Jakarta, Equipment Indonesia – PT Trakindo Utama (Trakindo) memperkuat empat pilar utama sebagai solusi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan para pelanggan di berbagai industri.
Keempat pilar utama solusi terintegrasi itu adalah End to End Capabilities, Operational Excellence, Customer Partnership, dan Future Readiness.
Keempat hal itu dijelaskan oleh Division Head Construction & Forestry Agriculture Trakindo Palti Timeyer Hutajulu dalam wawancara khusus dengan tiga media, termasuk Majalah Equipment Indonesia, di kantornya, bilangan Jakarta Selatan, Senin 29 Juni 2026.
Lebih lanjut Palti – panggilannya – menjelaskan, melalui End to End Capabilities (kemampuan ujung ke ujung), Trakindo mendukung pelanggan dengan kapabilitas terintegrasi mulai dari alat, suku cadang, servis, solusi digital, hingga pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja untuk membantu menciptakan operasional yang lebih optimal.
“Pendekatan ini dirancang untuk memastikan pelanggan memperoleh dukungan yang dibutuhkan di setiap tahap perjalanan operasional mulai dari perencanaan, operasional, hingga pengembangan bisnis jangka panjang,” jelasnya.
Sementara dengan Operational Excellence (Operasional yang sangat bagus), Trakindo ingin membantu pelanggan mengoptimalkan kinerja aset di tengah tuntutan produktivitas dan efisiensi yang semakin tinggi.
“Bagi pelanggan, alat berat bukan sekadar aset, tetapi bagian penting dari produktivitas operasional yang harus memberikan kontribusi nyata setiap hari,” jelasnya.
Sehingga dengan Operational Excellence, kata dia, Trakindo ingin meningkatkan uptime atau tingkat kesiapan alat untuk beroperasi kapan saja.
Dengan demikian, Trakindo ingin menjamin dan memastikan tingkat produktivitas dan efisiensi operasional di sisi pelanggan.
“Sementara melalui Customer Parnership (kemitraan dengan pelanggan), Trakindo membangun kolaborasi jangka panjang dengan memahami kebutuhan dan tantangan operasional pelanggan secara lebih mendalam sehingga solusi yang dihadirkan dapat memberikan dampak yang relevan bagi operasional mereka,” jelas Palti yang juga pernah bekerja di pertambangan di Mongolia dan Rusia.
Namun begitu, Trakindo tidak hanya menekankan kesiapan mesin/alat dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam operasional para pelanggannya.
Sebaliknya, mereka juga menaruh perhatian penuh pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan berbagai solusi dan teknologi tersebut.
“Karena itu, melalui Future Readiness (kesiapan masa depan), Trakindo terus memperkuat kapabilitas yang mendukung digitalisasi, keberlanjutan, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja,” jelasnya.
Dia meneruskan, “Pemanfaatan data dan teknologi juga membantu pelanggan mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat sehingga operasional dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.”
Pada bagian lain Palti berharap, dengan keempat solusi yang terintegrasi tersebut, Trakindo dapat membantu para pelanggan menjawab tantangan dan tuntutan produktivitas dan efisiensi yang semakin tinggi di industri infastruktur, kehutanan, pertanian atau bahkan pertambangan. [EI]




















