26.2 C
Jakarta
24 Jan, 2021.

Mengapa INTA tertarik dengan LiuGong?

Merespons maneuver yang begitu agresif dari brand-brand alat berat asal Tiongkok di pasar Indonesia, PT Intraco Penta Tbk (INTA) beralih memegang keagenan alat berat merk LiuGong. 

Setelah resmi ‘bercerai’ dengan Volvo Construction Equipment (Volvo CE) pada akhir Maret 2020, PT Intraco Penta Tbk cepat move on. Hanya sekitar satu bulan kemudian, perusahaan dengan kode saham INTA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berlabuh ke LiuGong Machinery Co., Ltd (LiuGong). Aliansi dengan brand asal China ini dilakukan untuk menangkap peluang agresifnya produk-produk alat berat asal negeri Tirai Bambu itu ke pasar Indonesia.

Melalui anak usahanya, PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) yang memegang keagenan produk-produk Volvo CE sebelumnya, INTA melakukan kontrak kerja sama dengan PT Liugong Machinery Indonesia pada 1 Mei 2020. Melalui kerja sama ini, IPPS menjadi agen untuk alat berat brand LiuGong. LiuGong sendiri sudah memiliki basis di Indonesia dengan mendirikan PT Liugong Machinery Indonesia yang diresmikan awal tahun 2020 silam.

Bermitra dengan dengan brand asal negeri Tirai Bambu bukan tanpa alasan. Direktur Utama INTA, Petrus Halim, mengatakan dalam delapan tahun terakhir sejak tahun 2012, brand-brand alat berat asal China begitu agresif masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, pangsa pasar produk-produk alat berat asal China pada tahun 2012 masih sekitar 4%, tetapi dalam beberapa tahun belakangan semakin mengalami kenaikan signifikan.

“Pada tahun 2020 alat-alat berat dari China berhasil menguasai pasar hingga 32% dan di sini ada peluang besar yang kita bidik untuk pertumbuhan di masa depan,” ungkap Petrus saat paparan publik secara online pada Rabu 23 Desember 2020.

LiuGong sendiri merupakan salah satu brand terkemuka asal Tiongkok yang pasarnya sedang tumbuh pesat di Indonesia. Menurut Petrus, pada tahun 2020, pangsa pasar LiuGong di Indonesia sudah mencapai 4% hingga 5%. “Hal ini menunjukkan posisi LiuGong di Indonesia bertumbuh terus dengan baik sehingga diharapakan bisa memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan,” ucapnya berharap.

LiuGong sebenarnya bukan pendatang baru di pasar alat berat Indonesia. Pabrikan yang bermarkas di Liuzhou, Guangxi, China ini sudah mulai menggarap pasar Indonesia sejak tahun 2003. Lini produk LiuGong sangat lengkap mulai dari excavator, wheel loader, bulldozer, motor grader, roller dan lain-lain.

Sebetulnya INTA tidak asing lagi dengan LiuGong Group karena jauh sebelum menjadi dealer produk-produk LiuGong, IPPS sudah mengageni Dressta Dozer. Mesin gusur yang dikenal sangat tangguh ini merupakan brand asal Polandia yang diakuisisi oleh LiuGong. @

(Untuk informasi lengkapnya, silahkan baca Majalah Equipment Indonesia versi cetak maupun digital) 

 

Related posts