
Mengapa Pneumatic Tired Roller Sakai TS 205 lebih digandrungi pasar dibandingkan produk-produk kompetitor yang sudah dibekali teknologi canggih? Menurut Arif Priyanto, Product Support PT Sakai Indonesia, para customer rupanya suka tipe ini karena simple pengoperasiannya dan mudah perawatannya kalau ada masalah. Suku cadangnya juga mudah diperoleh, karena semuanya tersedia di dalam negeri. “Tire roller TS 205 masih menggunakan penggerak mekanik. Desainnya lebih sederhana, daya tahannya tinggi, perawatan dan pemeliharaannya mudah,” urainya.
Hal senada diungkapkan Manager Marketing PT Sakai Road Machinery Indonesia, Tarmizi Tahir. Kata dia, TS 200 dan 205 termasuk produk lama yang dibikin lagi karena permintaannya tinggi sekali. “Teknologinya memang jadul, tapi lumayan. Orang-orang kita kan pinginnya begitu, nggak ribet. Kalau teknologinya canggih, penjet sana, penjet sini salah, lama-lama mesinnya mati sendiri. Jadi, bingung sendiri,” ujarnya.
Mengoperasikan unit-unit model TS ini sangat mudah. Tinggal hidupkan mesin, jalan, sudah selesai. Itu alasannya kenapa Sakai belum pakai teknologi yang tinggi. Tarmizi bilang, operator-operator alat kita berprinsip, kalau bisa dibikin gampang, kenapa dibuat susah.
Sementara dari sisi kualitas, Tarmizi yakin dengan mutu TS 200 dan 205 yang diproduksi di dalam negeri. Sakai terkenal dengan kualitasnya yang tinggi karena dibuat dengan standar Jepang dan semua QC-nya masih tetap dipegang tim dari Jepang. Jadi, sebuah produk itu lulus atau tidak, bukan orang Indonesia yang tentukan, tetapi tetap orang Jepang. Jadi, standar kualitasnya sama.
Kelas TS ini berkisar antara 8,5-15 ton. Kalau 8,5 ton berarti masih kosong, belum ada penambahan beban berat lain seperti air atau metal ballast. Sementara kalau beratnya sampai 15 ton berarti sudah ada penambahan beban berat lain seperti air dan metal ballast atau pemberat tambahan di bagian bawahnya.
Apa yang membedakan TS 200 dan 205? Menurut Tarmizi, bedanya ada di ban. Model TS 205 memiliki 9 roda, 4 depan dan 5 belakang. Sedangkan T200 memiliki 7 roda, depan 3 dan belakang 4. Yang model TS, karena bannya banyak, maka jaraknya agak rapat. Sementara T2 agak lebar. Sakai memproduksi T2, karena kesulitan untuk mendapatkan ban yang kecil. Namun, lama-kelamaan, justru sebaliknya, malahan ban lebar yang susah diperoleh, sehingga Sakai kemudian memproduksi TS 200.
Sakai kemudian memproduksi lagi T2 karena banyaknya permintaan dari negara-negara tetangga, terutama Thailand. Sebetulnya perbedaannya hanya di ban, yang lain semuanya sama. Body tangki airnya 4500 liter. Kalau ditambah berat standarnya 8,5 ton, jadi 13 ton. Kalau ditambah lagi dengan metal ballast di bawahnya, maka beratnya menjadi 15 ton. Lebar bannya 2 m/2060 mm.
Transmisinya masih menggunakan mekanikal, menggunaan kopling hydro. Sedangkan sumber tenaganya adalah engine Isuzu 6BG1 (Tire 2), HP 70 KW 1800 RPM. Engine ini memiliki empat range kecepatan; yakni gigi 1-4. Gigi 1: 0-4 km/jam, gigi 2: 0-7 km/jam, gigi 3: 0-11km/jam dan gigi 4: 0-19 km/jam. Maju mundur sama. Engine Isuzu dengan 6 silinder ini tahan lama dan jarang terjadi masalah, meski bahan bakar di Indonesia kurang bersih. Suku cadangnya pun tidak susah.
Menurut Tarmizi, kendala unit-unit ini di lapangan cuma di bannya saja. “Kalau sudah sampai 400 jam pemakaian, bannya langsung terbelah,” ujarnya. Karena alasan itu, lanjutnya, maka Sakai beralih menggunakan ban yang lebih kuat.
Desain kerangka body unit-unit TS ini menggunakan konsep Zero Set. Maksdunya, dari body frame dan body ban, yang lebih ditonjol bannya. Kegunaannya adalah pada saat dilakukan pemadatan, area paling pinggir bisa dipadatkan. “Di tepi atau dinding-dinding trotoar itu masih bisa dipadatkan,” ujarnya.
Untuk pemadatan permukaan jalan, unit-unit ini dilengkapi springkler system. Kapasitas tangki airnya 4.500 liter. Pengoperasian On-Off springkler berada di dek operator, dan dapat digunakan sebagai springkler truk. Tersedia dua jenis springkler, yakni selang suction untuk mengambil/menghsap air dari sungai atau kolam; dan selang supply yang mampu mensuplai dari TS205 ke unit-unit lainnya.
Selain itu, ini keunggulan lain dari tipe ini, adalah tersedia selang untuk penyedotan air ke ban, juga nozel yang mudah dibuka/ditutup, serta mudah dibersihkan kalau terjadi penyumbatan.
Cara perawatan unit-unit sangat mudah dan simple. Engine dan komponen-komponen lainnya tertutup sepenuhnya sehingga terlindung dari debu. Sementara kap engine dapat dibuka penuh sehingga memudahkan saat melakukan perawatan.



















