Scroll untuk baca artikel
loading=
loading=
EventTop News

Krista Exhibitions Kembali Gelar Pameran AllPrint Indonesia 2026 Awal Bulan Depan

×

Krista Exhibitions Kembali Gelar Pameran AllPrint Indonesia 2026 Awal Bulan Depan

Share this article
CEO PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitios) Daud D Salim (keempat dari kanan) foto bersama setelah jumpa pers tentang Pameran AllPrint Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa 22 September 2026. (Foto: Equipment Indonesia)

Jakarta, Equipment Indonesia – PT Kristemedia Pratama (Krista Exhibitions) menggelar pameran AllPrint Indonesia 2026 di JIExpo, Kemayoran Jakarta pada 7-10 Oktober 2026. Ini adalah pameran AllPrint Indonesia ke-27 yang diselenggarakan Krista Exhibition.

Pameran ini akan melibatkan tidak kurang dari 400 exhibitor dari 10 negara yaitu Jerman, China, India, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, serta Indonesia dengan terget pengunjung mencapai 60.000 orang.

Sedianya pameran tersebut disatukan dengan pameran All Pack Indonesia 2026. Namun karena keterbatasan ruang di JIExpo, akhirnya pameran All Pack Indonesia 2026 digelar terpisah pada 7-10 Oktober 2026 di tempat yang sama.

Hal itu diungkapkan CEO Krista Exhibitions Daud D Salim dalam jumpa pers di kantor anyar Krista Exhibitons, Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa 22 September 2026.

Dalam jumpa pers itu hadir pula Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Cecep Rukendi, dan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Ahmad Mughira Nurhani.

Lebih lanjut Daud Salim menjelaskan, pameran ini digelar karena terdorong oleh industri percetakan Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan stabil pada 2026 dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39% hingga mencapai pertumbuhan kumulatif stabil di kisaran 11,42%.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri kemasan (packaging) dan label yang melonjak hingga 20% serta textile printing sekitar 15% yang didukung oleh penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM. Tren utama yang berkembang adalah pergeseran dari percetakan massal menuju percetakan digital dan personal.

Perkembangan tersebut turut mendorong kebutuhan industri percetakan untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam.

Transformasi digital, perkembangan digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi menjadi bagian dari perubahan yang membentuk arah industri percetakan saat ini.

Baca Juga :  Semangat Hilirisasi, PTBA Tandatangani HoA Produksi Karbon Aktif

Daud D Salim menambahkan, pameran ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.

Kolaborasi ini memperluas cakupan ekosistem industri percetakan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan beragam teknologi, produk, dan solusi industri.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri.”

Melalui ALLPrint Indonesia 2026, pelaku industri dapat melihat secara langsung perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, hingga software dan berbagai solusi pendukung industri grafika.

Kehadiran teknologi tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas produksi, serta menyesuaikan produk dengan perkembangan permintaan pasar.

ALLPrint Indonesia 2026 memberikan ruang bagi pengunjung untuk memperoleh informasi langsung dari produsen dan penyedia teknologi, melihat demonstrasi mesin dan produk, serta memahami penerapan solusi sesuai kebutuhan produksi.

ALLPrint Indonesia 2026 memperkuat perannya sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Pertemuan tersebut membuka ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan, menemukan mitra dan pemasok baru, bertukar informasi mengenai perkembangan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.

Bagi perusahaan yang tengah mengembangkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran menjadi ruang untuk memperoleh referensi sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga :  Genie Lift Percepat Renovasi Gereja Bersejarah di Singapura

Pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi langsung dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, serta mendapatkan gambaran mengenai teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan produksi.

Hadirkan Agenda Edukasi

Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha.

Salah satunya adalah seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya adalah seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Beragam agenda tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku industri, dengan pembahasan yang mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan industri grafika.

Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor terkait untuk mengikuti perkembangan teknologi, memperoleh referensi solusi produksi, serta membangun koneksi bisnis.

Sementara itu baik Ahmad Mughira Nurhani maupun Cecep Rukendi berterima kasih kepada Krista Exhibitions yang konsisten menggelar pameran ini. Mereka berharap, pameran ini berlangsung sukses dan dapat memberi nilai tambah kepada para pelaku industri percetakan.

Pada bagian lain Daud D Salim menjelaskan, pada pamerain ini akan hadir baik mesin-mesin printing konvensional asal Jerman dan Jepang yang sudah sangat terkenal maupun mesin-mesin printing digital dari China.

Baca Juga :  Asa Alat Berat Usai Pandemi Berlalu

Kehadiran mesin-mesin ini akan memberikan beragam pilihan bagi para pelaku usaha percetakan di Tanah Air. [EI]