Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BusinessPress ReleaseTop News

PUPR Tawarkan Investasi 6 Proyek Senilai Rp 80,84 Triliun

71
×

PUPR Tawarkan Investasi 6 Proyek Senilai Rp 80,84 Triliun

Share this article
Example 468x60
Kegiatan market sounding yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan melalui video conference pada Kamis (30/4) di Jakarta (Foto: PUPR)

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menawarkan proyek jalan tol dan jembatan yang rencananya akan digarap setelah pandemi virus corona COVID-19 sudah melewati puncaknya. Proyek-proyek yang ditawarkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu senilai Rp 80,84 triliun. Kementerian PUPR melakukan penjajakan secara virtual (market sounding) untuk ke-6 proyek infrastruktur tersebut.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam rilisnya, Jumat (1/5), menyebutkan proyek-proyek yang direncanakan itu terdiri dari Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 km dengan nilai investasi Rp 15,53 triliun, Jalan Tol Layang Cikunir-Ulujami sepanjang 21,5 km dengan nilai investasi Rp 21,57 triliun dan Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km dengan investasi Rp 15,38 triliun.

ALTRAK

Kemudian Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,7 km dengan nilai investasi Rp 7,53 triliun, Jalan Tol Semarang Harbour sepanjang 21,03 km dengan nilai investasi Rp 12,05 triliun, dan Jembatan Batam-Bintan dengan nilai investasi Rp 8,78 triliun.

Proyek-proyek tersebut, menurut Menteri Basuki, memiliki peran penting sebagai tulang punggung dalam pengembangan konektivitas antar wilayah. “Apa yang tengah kita kerjakan sekarang adalah bagian dari persiapan kita untuk dapat segera take off saat Pandemi Covid-19 ini berakhir. Jadi dari sekarang sudah harus kita mulai persiapannya agar kita bisa langsung bekerja setelah pandemi ini berlalu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek-proyek tersebut memiliki prospek investasi yang baik dan kehadirannya sudah ditunggu oleh masyarakat. Jalan Tol Akses Patimban, misalnya,  yang tersambung dengan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Pelabuhan Patimban yang segera menjadi pelabuhan kargo, terutama untuk ekspor mobil. Nantinya, Jalan Tol Akses Patimban juga tidak hanya menghubungkan Patimban dengan Jalan Tol Cipali, melainkan juga melayani dan menghubungkan kawasan-kawasan di sepanjang tol ini.

Baca Juga :  Menelusuri Kembali Jejak LiuGong di Kalimantan Barat

Sementara Jalan Tol Semarang Harbour akan menghubungkan antara kawasan industri di wilayah Kendal dengan Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang. Tol tersebut akan berhubungan langsung dengan Tol Semarang-Demak sehingga terjalin sistem jalan tol untuk logistik yang baik. Sedangkan pembangunan Jembatan Batam Bintan diharapkan semakin membuka peluang pengembangan kawasan industri dan kawasan pariwisata yang bertumpu pada keindahan alam di Provinsi Kepulauan Riau.

Market sounding merupakan forum yang diinisiasi Pemerintah untuk menyampaikan informasi menyeluruh terkait rencana pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU kepada pasar atau calon investor. Selain itu, untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat calon investor terhadap proyek yang ditawarkan Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) atau Government Contracting Agency.

Iklan Berca