Hitachi Construction Machinery akan bertransformasi menjadi LANCROS mulai 1 April 2027. Nama brand boleh berubah, tetapi komitmen perusahaan kepada customer tetap sama.
Jakarta, Equipment Indonesia – Mulai 1 April 2027, Hitachi Construction Machinery akan menggunakan nama merek baru, “LANDCROS.” Nama perusahaan dan nama brand baru itu akan diterapkan pada seluruh peralatan, suku cadang, dan jaringan dealer di seluruh dunia, termasuk PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Meski nama merek akan berubah, mesin-mesin LANDCROS akan tetap mempertahankan penamaan model serta warna yang sama. Hitachi menyatakan bahwa semua aspek utama perusahaan lainnya, termasuk struktur organisasi, manufaktur peralatan, penawaran produk, dan kebijakan garansi, tidak akan mengalami perubahan. Para pelanggan juga dapat terus bekerja sama dengan dealer-dealer resmi yang sama untuk layanan dan dukungan.
PT Hexindo Adiperkaa Tbk (Hexindo) adalah dealer tunggal produk-produk Hitachi Construction Machinery di Indonesia. Apa saja upaya-upaya yang dilakukan perusahaan ini untuk menumbuhkan kesadaran merek LANDCROS di Tanah Air? Kami mewawancarai Dwi Swasono, President Director PT Hexindo Adiperkasa Tbk, untuk mengetahui lebih jauh mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh Hexindo menuju nama brand baru tersebut.
Transformasi nama HITACHI menjadi LANDCROS, kata Dwi Swasono, merupakan bagian dari langkah Hitachi Construction Machinery untuk memasuki tahap baru dalam perjalanan perusahaan menuju 100 tahun berikutnya, dengan tetap berlandaskan pada pengalaman, teknologi, dan kepercayaan yang telah dibangun selama lebih dari 75 tahun.
Perubahan ini juga mencerminkan evolusi perusahaan dari yang sebelumnya dikenal sebagai produsen mesin konstruksi dan pertambangan menjadi solution provider yang mampu memberikan solusi yang lebih luas bagi berbagai tantangan customer.

“Industri konstruksi dan pertambangan terus menghadapi tantangan seperti kebutuhan akan peningkatan keselamatan dan produktivitas, efisiensi biaya, keterbatasan tenaga kerja, hingga tuntutan keberlanjutan. Karena itu, perusahaan ingin bergerak melampaui pendekatan yang hanya berfokus pada produk atau hardware, menuju penyediaan solusi yang terintegrasi, termasuk layanan dan solusi digital sepanjang siklus hidup mesin,” terangnya sembari menambahkan bahwa LANDCROS bukan sekadar pergantian nama, tetapi merepresentasikan arah baru perusahaan untuk terus menghadirkan innovative solutions dan menciptakan nilai bersama customer di masa depan.
Brand LANDCROS bukan sekedar nama, tetapi ada makna yang merepresentasikan visi dan nilai yang ingin dibawa oleh perusahaan ini. Kata “LAND” merepresentasikan visi perusahaan, yaitu “Ensure a prosperous land and society for the future”. Sementara “CROS” merupakan kombinasi dari empat nilai yang dianggap penting bagi perusahaan, yaitu Customer, Reliable, Open, dan Solutions.
“Keempat nilai tersebut menggambarkan bagaimana LANDCROS ingin hadir bagi customer: memahami kebutuhan mereka, memberikan produk dan layanan yang dapat diandalkan, terbuka untuk berkolaborasi, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap tantangan bisnis customer,” kata pria lulusan Teknik Mesin Kelautan, Politeknik Pembangunan Kapal, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya ini.
Apa Brand Value yang hendak ditonjolkan oleh Hitachi Construction Machinery di balik nama brand LANDCROS? “Brand value utama LANDCROS adalah komitmen untuk menjadi solution provider yang mampu memberikan solusi inovatif kepada customer,” ujarnya.
Ada empat nilai yang tercermin dalam nama LANDCROS, yaitu Customer, Reliable, Open, dan Solutions. Customer menjadi pusat dari apa yang dilakukan perusahaan. Reliable merepresentasikan keandalan produk, layanan, dan hubungan yang telah dibangun. Open menunjukkan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan customer dan partner. Sedangkan Solutions menegaskan transformasi perusahaan dari sekadar manufacturer menjadi penyedia solusi.
Yang juga penting, Dwi Swasono menambahkan, perubahan brand ini tidak mengubah fundamental relationship yang telah dibangun dengan customer. Kualitas produk, dukungan, serta hubungan yang selama ini menjadi kekuatan perusahaan tetap dipertahankan.
Rebranding di dunia industri sudah lazim terjadi. Namun, memasarkan nama brand baru untuk sebuah merek yang sudah mapan bukan perkara mudah. Apa saja tantangan-tantangannya bagi Hexindo dalam mensosialisasikan brand LANDCROS di Indonesia? Menurut Dwi Swasono, tantangan terbesar bagi Hexindo adalah memastikan bahwa perubahan dari HITACHI menuju LANDCROS dapat dipahami bukan hanya sebagai perubahan nama atau identitas visual, tetapi sebagai evolusi arah dan value perusahaan.
“HITACHI Construction Machinery telah memiliki reputasi dan tingkat kepercayaan yang kuat di industri. Karena itu, dalam proses transisi ini kami perlu memastikan bahwa customer memahami bahwa nilai yang selama ini mereka percaya tetap ada, sementara LANDCROS membawa visi dan kemampuan perusahaan ke tahap berikutnya,” ungkapnya meyakinkan.
Tantangan lainnya, lanjut Dwi Swasono, adalah membangun pemahaman yang konsisten di seluruh touchpoint, mulai dari karyawan, customer, partner, hingga masyarakat luas. Untuk itu, Hexindo melihat bahwa proses sosialisasi perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten, dengan memastikan pemahaman internal terlebih dahulu sebelum memperluas komunikasi kepada eksternal. Hal ini sejalan dengan arah Hitachi Construction Machinery yang menegaskan bahwa perubahan corporate brand tidak mengubah group identity maupun komitmen perusahaan terhadap customer.
Rebranding Bertahap
PT Hexindo Adiperkasa akan melakukan proses rebranding secara bertahap. Prioritas awalnya adalah membangun pemahaman internal mengenai LANDCROS. Perusahaan ini melihat karyawan merupakan bagian penting dalam membawa dan mengomunikasikan identitas baru ini kepada customer.
Tahap berikutnya adalah membangun awareness secara eksternal melalui berbagai touchpoint. Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain campaign LANDCROS, pemanfaatan momentum peluncuran WIXIM Supported by LANDCROS, sosialisasi kepada customer melalui berbagai aktivitas dan merchandise/souvenir, serta pemasangan billboard dan materi komunikasi lainnya.
Menurut Dwi Swasono, pendekatan ini dilakukan secara bertahap agar customer tidak hanya mengenal logo atau nama LANDCROS, tetapi juga memahami apa yang ada di balik brand tersebut dan bagaimana LANDCROS tetap membawa kualitas, keandalan, serta hubungan yang selama ini telah dibangun bersama HITACHI.
Secara global, roadmap transisi juga menunjukkan adanya periode persiapan sebelum perubahan resmi pada 1 April 2027, termasuk peningkatan awareness internal, penggantian identitas visual secara bertahap, dan komunikasi melalui berbagai channel. Setelah perubahan resmi, komunikasi LANDCROS akan semakin diperkuat melalui berbagai channel dan aktivitas engagement.
Dwi Swasono menegaskan bahwa pergantian nama brand ini pada dasarnya merupakan perubahan corporate name dan corporate brand, dengan transisi identitas yang dilakukan secara bertahap menuju LANDCROS. Selama masa transisi, mesin-mesin yang sudah berada di pasar tidak mengalami perubahan identitas. Unit-unit itu tetap menjadi bagian dari installed base dan tetap mendapatkan dukungan sebagaimana selama ini. Sementara produk dan desain baru dengan identitas LANDCROS akan mulai diterapkan mengikuti roadmap transisi.
Secara global, periode sebelum perubahan resmi pada 1 April 2027 merupakan masa persiapan, sementara setelah tanggal tersebut identitas corporate brand akan menggunakan LANDCROS.
Meski terjadi pergantian nama brand, Dwi Swasono memastikan tidak ada perubahan komitmen perusahaan ini dalam memberikan layanan dan dukungan kepada customer. “Justru, LANDCROS membawa komitmen untuk memperkuat peran perusahaan sebagai solution provider. Kualitas produk dan support, serta hubungan yang telah dibangun dengan customer, tetap menjadi fondasi,” tandasntya.
Ke depan, LANDCROS akan semakin mendorong pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui produk mesin, tetapi juga melalui layanan, solusi digital, dan value chain sepanjang lifecycle mesin. Hal ini merupakan bagian dari transformasi Hitachi Construction Machinery menuju solution provider yang dapat merespons kebutuhan customer secara lebih cepat dan fleksibel.
“Jadi, bagi customer, yang berubah adalah nama dan identitas brand; sementara komitmen untuk memberikan produk, layanan, support, dan relationship yang dapat diandalkan tetap menjadi bagian yang tidak berubah,” pungkasnya.
PT Hexindo Adiperkasa Tbk yang berdiri sejak 28 November 1988 adalah penyedia berbagai produk dan layanan alat berat seperti excavator, wheel loader, dump truck dan lainnya dengan brand unggulan seperti Hitachi, Bell, Foton, Camino, Dynapac, Morooka dan Waratah. Perusahaan ini tersebar di lebih dari 50 outlet di seluruh Indonesia yang memberikan solusi-solusi dan layanan terpadu terkait kebutuhan alat berat untuk industri pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan. Hexindo memiliki sejumlah fasilitas dengan layanan lengkap seperti remanufaktur, pusat pengelasan, pusat pelatihan, layanan daring dan lainnya. (EI)

















