
Menjaga keajaiban kehidupan di reruntuhan gempa Turkiye, tim penyelamat Zoomlion berupaya keras berpacu dengan waktu
Turkiye diguncang gempa berkekuatan 7,8 SR sebanyak dua kali pada Senin (6/2), yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda. Setelah gempa dasyat yang mematikan itu, tim penyelamat Zoomlion termasuk yang tiba pertama di lokasi bencana. Dalam penyelamatan selama tiga hari pertama, Tim Penyelamat Zoomlion menyelamatkan lebih dari 30 orang yang selamat dari reruntuhan puing-puing melawan waktu. Saat ini, Tim Penyelamat Zoomlion “bergabung” dengan Tim SAR Tiongkok.

Provinsi Hatay adalah salah satu daerah yang paling terdampak oleh gempa Turki itu. Pada sore hari tanggal 9 Februari, tim penyelamat menemukan seorang wanita tua di reruntuhan. Serpihan-serpihan lantai yang menimpa badan wanita renta itu membuatnya tidak bisa bergerak. Dia terus berteriak, tetapi suaranya semakin lemah. Tim Penyelamat Zoomlion, yang sedang mencari dan menyelamatkan di dekatnya, segera bergegas ke tempat kejadian.
Wanita itu terjebak di bawah reruntuhan bangunan 7 lantai. Seluruh bangunan dengan sudut kemiringan 30 derajat itu roboh ke belakang akibat rusaknya pondasi. Wanita tua itu terjebak di lantai dua, dan penyelamatan menghadapi banyak kendala.
Mengetahui situasi tersebut, Tim Penyelamat Zoomlion segera berdiskusi dengan tim-tim penyelamat setempat untuk menyusun rencana penyelamatan. Operator excavator membersihkan puing-puing reruntuhan di dekatnya, dan kemudian tim penyelamat memanjat untuk menyelamatkannya. Pukul 17.00 tanggal 9 Februari (waktu setempat), perempuan tua itu berhasil diselamatkan. Saat itu, lebih dari 85 jam telah berlalu sejak gempa terjadi.
Penyelamatan tiga hari, lebih dari 30 korban yang terjebak telah diselamatkan
Pasca gempa di Turkiye, kantor pusat Zoomlion segera menginstruksikan cabang lokal untuk membentuk tim penyelamat guna segera memobilisasi personel, material, dan peralatan. Gelombang pertama terdiri dari lima excavator baru, bersama dengan berbagai material dan regu penyelamat yang sangat dibutuhkan, melaju lebih dari 1000 kilometer dalam 16 jam dari Istanbul ke lokasi bencana di Provinsi Hatay melewati badai salju dan berbagai rintangan di jalan.
Dengan pelaksanaan penyelamatan yang terorganisir dan teratur, regu penyelamat Zoomlion bergerak cepat dan solid. Saat ini, peralatan Zoomlion dari berbagai jenis seperti excavator, crawler crane, dan truck crane telah ikut serta dalam penyelamatan di wilayah bencana gempa Turkiye. Melalui penyelamatan selama tiga hari, Tim Penyelamat Zoomlion telah menyelamatkan lebih dari 30 korban yang terjebak di Provinsi Hatay.
Selain sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan yang mumpuni dalam berbagai operasi penyelamatan, sistem penyelamatan darurat Zoomlion yang lengkap memberikan dukungan yang kuat untuk penyelamatan. Dapat dipahami bahwa sejak gempa bumi Wenchuan pada tahun 2008, sistem penyelamatan darurat Zoomlion terus ditingkatkan. Ini juga menjadi tradisi Zoomlion dalam penyelamatan darurat untuk bekerja sama dengan pelanggan-pelanggan terdekat melalui Internet of Things dan cara-cara lainnya. Sejak saat itu, dalam proses penyelamatan darurat berbagai bencana, alat-alat berat Zoomlion pertama kali tiba di lokasi bencana.
“Kami hanya ingin menyelamatkan lebih banyak orang yang selamat sesegera mungkin,” kata penyelamat Yu Ke, insinyur layanan on-site di lokasi Zoomlion. Meski mengalami kesulitan dalam penyelamatan gempa Turki, Tim Penyelamat Zoomlion tetap berusaha yang terbaik untuk menjaga keajaiban kehidupan di reruntuhan-reruntuhan gempa itu. Sumber: Zoomlion




















