34 C
Jakarta
Okt 23, 2020.
Agriculture Construction Construction EQ Equipment Industry Machines Tools Top News

Wijaya Machinery Perkasa Jadi Pionir Forklift Baterai Lithium

Chandra Onais, Marketing Division Head PT Wijaya Machinery dan forklfit bertenaga baterai lithium pada ajang Manufacturing Indonesia 2019

Salah satu tren yang makin menguat di pasar dunia dan juga Indoensia belakangan ini  adalah mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Selain karena dianggap sebagai penyumbang emisi karbon, yang mencapai sekitar 70%, ketersediaan energi fosil ke depan makin berkurang. Itu sebabnya dalam beberapa tahun belakangan, wacana mengenai mesin-mesin bertenaga listrik, termasuk forklift elektrik, kian sering terdengar. Bahkan sejumlah produsen dan/atau dealer sudah memperkenalkan forklift bertenaga listrik.

PT Wijaya Machinery Perkasa, misalnya, sudah mulai memasok electric forklift bertenaga baterai lithium ke pasar Indonesia. Perusahaan yang berdiri tahun 2003 ini adalah distributor berbagai peralatan industri, termasuk forklift. Dengan menggunakan brand Cosmec by EP, perusahaan ini menjual berbagai tipe forklift mulai dari kelas 1,5 ton hingga 15 ton. Untuk forklift bertenaga baterai lithium, Wijaya Machinery Perkasa sudah menyediakan yang kelas 1,5 ton, 2 ton, 3 ton dan 5 ton.

Pada ajang Manufacturing Indonesia 2019 lalu, perusahaan yang berkantor pusat di Penjaringan, Jakarta Utara ini, selain memamerkan sejumlah produk yang didistribusikannya, juga mendisplai forklift  kelas 2 ton yang bertenaga baterai lithium.

Chandra Onais, Marketing Division Head PT Wijaya Machinery Perkasa mengatakan di Indonesia pihaknya termasuk pelopor forklift bertenaga baterai lithium.  “Untuk brand-brand lain setahu saya masih menggunakan baterai standar, lead acid battery,” ujarnya saat ditemui Equipment Indonesia di sela-sela pameran Manufacturing Indonesia 2019, Kamis (5/12).

Menjelaskan keunggulan-keunggulan baterai lithium, Chandra mengatakan waktu pengecasannya 4 kali lebih cepat dibandingkan lead acid battery. Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterei lithium 2 hingga 2,5 jam. Sedangkan pada baterai standar dibutuhkan waktu 8-10 jam.

“Jadi, 4 kali lebih cepat pengecasannya dengan working time yang sama. Untuk continue full loading bisa dipakai 4-5 jam, sama seperti baterai standar semuanya. Bukan berarti pengecasannya lebih cepat pemakaiannya juga lebih cepat. Tidak,” ujarnya.

Dari segi usia pakai, ia menyebut keunggulan lainnya, umur baterai lithium lebih lama, tiga hingga empat kali lebih lama dibandingkan baterai biasa. “Umur baterai standar biasanya dihitung berdasarkan frekuensi pengecasannya. Kalau baterai lithium umurnya bisa sampai 2.000 cycle,” ujarnya.

Setelah mencapai siklus 2.000 kali pengecasan, menurut Chandra, baterai lithium masih bisa menjaga performanya sebesar 75%. “Dalam kondisi normal, kalau pengecasannya full, pemakaiannya bisa sampai sekitar 4-5 jam. Tetapi setelah mencapai 2.000 cycle, mungkin pemakaiannya sekitar 3 atau 3,5 jam dengan pengecasan hanya selama 2 jam,” ujarnya.

Keunggulan lain pada forklift elektrik bertenaga baterai lithium kelas tiga ton, menurut Chandra, bisa tahan air dan debu. “Selama ini orang-orang mengatakan forklift elektrik tidak bisa kena hujan. Namun forklift bertenaga listrik kami yang 3 ton sudah didesain untuk water proof dan anti debu. Jadi, pengerjaan di medan yang kasar pun bisa,” ujarnya berpromosi. #

 

 

464 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts