Jakarta, Equipment Indonesia – Jika ada satu mesin yang akan Anda selalu temukan di hampir setiap lokasi kerja, alat itu adalah telehandler (telescopic handler). Mungkin sebagian besar kontraktor sudah tahu mengapa mesin multifungsi ini begitu populer. Alat ini mampu mengambil, membawa, mengangkat, memindahkan, menumpuk, menempatkan, menyusun, dan secara umum membuat hidup Anda lebih mudah. Semuanya dalam satu paket yang ringkas dan bertenaga.
Telehandler, dengan lengan teleskopik yang dapat menjangkau tempat yang tidak dapat diraih oleh mesin-mesin lain, ditambah pilihan attachment yang beragam, menangani pekerjaan-pekerjaan yang biasanya membutuhkan forklift, crane atau platform akses. Apakah Anda menggeser palet, memindahkan material curah, atau memperbaiki lampu di ketinggian hingga mengganti ban dump truck, telehandler membuat sebuah proyek dikerjakan dengan lebih sedikit mesin dan tidak terlalu menggerus banyak biaya operasional dibandingkan kalau menggunakan banyak peralatan.

Tetapi, tidak semua telehandler benar-benar memiliki desain yang serba guna. PT Multi Equipment Indonesia (MEI), yang dikenal sebagai spesialis peralatan material handling multifungsi, menawarkan solusi peralatan yang memudahkan pekerjaan pelanggan di lokasi kerja manapun, yakni Telehandler Multi TH-50.117. Alat ini merupakan telehandler terbaru generasi kelima, yang mampu mengangkat beban maksimal lima ton hingga ketinggian 17 meter. Tidak hanya fleksibel, tangguh dan memiliki jangkauan yang lebih jauh, model ini menawarkan cara kerja yang sangat aman dalam menangani setiap pekerjaan, serta hemat bahan bakar. Itu sebabnya mesin ini sangat ideal untuk mendukung berbagai operasi di lapangan.
Founder MEI, Paul Sun, mengakui telehandler banyak digunakan sebagai peralatan pendukung (supporting equipment) di berbagai lokasi kerja. Pemakaiannya hanya pada saat dibutuhkan saja. Namun, di sektor-sektor tertentu seperti di pertambangan, tanpa ketersediaan telehandler, operasi mesin-mesin produksi bisa lumpuh. Dia mencontohkan ketika dump truck tambang mogok di tengah jalan karena bannya pecah. Bongkar pasang ban kendaraan itu tidak mungkin dilakukan secara manual karena ukurannya sangat besar dan bobotnya super berat pula. Telehandler yang sudah dilengkapi attachment penjepit ban (tyre gripper) dapat memecahkan persoalan itu dengan cepat. “Kemudahan seperti itulah yang ditawarkan Telehandler Multi TH-50.117,” ujarnya sembari berpromosi dalam perbicangan dengan Equipment Indonesia di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Senin (19/1/2026).
Hebatnya lagi, Paul melanjutkan, telehandler Multi ini sudah 4-Wheel Drive, 4-Wheel Steering plus Crab-Steering. Kombinasi ketiganya memungkinkan alat ini memiliki traksi superior dan manuver yang sangat lincah, sehingga tidak mengalami kesulitan ketika menerjang medan off-road yang menantang di lokasi manapun.
Sistem 4WD memastikan distribusi tenaga yang kuat ke semua roda untuk medan berat (off-road), sementara 4WS memungkinkan roda belakang ikut berbelok (berlawanan di kecepatan rendah, searah di kecepatan tinggi) untuk radius putar lebih kecil (parkir) dan stabilitas lebih baik (kecepatan tinggi), menjadikannya mesin yang serba guna untuk segala medan dan kondisi. Sementara Crab-Steering memungkinkan telehandler ini bisa bergerak secara diagonal seperti cara jalan kepiting.
Sebagai alat pendukung operasi, jam kerja telehandler tidak sama dengan mesin-mesin produksi yang bekerja hampir 24 jam per hari. Menurut Paul, telehandler bekerja maksimal hanya delapan jam sehari. Itu pun sudah hebat sekali. Rata-rata tiga sampai lima jam sehari. Kadang-kadang malah on – off kalau tidak ada pekerjaan bongkar pasang ban atau pekerjaan-pekerjaan lain yang bisa ditangani.
Paul mengingatkan bahwa telehandler dirancang sebagai peralatan multifungsi. Sehingga sayang sekali jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. “Banyak jenis pekerjaan di lapangan yang dapat dilakukan dengan menggunakan telehandler. Selain untuk mengangkat, telehandler bisa digunakan sebagai peralatan akses untuk bekerja di ketinggian, seperti mengganti lampu hingga memperbaiki conveyor belt pada tambang-tambang emas,” terangnya.
Untuk mendukung telehandler yang benar-benar multifungsi, MEI menyediakan beragam attachment seperti man platform, bucket, fork, gripper, tyre gripper hingga lift crane hook yang berguna untuk mengangkat engine truk dan material-material berat lainnya. Meski beberapa dari pekerjaan tersebut bisa saja dilakukan dengan menggunakan mesin-mesin lain seperti forklift, wheel loader hingga crane, namun cara kerja telehandler sangat berbeda dengan mesin-mesin tersebut. “Telehandler sangat fleksibel dan jangkauannya bisa disesuaikan sehingga menjamin keselamatan dan akurasi kerja,” ujarnya.
Contohnya, crane dapat digunakan untuk mengangkat engine truk tambang saat overhaul. Namun, karena crane tinggi, maka engine pasti goyang saat diangkat dan kondisi seperti ini sangat tidak aman. Sementara telehandler dengan attachment lift crane hook-nya dapat menjepit dengan kuat dan mengangkat dengan mudah engine tersebut. “Jadi, dari sisi safety, telehandler jauh lebih terjamin dibanding menggunakan crane.”
Potensi problem serupa terjadi jika menggunakan wheel loader atau forklift untuk menangani pekerjaan-pekerjaan yang lebih cocok dilakukan telehandler. “Ada bebereapa perusahaan yang menggunakan wheel loader atau forklift untuk bongkar pasang ban peralatan tambang. Apakah penggunaan kedua alat itu lebih menjamin keamanan dibandingkan telehandler? Kalau mau dibilang safety, jelas telehandler jauh lebih safety,” kata Paul.
Yang membedakannya, lanjut dia, telehandler sepeti Multi TH-50.117 sudah dilengkapi dengan indikator yang menampilkan bobot beban yang diangkat lengkap dengan grafiknya. Ketinggian angkat akan disesuaikan dengan bobot beban. Wheel loader maupun forlift tidak punya indikator seperti ini. Jadi, tidak kelihatan angkanya. Pada telehandler ada grafiknya dan bisa kelihatan. Derajatnya berapa, boom-nya keluar berapa meter. Semuanya kelihatan dengan jelas,” ungkapnya meyakinkan.
Paul memberikan catatan khusus untuk forklift truck. Menurut dia, alat angkat ini tidak efisien untuk menggantikan fungsi telehandler karena forklift merupakan kendaraan 4×2, sedangkan telehandler 4×4. Forklift tidak cocok bekerja di medan tambang yang berat karena sulit melakukan maneuver. Sementara Telehandler Multi TH-50.117 tidak ada masalah melintasi kondisi medan seperti itu karena disainnya 4×4.
Untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai fitur-fitur andalan yang dibenamkan pada Telehandler Multi TH-50.117, silakan menghubungi PT Multi Equipment Indonesia. EI



















