26.2 C
Jakarta
24 Jan, 2021.

Kubota Kembangkan Smartphone App

Kubota mengembangkan aplikasi telepon pintar (Smartphone App) untuk memudahkan mengatasi kerusakan-kerusakaan pada mesin.

Augmented Reality (AR) digunakan untuk menunjukkan lokasi-lokasi kerusakan. (Foto: Kubota Corp)

Kubota Corporation (Kubota) mengumumkan pengembangan Kubota Diagnostics, sebuah aplikasi untuk mendiagnosis kerusakan-kerusakan mesin konstruksi. Perangkat ini sudah diluncurkan di AS pada 8 Desember 2020 dan akan diluncurkan di pasar global secara bertahap pada tahun 2021 ini. Aplikasi tersebut memudahkan proses diagnosis kerusakan mesin untuk mengurangi downtime dalam menangani peralatan yang rusak. Perangkat ini juga membantu meningkatkan kualitas layanan purna jual dengan mengumpulkan informasi-informasi secara efisien tentang ciri-ciri kerusakan.

Dikutip dari rilis Kubota (21/12/2020), perusahaan itu meluncurkan aplikasi itu di AS mulai Desember 2020, dengan rencana peluncuran berturut-turut di pasar global mulai tahun 2021.

Pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan. Pertama, berkurangnya penggunaan mesin-mesin konstruksi secara langsung menyebabkan turunnya keuntungan pelanggan atau pengguna alat. Jadi, sangatlah penting kalangan pabrikan ataupun dealer untuk meminimalkan, sejauh mungkin, downtime mesin yang disebabkan oleh kerusakan.

Kedua, produk-produk yang rusak biasanya diperbaiki oleh teknisi servis di dealer. Biasanya, mereka mendiagnosis kerusakan alat dengan merujuk ke petunjuk-petunjuk manual yang saat ini sudah online (online manual). Dalam banyak kasus, mencari informasi secara online tidak hanya menghabiskan waktu tetapi juga ujung-ujungnya menghubungi langsung ke Kubota untuk mencari tahu penanganan lebih lanjut. Cara kerja seperti ini mengakibatkan downtime mesin berkepanjangan.

Ketiga, Kubota Diagnostics adalah aplikasi tablet/smartphone yang dirancang untuk digunakan oleh para teknisi servis. Perangkat ini menyediakan proses aliran diagnostik untuk menentukan kerusakan berdasarkan kode-kode kerusakan yang ditampilkan pada panel kontrol pengemudi, dan gejala-gejala yang sebenarnya. Aplikasi ini menggunakan model 3D dan AR (augmented reality) untuk memudahkan diagnosis kesalahan-kesalahan dengan cepat dan efisien, yang membantu mengurangi downtime mesin.

Keempat, aplikasi ini memungkinkan Kubota mengumpulkan informasi-informasi secara efisien tentang ciri-ciri kerusakaan, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan purna jual, memprediksi potensi-potensi kerusakan pada masa mendatang, dan lebih mencerminkan kebutuhan pelanggan dalam pengembangan produk ke depan.

Aplikasi Kubota tersebut memiliki beberapa fitur utama. Pertama, diagnosa kesalahan langkah demi langkah. Aplikasi ini secara otomatis menampilkan titik-titik inspeksi dan prosedur-prosedur perbaikan setelah memasukkan kode kerusakan atau gejala kesalahan yang dihasilkan oleh mesin, yang menghasilkan diagnosis yang cepat dan efisien.

Kedua, informasi terbaru. Informasi produk dan kesalahan dapat dibagikan dengan para teknisi secara real time untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja dan memfasilitasi pelatihan bagi para teknisi yang belum terampil.

Ketiga, Model 3D dan AR. Teknisi dapat merujuk panduan tentang lokasi-lokasi kerusakan, berdasarkan model 3D dan AR, dengan mengarahkan kamera smartphone ke produk, sehingga meningkatkan efisiensi kerja. (Sumber: Kubota Corp)

 

Related posts