
Proses bongkar/muat batu bara di kapal tongkang, penanganan metal scrap hingga pembersihan sampah di daerah aliran sungai membutuhkan aplikasi peralatan yang tepat karena kondisi medan yang menantang. Memindahkan batubara dari kapal tongkang ke mulut conveyor atau ke truk, contohnya, mengandalkan penggunaan mesin yang memiliki jangkauan panjang. Pembersihan berbagai jenis sampah di sungai juga memerlukan peralatan yang memiliki lengan yang panjang agar tidak tercebur ke dalam air.

Solusi untuk persoalan-persoalan tersebut, untuk menyebut beberapa saja di antaranya, adalah aplikasi peralatan material handler yang jangkauannya panjang. PT Multicrane Perkasa, dengan Liebherr material handler, menawarkan alat yang sangat lincah untuk pekerjaan tersebut. Sekilas bentuk alat ini seperti excavator. Yang membedakan adalah boom dan stick-nya yang jauh lebih panjang dibandingkan excavator. Leher yang jangkung itu sesuai dengan aplikasi mesin ini, yakni untuk penanganan material dengan jangkauan jauh. Tepatnya, mesin ini digunakan untuk pekerjaan lifting.
“Jadi, kalau excavator lebih banyak dipakai untuk pekerjaan digging (menggali) sedangkan material handler untuk pekerjaan lifting (mengangkat),” kata Suwandi Hudiman, Vice President Director PT Multicrane Perkasa, kepada Equipment Indonesia baru-baru ini.
Material handler bekerja dengan memindahkan barang, baik loading maupun unloading, baik barang curah maupun barang non curah seperti kayu dan metal scrap. Hanya dengan mengganti attachment di ujung lengannya yang panjang itu, alat ini dapat digunakan untuk mengangkat material sesuai kebutuhan aplikasi customer di lapangan.
Mesin material handler bekerja dengan mengandalkan jangkauan boom & stick unit dalam memindahkan material dan unit dalam posisi statis (tidak bergerak). Cara kerjanya berbeda dengan wheel loader, misalnya, yang mengadalkan movement unit tersebut. Itu sebabnya material handler sangat cocok dipergunakan dalam pekerjaan loading dan unloading material dari kapal atau barge.
Saat ini terdapat beberapa brand alat material handler yang beredar di pasaran. Salah satu pemainnya adalah Liebherr, yang diageni oleh PT Multicrane Perkasa. Perusahaan ini memperkenalkan beberapa model, dari model yang paling kecil LH 22 dan LH 30, model berukuran sedang LH 40,LH 60 dan LH 80 hingga kelas yang besar yaitu LH 110 dan LH 150 (180 ton). Selain ukurannya yang beragam, Liebherr menawarkan dua pilihan bahan bakar, yaitu mesin-mesin yang menggunakan diesel dan listrik.
Untuk mesin material handler jenis lower structure, Liebherr menawarkan dua model, yaitu yang menggunakan ban (wheel) dan track. Material handler yang menggunakan roda tentu memiliki kelebihan dalam melakukan manuver. Sedangkan mesin yang menggunakan track, cenderung untuk operasi yang lebih statis.
Perbedaan yang paling menonjol dari masing-masing model material handler Liebherr tersebut terletak pada jangkauannya. Jangkauan alat-alat ini mulai dari 10 meter (LH 22 ) sampai 32 meter (LH 150). Dari segi kapasitas unloading untuk barang curah, kemampuannya bisa sampai 1000 ton/jam untuk material batu bara.
Aplikasi mesin-mesin Liebherr material handler ini di Indonesia cukup beragam. Selain di industri batu bara, Multicrane juga menyasar industri pulp and paper. Bidang aplikasi lainnya adalah untuk pengerukan (pembersihan) sungai dan saluran air. “Liebherr material handler adalah alat yang sangat diandalkan oleh dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam menangani sampah di pintu air Manggarai saat terjadi hujan lebat di hulu sungai Ciliwung di Bogor. Fungsi mesin ini adalah untuk mengangkat segala jenis sampah yang terdapat di pintu air supaya air dapat mengalir dengan lancar sehingga mengurangi banjir di DKI Jakarta,” tutur Suwandi.
Keunggulan Liebherr material handler dibandingkan dengan cargo crane yang menggunakan wire rope adalah material handler mempunyai cycle time yang lebih cepat, yaitu 1 cycle hanya memerlukan waktu antara 25 sampai 30 detik, sedangkan crane yang mempergunakan wire rope, 1 cycle memerlukan waktu lebih dari 1 menit. Hebatnya lagi, material handling bisa dipergunakan untuk mengumpulkan batu bara yang tersisa tanpa harus mempergunakan alat tambahan lain, seperti wheel loader atau dozer. Kemudian, jangkauannya jauh lebih panjang, bisa sampai 32 meter.

Semua model Liebherr material handler ditenagai oleh engine Liebherr. Sekitar 80 persen komponen yang terpasang pada mesin-mesin ini dibuat oleh Liebherr sendiri. Hal ini memungkinkan sinkronisasi yang bagus antara satu bagian dengan bagian-bagian lain sehingga bisa menghasilkan performa yang sangat baik dan effisien.
Kisaran horsepower alat-alat ini dari yang paling kecil 177 HP sampai yang paling besar 543 HP. Untuk pemakaian bahan bakar, dengan adanya teknologi Liebherr-Energy Recovery Cylinder (ERC), maka konsumsi bahan bakar bisa dihemat sampai 30 persen. Sistem ini tidak hanya menghasilkan peningkatan kinerja yang terukur dan kapasitas penanganan yang lebih tinggi, tetapi juga, biaya operasi yang lebih rendah, pengurangan polusi udara serta menekan kebisingan.
Suwandi mencontohkan unit LH 60 dengan berat unit lebih dari 60 ton dan menggunakan engine 258 hp yang sudah memiliki populasi yang banyak di Indonesia, konsumsi bahan bakar per jam hanya berkisar antara 20 sampai 22 liter per jam. “Dengan pemakaian bahan bakar yang irit tentunya cost per ton dalam melakukan loading dan unloading batu bara akan sangat murah,” ujarnya.
Proses bongkar/muat batu bara di kapal tongkang, penanganan metal scrap hingga pembersihan sampah di daerah aliran sungai membutuhkan aplikasi peralatan yang tepat karena kondisi medan yang menantang. Memindahkan batubara dari kapal tongkang ke mulut conveyor atau ke truk, contohnya, mengandalkan penggunaan mesin yang memiliki jangkauan panjang. Pembersihan berbagai jenis sampah di sungai juga memerlukan peralatan yang memiliki lengan yang panjang agar tidak tercebur ke dalam air.
Solusi untuk persoalan-persoalan tersebut, untuk menyebut beberapa saja di antaranya, adalah aplikasi peralatan material handler yang jangkauannya panjang. PT Multicrane Perkasa, dengan Liebherr material handler, menawarkan alat yang sangat lincah untuk pekerjaan tersebut. Sekilas bentuk alat ini seperti excavator. Yang membedakan adalah boom dan stick-nya yang jauh lebih panjang dibandingkan excavator. Leher yang jangkung itu sesuai dengan aplikasi mesin ini, yakni untuk penanganan material dengan jangkauan jauh. Tepatnya, mesin ini digunakan untuk pekerjaan lifting.
“Jadi, kalau excavator lebih banyak dipakai untuk pekerjaan digging (menggali) sedangkan material handler untuk pekerjaan lifting (mengangkat),” kata Suwandi Hudiman, Vice President Director PT Multicrane Perkasa, kepada Equipment Indonesia baru-baru ini.
Material handler bekerja dengan memindahkan barang, baik loading maupun unloading, baik barang curah maupun barang non curah seperti kayu dan metal scrap. Hanya dengan mengganti attachment di ujung lengannya yang panjang itu, alat ini dapat digunakan untuk mengangkat material sesuai kebutuhan aplikasi customer di lapangan.
Mesin material handler bekerja dengan mengandalkan jangkauan boom & stick unit dalam memindahkan material dan unit dalam posisi statis (tidak bergerak). Cara kerjanya berbeda dengan wheel loader, misalnya, yang mengadalkan movement unit tersebut. Itu sebabnya material handler sangat cocok dipergunakan dalam pekerjaan loading dan unloading material dari kapal atau barge.
Saat ini terdapat beberapa brand alat material handler yang beredar di pasaran. Salah satu pemainnya adalah Liebherr, yang diageni oleh PT Multicrane Perkasa. Perusahaan ini memperkenalkan beberapa model, dari model yang paling kecil LH 22 dan LH 30, model berukuran sedang LH 40,LH 60 dan LH 80 hingga kelas yang besar yaitu LH 110 dan LH 150 (180 ton). Selain ukurannya yang beragam, Liebherr menawarkan dua pilihan bahan bakar, yaitu mesin-mesin yang menggunakan diesel dan listrik.
Untuk mesin material handler jenis lower structure, Liebherr menawarkan dua model, yaitu yang menggunakan ban (wheel) dan track. Material handler yang menggunakan roda tentu memiliki kelebihan dalam melakukan manuver. Sedangkan mesin yang menggunakan track, cenderung untuk operasi yang lebih statis.
Perbedaan yang paling menonjol dari masing-masing model material handler Liebherr tersebut terletak pada jangkauannya. Jangkauan alat-alat ini mulai dari 10 meter (LH 22 ) sampai 32 meter (LH 150). Dari segi kapasitas unloading untuk barang curah, kemampuannya bisa sampai 1000 ton/jam untuk material batu bara.
Aplikasi mesin-mesin Liebherr material handler ini di Indonesia cukup beragam. Selain di industri batu bara, Multicrane juga menyasar industri pulp and paper. Bidang aplikasi lainnya adalah untuk pengerukan (pembersihan) sungai dan saluran air. “Liebherr material handler adalah alat yang sangat diandalkan oleh dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam menangani sampah di pintu air Manggarai saat terjadi hujan lebat di hulu sungai Ciliwung di Bogor. Fungsi mesin ini adalah untuk mengangkat segala jenis sampah yang terdapat di pintu air supaya air dapat mengalir dengan lancar sehingga mengurangi banjir di DKI Jakarta,” tutur Suwandi.
Keunggulan Liebherr material handler dibandingkan dengan cargo crane yang menggunakan wire rope adalah material handler mempunyai cycle time yang lebih cepat, yaitu 1 cycle hanya memerlukan waktu antara 25 sampai 30 detik, sedangkan crane yang mempergunakan wire rope, 1 cycle memerlukan waktu lebih dari 1 menit. Hebatnya lagi, material handling bisa dipergunakan untuk mengumpulkan batu bara yang tersisa tanpa harus mempergunakan alat tambahan lain, seperti wheel loader atau dozer. Kemudian, jangkauannya jauh lebih panjang, bisa sampai 32 meter.
Spesifikasi
Semua model Liebherr material handler ditenagai oleh engine Liebherr. Sekitar 80 persen komponen yang terpasang pada mesin-mesin ini dibuat oleh Liebherr sendiri. Hal ini memungkinkan sinkronisasi yang bagus antara satu bagian dengan bagian-bagian lain sehingga bisa menghasilkan performa yang sangat baik dan effisien.
Kisaran horsepower alat-alat ini dari yang paling kecil 177 HP sampai yang paling besar 543 HP. Untuk pemakaian bahan bakar, dengan adanya teknologi Liebherr-Energy Recovery Cylinder (ERC), maka konsumsi bahan bakar bisa dihemat sampai 30 persen. Sistem ini tidak hanya menghasilkan peningkatan kinerja yang terukur dan kapasitas penanganan yang lebih tinggi, tetapi juga, biaya operasi yang lebih rendah, pengurangan polusi udara serta menekan kebisingan.
Suwandi mencontohkan unit LH 60 dengan berat unit lebih dari 60 ton dan menggunakan engine 258 hp yang sudah memiliki populasi yang banyak di Indonesia, konsumsi bahan bakar per jam hanya berkisar antara 20 sampai 22 liter per jam. “Dengan pemakaian bahan bakar yang irit tentunya cost per ton dalam melakukan loading dan unloading batu bara akan sangat murah,” ujarnya.
Beragam pilihan attachment
Liebherr menawarkan opsi-opsi atau konfigurasi-konfigurasi mesin untuk memenuhi persyaratan aplikasi tertentu. Selain itu, unit-unit material handler ini didukung dengan berbagai pilihan attachment untuk disesuaikan dengan aplikasi para customer. Berbagai jenis material, baik material-material curah seperti batu bara maupun non curah seperti kayu, serpihan-serpihan logam dan limbah industri lainnya, dapat ditangani dengan menggunakan mesin-mesin dengan lengan yang super panjang ini.
“Hanya dengan mengganti attachment di ujung lengannya yang panjang itu, mesin-mesin Liebherr material handler dapat digunakan untuk mengangkat material apapun sesuai kebutuhan aplikasi customer di lapangan,” kata Suwandi meyakinkan.
Mudah dioperasikan dan diservis
Liebherr mendesain produk-produk ini dengan mengutamakan kemudahan servis, yang menjamin waktu servis yang cepat, meminimalkan biaya perawatan melalui penghematan waktu. Semua titik perawatan mudah diakses dari tanah atau melalui titian dan platform, dan mudah dijangkau karena pintu servis yang besar dan terbuka lebar. Konsep servis yang simple ini menempatkan titik-titik perawatan berdekatan satu sama lain dan mengurangi jumlahnya seminimal mungkin. Artinya, pekerjaan servis dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Salah satu fokus perhatian Liebherr dalam mendesain mesin-mesin material handler ini adalah kemudahan servis. Desain komponen-komponen kunci yang membutuhkan pemeliharaan rutin menjamin waktu servis yang singkat, sehingga meminimalkan biaya perawatan melalui penghematan waktu. Semua titik perawatan mudah diakses dari tanah atau platform, dan mudah dijangkau karena pintu servis yang besar dan terbuka lebar. Konsep servis semakin disempurnakan dengan menempatkan titik-titik perawatan berdekatan satu sama lain dan mengurangi jumlahnya seminimal mungkin. Artinya, pekerjaan servis dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Yang tidak kalah pentingnya adalah desain kabin yang menawarkan kondisi terbaik untuk pekerjaan yang sehat dan produktif. Rancangan kabin mesin-mesin ini semakin bagus dalam hal ergonomi, kenyamanan operasi dan fungsionalitas. Sandaran tangan dapat dilipat yang memungkinkan operator dapat masuk dengan mudah dan aman. Mesin-mesin ini juga dapat dioperasikan dengan mulus dan presisi karena sudah dilengkapi dengan joystick ergonomis yang hadir sebagai kelengkapan standar. Gerakan-gerakan kemudi dapat dilakukan dengan nyaman menggunakan joystick, sehingga tidak perlu mengubah-ubah posisi selama siklus kerja. Ruang kaki juga makin lega plus pandangan yang jelas ke area kerja.
Beragam pilihan attachment
Liebherr menawarkan opsi-opsi atau konfigurasi-konfigurasi mesin untuk memenuhi persyaratan aplikasi tertentu. Selain itu, unit-unit material handler ini didukung dengan berbagai pilihan attachment untuk disesuaikan dengan aplikasi para customer. Berbagai jenis material, baik material-material curah seperti batu bara maupun non curah seperti kayu, serpihan-serpihan logam dan limbah industri lainnya, dapat ditangani dengan menggunakan mesin-mesin dengan lengan yang super panjang ini.
“Hanya dengan mengganti attachment di ujung lengannya yang panjang itu, mesin-mesin Liebherr material handler dapat digunakan untuk mengangkat material apapun sesuai kebutuhan aplikasi customer di lapangan,” kata Suwandi meyakinkan.
Liebherr mendesain produk-produk ini dengan mengutamakan kemudahan servis, yang menjamin waktu servis yang cepat, meminimalkan biaya perawatan melalui penghematan waktu. Semua titik perawatan mudah diakses dari tanah atau melalui titian dan platform, dan mudah dijangkau karena pintu servis yang besar dan terbuka lebar. Konsep servis yang simple ini menempatkan titik-titik perawatan berdekatan satu sama lain dan mengurangi jumlahnya seminimal mungkin. Artinya, pekerjaan servis dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Salah satu fokus perhatian Liebherr dalam mendesain mesin-mesin material handler ini adalah kemudahan servis. Desain komponen-komponen kunci yang membutuhkan pemeliharaan rutin menjamin waktu servis yang singkat, sehingga meminimalkan biaya perawatan melalui penghematan waktu. Semua titik perawatan mudah diakses dari tanah atau platform, dan mudah dijangkau karena pintu servis yang besar dan terbuka lebar. Konsep servis semakin disempurnakan dengan menempatkan titik-titik perawatan berdekatan satu sama lain dan mengurangi jumlahnya seminimal mungkin. Artinya, pekerjaan servis dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Yang tidak kalah pentingnya adalah desain kabin yang menawarkan kondisi terbaik untuk pekerjaan yang sehat dan produktif. Rancangan kabin mesin-mesin ini semakin bagus dalam hal ergonomi, kenyamanan operasi dan fungsionalitas. Sandaran tangan dapat dilipat yang memungkinkan operator dapat masuk dengan mudah dan aman. Mesin-mesin ini juga dapat dioperasikan dengan mulus dan presisi karena sudah dilengkapi dengan joystick ergonomis yang hadir sebagai kelengkapan standar. Gerakan-gerakan kemudi dapat dilakukan dengan nyaman menggunakan joystick, sehingga tidak perlu mengubah-ubah posisi selama siklus kerja. Ruang kaki juga makin lega plus pandangan yang jelas ke area kerja.
Liebherr material handler memindahkan batu bara dari tongkang ke conveyor (Foto: Multicrane)




















