Jakarta, Equipment Indonesia – Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), sebuah organisasi yang beranggotakan perusahaan-perusahaan bergerak di sektor jasa pertambangan, bertekad terus meningkatkan kolaborasi baik antarsesama anggota, pemerintah, maupun dengan masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno dan Ketua Umum ASPINDO Ari Sutrisno dalam sambutan mereka pada perayaan ulang tahun ke-29 ASPINDO di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 7 Agustus 2026 malam lalu
Tri Winaro, dalam sambutannya mengatakan, bila diibaratkan dengan hidup manusia, ASPINDO ini sudah dewasa dan sangat matang. Juga sangat diandalkan. “Sudah selesai kuliah, sudah bekerja, dan mungkin juga sudah berkeluarga. Jadi sudah sangat matang,” ucapnya.
Dalam kematangannya itu, dia berharap ASPINDO semakin bisa memberi kontribusi yang semakin berarti untuk masyarakat dan negara serta memberi nilai tambah yang besar pula bagi para anggotanya.
Dia juga berharap, pada usia yang ke-29 ini, kolaborasi ASPINDO dengan pemerintah juga semakin erat. Begitu juga dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya.
“Harapan kami pada ulang tahun ke-29 ASPINDO ini adalah bahwa perusahaan-perusahaan jasa pertambangan bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat menuju pertambangan yang hijau dan berkelanjutan ke depan,” ujar Tri Winarno dalam sambutan singkatnya sebelum pemotongan tumpeng ulang tahun.
Sementara itu Ari Sutrisno menegaskan, dalam hampir 30 tahun kiprahnya di Indonesia, ASPINDO memainkan peran sangat penting terutama di industri pertambangan, lebih khusus lagi pertambangan batubara.
Berdasarkan riset ASPINDO pada 2025, asosiasi itu memproduksi lebih dari 90% komoditas pertambangan, terutama batubara, di Indonesia. Karena itu, menurut dia, bila ASPINDO bermasalah maka Indonesia juga akan ikut terguncang karena peran besar yang dipikul ASPINDO.
Sehubungan dengan itu, dia mendorong semua anggota ASPINDO, baik anggota inti maupun yang bukan anggota, untuk bersama-sama mendorong asosiasi ini menjadi semakin maju.
Meskipun perusahaan-perusahaan jasa pertambangan selalu menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama terkait fluktuasi harga komoditas, akibat masalah geopolitik yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir.
Namun begitu, anggota-anggota ASPINDO juga sudah terbukti sangat tangguh menghadapi berbagai tantangan. Perusahaan-perusahaan jasa pertambangan terbukti tetap bertahan di tengah terpaan badai yang menerjang.
Itu terjadi, karena ada kerja sama atau kolaborasi yang baik antaranggota ASPINDO, ASPINDO dengan pemerintah, dan ASPINDO dengan masyarakat. Tanpa kerja sama yang solid, belum tentu juga bisa menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah itu.
Sehubungan dengan itu, Ari Sutrisno berharap kolaborasi ini harus semakin ditingkatkan dan dipererat pada masa-masa mendatang. Lebih-lebih kolaborasi ASPINDO dengan pemerintah.
Saat ini ASPINDO telah menjadi mitra terbaik bagi pemerintah. Itu terjadi karena ASPINDO memberi masukan yang sebenar-benarnya kepada pemerintah dan dari sisi pemerintah juga mau mendengar aspirasi yang dibawa ASPINDO. Dia berharap kemitraan dengan pemerintah akan semakin baik dan saling menguntungkan.
“Komunikasi antara Anggota ASPINDO, ASPINDO dengan pemerintah dan masyarakat serta para pemangku kepentingan lain selama ini berlangsung sangat baik. Karena tidak ada dusta diantara kita. Kalau baik, kami katakan baik. Kalau jelek, kami katakan jelek,” ucap Ari Sutrisno dalam sambutan dan pemaparannya. [EI]




















