Jakarta, Equipment Indonesia – United Tractors (UT) School berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Kanitra Mitra Jaya Utama (KAMAJU) menyelenggarakan Program Basic Mechanic Course untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional PTBA Tanjung Enim.
Program tersebut berhasil meluluskan 19 mekanik alat berat siap kerja yang berasal dari Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Muara Enim.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, sebagaimana disampaikan lewat pernyataan tertulis Corporate Communication UT School Tri Ilma Septiana yang diterima di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026 menegaskan, PTBA bersama KAMAJU, dan UT melalui UT School menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia agar dapat mendorong kemandirian ekonomi daerah, sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
“Kami percaya bahwa investasi terbesar perusahaan berakar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program Basic Mechanic Course yang difasilitasi oleh UT melalui UT School sebagai Lembaga Pelatihan Kerja hadir untuk membuka ruang pertumbuhan bagi generasi muda di area operasional kami melalui penguasaan kompetensi mekanik berbasis kebutuhan pasar,” kata Eko Prayitno dalam sambutannya.
Dia meneruskan, “Langkah ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PTBA dalam menciptakan shared value, memperluas akses lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.”
Melalui program Basic Mechanic Course yang dilaksanakan selama 3 bulan, para peserta telah berhasil menyelesaikan rangkaian pelatihan dan pendidikan yang meliputi pembinaan mental dan sikap (bintalsik), pembelajaran teknik alat berat berbasis teori, serta simulasi praktik lapangan.
Program tersebut dirancang secara sistematis tidak hanya untuk meningkatkan keahlian teknis (hard skills), namun juga membentuk mentalitas kerja yang profesional (soft skills) yang mengutamakan budaya safety di tempat kerja.
Senada, Deputy Site Manager UT Site Tanjung Enim, Sulaiman menekankan, budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan nilai fundamental yang wajib diimplementasikan oleh seluruh insan industri.
“Kompetensi teknis harus selalu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Safety bukan hanya menjadi aturan, tetapi harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja,” ungkapnya.
Kepala Sekolah UT School Tanjung Enim, Edi Kurniawan, menginformasikan bahwa seluruh rangkaian program pelatihan telah berjalan dengan optimal serta selaras dengan kurikulum dan target kompetensi yang telah ditetapkan.
“Dengan telah terselenggaranya program Basic Mechanic Course, kami optimistis bahwa keterampilan teknis dan pengalaman praktik yang diperoleh peserta selama mengikuti pendidikan pelatihan yang diselenggarakan oleh UT School Tanjung Enim dapat menjadi pondasi kuat bagi seluruh peserta untuk memasuki dunia kerja yang kompetitif sekaligus memperkokoh keahlian mereka di bidang mekanik alat berat,” ucapnya.
Sementara itu Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mendorong para lulusan untuk terus memelihara semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning) serta terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat kapabilitas diri di tengah dinamika industri modern.
“Kelulusan dari Program Basic Mechanic Course bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan kompetensi. Dunia industri akan terus berkembang, sehingga semangat untuk belajar dan beradaptasi harus terus dijaga agar mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, keberhasilan peserta dalam menuntaskan seluruh tahapan pelatihan dikukuhkan secara resmi melalui seremoni penyerahan sertifikat dan penyematan tanda kelulusan.
Sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan dan motivasi belajar selama program berlangsung, PTBA, KAMAJU dan UT School Tanjung Enim menganugerahkan penghargaan khusus kepada lima peserta pelatihan terbaik.
Para penerima apresiasi ini dinilai mempunyai prestasi yang gemilang, baik dalam penguasaan materi akademik, keandalan praktik lapangan, maupun keteladanan dalam aspek kedisiplinan dan karakter. [EI]
Sumber UT




















