam hal angka total yang dihasilkan.
Menurut Off-Highway Research, berapapun prosentase kenaikan atau penurunan penjualan pada tahun depan, angka tersebut akan menjadi angka yang, dalam istilah historis, tinggi. Mungkin bukan rekor baru, tetapi kemungkinan besar akan menunjukkan sektor yang tetap sehat, meskipun tantangan-tantangan yang tampaknya tidak pernah berakhir terus dilemparkan dunia kepadanya. Sumber: KHL Group

















