JAKARTA, Equipment Indonesia – Penjualan alat berat sepanjang 2025 dan tahun depan diyakini tetap mengalami pertumbuhan, meski tidak terlalu signifikan. Walaupun demikian, tantangan yang dihadapi para produsen alat berat sepanjang 2026 bakal tidak mudah karena kondisi perekonomian global yang belum menentu dan penuh tantangan.
Hal itu disampaikan Ketua IV Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Immawan Priyambudi dan General Manager Rental & Used Equipment Trakindo Rozy Andrianto dalam acara Bincang Perspektif Trakido bertajuk “Strategi Efisiensi untuk Bisnis Berkelanjutan” yang berlangsung di Jakarta, Selasa 25 November 2025.
Hadir juga memberi kata sambutan pada acara itu Chief Operating Officer – Power System & Marketing Services Trakindo David Freddyanto. Sementara narasumber lainnya adalah Director of Operaton PT Ksatria Mitra Kontraktor Indonesia (KMKI) Bhondan Suryo Broto.
Immawan menjelaskan, meski kondisi perekonomian Indonesia sepanjang 2025 ini tidak menentu, tetapi penjualan alat berat tetap mengalami pertumbuhan. Menurutnya, sejak awal tahun hingga Juni 2025, pertumbuhannya hampir mencapai 31%. Namun begitu, pertumbuhannya sedikit melambat sejak Juli 2005 hingga saat ini.
Hanya saja Immawan tetap optimistis hingga akhir tahun nanti, yang tinggal satu bulan lagi, pertumbuhan penjualan alat berat di Indonesia tetap mengalami pertumbuhan. Dia yakin hingga akhir 2025 nanti, penjualan alat berat dari berbagai merek di Indonesia bisa tembus 23.000 unit.
Sementara untuk tahun depan, Immawan juga optimistis penjualan alat berat tetap mengalami pertumbuhan, meskipun tidak terlalu signifikan. Dia memperkirakan pertumbuhan penjualan alat berat tahun depan bisa mencapai 5%. Itu terjadi karena adanya proyek ketahanan pangan dari pemerintah lewat proyek food estate, termasuk proyak yang sudah mulai digarap pemerintah di Merauke, Papua, serta proyek-proyek lainnya.
Tentang penualan alat berat tahun depan itu, Rozi Andrianto juga memperkirakan bahwa kondisinya bakal berat dan tidak mudah bagi semua produsen alat berat. Selain karena kondisi perekonomian yang masih belum menentu, juga karena brand-brand pendatang baru, terutama dari China, yang menyerbu pasar Indonesia. Mereka ini juga mengalami pertumbuhan.
Untuk menghadapi kondisi yang tidak mudah itu, kata Rozi, yang bisa dilakukan Trakindo adalah tetap menjaga kedekatan dengan para pelanggan. “Acara ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga kedekatan dengan para pelanggan itu. Kali ini kami mengajak PT KMKI. Mungkin lain kali kami mengajak klien lain,” ucapnya. [EI]




















