Mengintip Operasi SDLG Motor Grader Pertama di Indonesia

Pekerjaan penanganan batubara mulai dari mulut tambang (site) hingga stockpile menuntut keterlibatan berbagai jenis peralatan supaya menjamin kelancaran operasi dan memastikan mesin-mesin bekerja dengan kapasitas maksimal. Selain mesin-mesin utama yang digunakan untuk penggalian, bongkar muat dan pengangkutan, juga dibutuhkan pemanfaatan alat-alat pendukung. Salah satu mesin pendukung yang banyak digunakan dalam operasi tambang adalah motor grader.
Motor grader biasanya beroperasi di stockpile untuk meratakan material batubara sehingga alat-alat berat lain bisa bekerja lebih leluasa, seperti yang terlihat pada stockpile PT KEPID Technology – salah satu perusahaan Korean Electric Power Industrial Development Co., Ltd (KEPID) di wilayah Kalimantan Selatan yang mengoperasikan motor grader SDLG. Perusahaan asal Korea Selatan ini adalah salah satu pemasok listrik terbesar, yang belakangan ini semakin memperluas wilayah operasinya ke berbagai negara, termasuk ke Tanah Air.
Stockpile itu menampung batubara yang sudah dihancurkan dan diangkut dengan menggunakan truk-truk dari crushing plant terdekat sebelum dimuat ke kapal yang sedang menunggu. Motor grader SDLG G9190 digunakan untuk menjaga area bongkar muat itu tetap rata dan mulus sehingga operasi-operasi on-site benar-benar optimal. Sebagai mesin pendukung, motor grader ini tidak bekerja sepanjang hari melainkan pada saat diperlukan saja.
Digunakan terutama sebagai mesin pendukung, manajer operasi PT KEPID Technology, Daniel Krismantoro, menjelaskan bahwa perusahaan itu tidak memerlukan sebuah mesin premium saat mempertimbangkan untuk mengoperasikan produk motor grader SDLG ini.
“Grader ini tidak beroperasi sepanjang hari, setiap hari, sehingga kami tidak memerlukan sebuah mesin yang mahal – kami hanya menggunakannya pada saat diperlukan,” ungkapnya.
Sejak di-delivery , Krismantoro menyatakan puas dengan performa motor grader SDLG G9190 ini. “Efisiensi bahan bakar dan tenaganya bersaing dengan brand motor grader lainnya, sehingga kami merasa mendapatkan deal yang baik sesuai harganya,” ia melanjutkan.
Motor grader G9190 diluncurkan pada pameran Mining Indonesia di Jakarta tahun lalu. Shandong Lingong Machinery Co., Ltd. (lebih dikenal sebagai Lingong) membuat beragam alat seperti wheel laoder, excavator dan mesin-mesin untuk membuat jalan raya dengan merek SDLG di fasilitas fabrikasi seluas satu juta meter persegi di Linyi, China.
Lingong merupakan salah satu pabrikan yang fokus pada upaya mengubah persepsi dari produk-produk buatan Cina dengan menyediakan peralatan yang kuat dan handal dengan biaya (operasi) yang lebih rendah. Salah satu faktor utama yang membantu pabrikan ini mencapai hal ini adalah proses desain dan manufakturingnya, yaitu Lingong Production System (LPS). Proses ini mengurangi sampah, meningkatkan efisiensi dan, yang paling penting, memaksimalkan kualitas.
Motor grader G9190 ditenagai dengan engine Dalian Deutz Stage II electronic injection rancangan Jerman dengan power rata-rata 146 kW. Engine ini tidak hanya menghemat energi tetapi juga memaksimalkan performanya. Engine yang tidak menimbulkan suara brisik ini juga cocok dengan electro-hydraulic transmission control system.
Fitur-fitur menarik lainnya adalah generation cab baru dengan falling-object and roll-over protection structure (FOPS/ROPS) demi menjaga keselamatan dan kenyamanan operator. Rancangan kabin itu menginkorporasikan tata letak ergonomik, seperti kursi penyerap guncangan, untuk memaksimalkan kenyamanan operator.
Bagi Rudi F, operator mesin di PT KEPID Technology, ini merupakan mesin SDLG pertama yang ia operasikan. “Saya terkesan dengan performanya – kemampuannya tidak kalah dengan brand-brand motor grader lain yang ia sudah operasikan – namun kabinnya lebih comfortable.”
Lingong memberikan layanan purna jual yang baik kepada para customer. Pabrikan ini memiliki jaringan servis global dan distribusi suku cadang yang terus berkembang. Unit motor grader miliki PT KEPID Technology ini dipasok oleh PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) selaku dealer SDLG untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
“Kami mendapat dukungan yang luar biasa dari IPPS,” tukas Krismantoro. “Bagi kami, hubungan yang baik dengan dealer lokal sangat penting,” ia menambahkan. IPPS, menurut dia, bertindak cepat, meski infrastruktur transportasi daerah Kalimantan sangat menantang. IPPS menggunakan segala cara supaya teknisi dan suku cadang bisa sampai dengan cepat di lokasi customer – sekalipun harus menelusuri sungai-sungai yang membelah pulau itu dengan menggunakan perahu motor dan/atau speedboat.





