26.3 C
Jakarta
Jul 12, 2020.
Equipment Agriculture Construction Construction EQ Industry Press Release Top News

Berapa pertumbuhan pasar compact wheeled loader pada 2030?

Sebuah laporan menyoroti bagaimana pasar mesin-mesin compact wheeled loader bisa tumbuh mencapai nilai USD6 miliar pada tahun 2030, tentu saja setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Pasar global untuk compact wheeled loader bisa tumbuh sebesar USD6 miliar hingga 2030 (Foto: Mike Woof)

Laporan Future Market Insights (FMI) mencatat bahwa meski proses produksi terhenti karena pandemi COVID-19, namun compact wheeled loader tetap hadir sebagai mesin yang serba guna dan sudah digunakan di beberapa industri, yang digunakan untuk memuat material-material dari satu tempat ke tempat lain yang membuat unit-unit ini menjadi alat yang semakin menarik.

Alat-alat ini digunakan dalam jumlah besar di industri konstruksi, di mana mereka menjadi batu loncatan antara skid steer loader dan wheel loader ukuran sedang hingga besar. Selain itu, mesin-mesin wheel loader yang ramping ini digunakan di sektor-sektor industri dan utilitas.

Minat yang meningkat terhadap potensi mesin-mesin compact wheel loader yang bertenaga listrik untuk mencapai emisi nol karbon akan semakin mendorong pertumbuhan pasar mesin kecil ini. Menurut laporan penelitian baru FMI, permintaan untuk mesin-mesin compact wheeled loader akan tumbuh di Amerika Latin, Oceania, dan Asia Selatan yang diperkirakan tumbuh pada kecepatan yang signifikan, karena aktivitas-aktivitas konstruksi yang sedang berlangsung dan investasi-investasi infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut.

Kegiatan konstruksi diperkirakan akan tetap menjadi aplikasi utama di pasar global, dan memegang pangsa pasar yang mendominasi sepanjang periode perkiraan. Para pemain industri utama fokus pada peluncuran produk-produk baru yang didorong oleh teknologi-teknologi canggih untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam lanskap pasar compact wheel loader global.

Krisis kesehatan global, COVID-19,  yang sedang berlangsung diperkirakan berdampak negatif terhadap pasar peralatan konstruksi secara keseluruhan, karena ketidakaktifan yang berkepanjangan dalam industri konstruksi, gangguan aliran-aliran dana untuk operasi, dan keterlambatan jadwal proyek-proyek konstruksi secara keseluruhan.

Sebagai langkah pencegahan terhadap krisis COVID-19, sebagian besar produsen telah memprioritaskan keselamatan tenaga kerja dan menutup sebagian besar fasilitas produksi mereka untuk jangka waktu terbatas.

Di wilayah-wilayah tertentu, industri peralatan konstruksi menghadapi tantangan untuk memenuhi standar-standar yang ketat. Standar-standar ini mengharuskan para produsen untuk berinvestasi dalam teknologi baru, yang menggerogoti keuntungan investasi (ROI) mereka.

Pasar mesin-mesin compact wheel loader terkonsolidasi karena jumlah pabrikan di seluruh dunia saat ini semakin terbatas. Pengenalan produk-produk yang maju secara teknologi sambil mematuhi peraturan-peraturan lingkungan yang semakin ketat adalah salah satu strategi utama yang diadopsi oleh produsen-produsen terkemuka, di seluruh dunia.

Pemerintah-pemerintah di seluruh dunia memberlakukan regulasi-regulasi yang semakin ketat untuk mengurangi jejak karbon. Mesin-mesin wheel loader kecil yang bertenaga listrik mengurangi emisi karbon sekitar 30% dibandingkan dengan peralatan konstruksi konvensional, mengingat teknologi engine-nya yang canggih. (Sumber: aggbusiness.com)

132 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts