Jakarta, Equipment Indonesia – Mining Indonesia Expo 2026 sedang berlangsung di JI Expo Kemayoran sejak Rabu 9 September hingga Sabtu 12 September 2026.
PT Altrak 1978 dan PT Berca Mandiri Perkasa sebagai salah satu agen terbesar untuk berbagai macam mesin di Indonesia, termasuk mesin-mesin konstruksi dan pertambangan, kembali mengikuti pameran ini.
Kali ini mereka mengangkat tema Green for the Future. Dengan tema ini, kedua perusahaan menegaskan komitmen mendukung transisi industri alat berat menuju elektrifikasi, sejalan dengan tuntutan operasi pertambangan yang lebih efisien dan rendah emisi.
Chief Operating Officer (COO) Altrak 1978, Siman Fadil kepada Majalah Equipment Indonesia menjelaskan, elektrifikasi kini menjadi arah baru industri alat berat global.
Regulasi lingkungan yang semakin ketat, biaya bahan bakar fosil yang tinggi, serta target dekarbonisasi banyak mendorong kebutuhan alat berat listrik (EV).
Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi ini, dengan menyediakan produk alat berat elektrik sekaligus layanan purna jual yang mencakup teknisi terlatih, jaringan cabang, ketersediaan suku cadang, dan pusat pelatihan.
“Green for the Future mencerminkan komitmen kami untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Siman Fadil.
Dia meneruskan, “Elektrifikasi menjadi salah satu arah penting perkembangan alat dan kendaraan industri ke depan. Kami percaya efisiensi energi dan pengurangan emisi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi industri pertambangan dan konstruksi di masa depan.”
Sehubungan dengan tema tersebut, melalui lini bisnis elektrifikasinya, Alteq78, Altrak 1978 memperkenalkan dua unit alat berat bertenaga listrik penuh yaitu EX20EV Mini Excavator dan BL95EV Backhoe Loader.
EX20EV Mini Excavator beroperasi lebih senyap, bebas emisi gas buang di titik penggunaan (zero tailpipe emission), dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan unit diesel konvensional.
Sementara BL95EV Backhoe Loader memiliki performa penggalian dan pemuatan setara versi konvensional, dengan biaya perawatan lebih rendah dan tanpa emisi langsung selama pengoperasian.
Kedua unit ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi sudah siap diterapkan pada alat berat kelas menengah, membuka peluang bagi pelaku industri untuk menekan jejak karbon tanpa mengorbankan produktivitas.
Selain unit EV, Altrak 1978 tetap menghadirkan portofolio unggulannya, antara lain Cummins Engine, Cummins Power Generation, CASE Construction, dan New Holland Farm Tractor.
Juga Merlo Telehandler, Yanmar Mini Excavator, Mizou Infield Transport, ASHNA Combine Harvester, AL78 Power Lighting, serta Sangdo Breaker — melengkapi solusi dari alat berat konvensional hingga teknologi masa depan.
Berca Mandiri Perkasa Perkuat Portofolio
Sementara itu PT Berca Mandiri Perkasa turut memperkuat portofolio produk ramah lingkungannya dengan menghadirkan beragam unit forklift listrik serta wheel loader.
Di antaranya adalah Forklift NICHIYU FB25, Forklift NOBLELIFT FE4P25Q, Forklift BYD ECB80, dan Wheel Loader Lonking LG856T.
Lini forklift listrik ini melengkapi upaya elektrifikasi di sektor material handling, sementara Wheel Loader Lonking LG856T menegaskan posisi Berca Mandiri Perkasa dalam menghadirkan alat berat yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan keandalan operasional tinggi, sesuai kebutuhan operasional tambang modern saat ini.
Berca Mandiri Perkasa juga menampilkan portofolio produk melalui Mitsubishi, Lonking, Nichiyu, Konecranes, dan Berca Power, memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alat berat dan material handling yang komprehensif.
Pada bagian lain Siman Fadil menjelaskan, efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon menjadi dua isu utama yang mendorong transformasi teknologi di sektor pertambangan dan konstruksi.
Alat berat listrik menawarkan sejumlah keunggulan seperti biaya operasional lebih rendah karena tidak bergantung pada bahan bakar fosil, tingkat kebisingan yang minim sehingga cocok untuk area kerja sensitif, dan perawatan yang lebih sederhana dengan lebih sedikit komponen bergerak.
Selain itu, alat berat listrik berkontribusi terhadap target net zero emission yang semakin banyak diadopsi perusahaan tambang di Indonesia maupun global.
Adapun partisipasi Altrak 1978 dan Berca Mandiri Perkasa di Mining Indonesia 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan solusi ini langsung kepada pelaku industri, sekaligus membuka dialog mengenai penerapan elektrifikasi secara bertahap sesuai kebutuhan operasional masing-masing perusahaan.
Kehadiran kedua perusahaan itu juga sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan industri saat ini sekaligus mempersiapkan langkah menuju industri pertambangan dan konstruksi yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui tema Green for the Future, kami menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar tren sesaat, melainkan arah jangka panjang yang akan terus didukung melalui inovasi produk dan layanan purna jual yang andal,” pungkas Siman Fadil. [EI]




















