Sektor articulating loader crane semakin semakin laris seiring dengan kian ramainya kegiatan bongkar muat di berbagai sektor bisnis. Fleksibilitas crane jenis ini, dikombinasikan dengan tingkat efisiensi biaya yang tinggi yang ditawarkannya, membuat alat angkat ini makin diminati, dan produk-produk baru dari berbagai pabrikan terus mengalir ke pasar, -termasuk loader crane yang sudah dibekali teknologi baru.
Salah satu tren yang menguat di segmen loader crane adalah penggunaan alat bertenaga listrik. Palfinger, yang dikenal sebagai salah satu pemain terkemuka di segmen ini, contohnya, makin fokus mengembangkan elektrifikasi. Produsen ini telah mengembangkan peralatan konsep loader crane listrik. Konsep ini adalah versi elektrik dari Palfinger PK 18502 SH berkapasitas 6.200 kg.
Palfinger PK 18502 SH dapat dioperasikan dengan energi listrik dan sepenuhnya mandiri dengan paket baterai yang, pada gilirannya, dapat dipasok baik oleh jaringan listrik maupun melalui generator. Jika opsi pengisian generator digunakan, baterai juga dapat diisi selama perjalanan atau saat mesin truk sedang berjalan. Menurut sumber Palfinger, ini menjamin operasi crane sepanjang hari dalam situasi apa pun, seperti halnya pemasangan crane konvensional.
Produsen terkemuka lainnya asal Swedia, Hiab, berkonsentrasi pada pembuatan loader crane untuk aplikasi-aplikasi khusus. Perusahaan ini telah meluncurkan drywall crane khusus, Hiab K-505 HiPro, dan crane untuk pengumpulan limbah, Hiab S-HiPro 230W.
Hiab mengklaim K-505 HiPro sebagai drywall crane terpanjang dan terkuat dalam portofolionya dengan jangkauan sembilan lantai dan kapasitas angkat yang besar. Alat angkat ini dilengkapi dengan remote control HiPro Hiab, yang memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada operator dalam menemukan ruang kerja terbaik dan visibilitas.
Fungsi-fungsi tambahan pada alat ini meliputi sistem stabilitas beban untuk pergerakan vertikal, Variable Stability Logic Plus, dan kontrol kecepatan otomatis – semuanya dirancang untuk membantu meningkatkan keselamatan dan produktivitas operator.
“Hiab K-505 HiPro memungkinkan para customer lebih produktif dari sebelumnya karena dapat memasang drywall dengan cepat di gedung-gedung setinggi sembilan lantai. Fitur-fitur teknologi canggih dan kendali jarak jauh membuat operator yang kurang berpengalaman pun mendapatkan respons yang mulus dan tepat dari unit-unit crane mereka. Saat terhubung, para pemilik armada memiliki opsi untuk menerima data kinerja untuk mengoptimalkan armada kendaraan dan peringatan layanan berdasarkan penggunaan aktual,” kata Marcel Boxem, direktur Hiab.
S-HiPro 230W yang dikembangkan Hiab dimaksudkan untuk digunakan dengan wadah-wadah sampah bawah tanah. Alat ini telah dirancang untuk beroperasi di daerah-daerah perkotaan yang sibuk dan dilengkapi dengan sistem kendali jarak jauh dan sistem Gerakan Semi-Otomatis dari Hiab. Hiab mengatakan hal ini menyederhanakan operasi crane yang, pada gilirannya, meningkatkan tingkat keamanan yang ditawarkan crane ini.
Pabrikan hydraulic crane yang bermarkas di Belanda, Hyva, kini meluncurkan kelas 11 ton dan 19 hingga 21 ton pada Edge Line-nya dari crane yang dipasang pada truk (truck mounted cranes). Hyva pertama kali mengumumkan Edge Line pada pameran dagang Bauma 2019 di Jerman dan, setelah semuanya dirilis, alat itu akan terdiri dari 40 model. Ada 7 model baru dalam kategori 11 tm dan 14 model baru di kelas 19 hingga 21 ton. Pada kedua kelas crane itu terdapat lima konfigurasi boom yang berbeda (model telescopic boom, basic articulated boom, double linkage articulated boom, double linkage short retractive secondary boom, dan double linkage endless slewing boom).
Tergantung pada model crane, tersedia hingga delapan perpanjangan (boom) dan ada pula pilihan jib dan kerekan. Untuk membantu operator selama operasi, tersedia Dynamic Load Diagram Hyva, yang memberikan verifikasi terlebih dahulu kapasitas angkat crane berdasarkan stabilitas truk, dan fungsi buka tutup lipatan crane otomatis Magic Touch.
Edge Line dari Hyva sedang diproduksi di tempat perakitan crane baru di Poviglio, Italia. (Sumber: khl.com)





















