Mengetik kata “telematika” (telematics) dalam mesin pencari seperti Google, terdapat 561 ribu entri dengan konten yang beragam mulai dari artikel-artikel tentang teknologi dasar, kolom dari pakar industri hingga begitu banyak rilis tentang hardware dan servis baru. Kesan sekilas bahwa teknologi ini sudah dimengerti, diterima dan digunakan secara luas di Indonesia.
Tetapi, menyimak pembicaraan Majalah Equipment Indonesia selama ini dengan kalangan produsen, dealer (distributor) dan para pemilik armada (alat), termasuk perusahaan-perushaan rental, tampak bahwa teknologi telematika masih asing bagi sebagian besar masyarakat alat berat/konstruksi nasional. Kebanyakan dari mereka belum mengetahui kontribusi penting teknologi ini bagi keberhasilan bisnis mereka, terutama terkait dengan manajemen alat.
Kalau pun ada yang sudah mengetahui dan bahkan sudah menggunakan teknologi telematika, namun mereka masih menyimpan beberapa pertanyaan mendasar yang sangat menantang. Misalnya, bagaimana teknologi ini bisa bekerja untuk bisnis mereka? Data-data telematika seperti apa yang benar-benar mereka butuhkan? Bagaimana mengintegrasikan data-data telematika dengan sistem software manajemen bisnis untuk kepentingan menghasilkan informasi yang membantu pekerjaan-pekerjaan seperti jadwal perawatan (maintenance scheduling), mengontrol kondisi mesin (machine-idling control), meningkatkan efisiensi di lapangan dan masih banyak lagi?

Mengantisipasi meluasnya aplikasi teknologi telematika dalam industri peralatan berat dan konstruksi, serta untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut di atas, PT Trakindo Utama mengembangkan apa yang disebut Equipment Management Solutions atau yang lebih dikenal dengan Cat EMSolutions. Rozy Andrianto, Product Support Marketing Manager PT Trakindo Utama, menjelaskan, pengembangan konsep Cat EMSolutions berangkat dari kesadaran mengenai pentingnya memadukan keselamatan, managemen alat dan produktivitas dalam mengoperasikan peralatan.
“Dalam memasarkan produk-produk alat berat merk Caterpillar, Trakindo memusatkan diri pada tiga hal: keselamatan, manajemen alat dan produktivitas. Keselamatan berkaitan dengan kenyamanan dan produktivitas. Sementara manajemen alat berubungan dengan permesinan. Operator yang mengalami kelelahan tidak hanya menyebabkan performanya rendah dan produktivitas kerja secara keseluruhan menurun, tetapi juga menebarkan ancaman bahaya bagi dirinya, alat itu sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” ia menguraikan keterkaitan antara ketiga hal tersebut dalam perbincangan dengan Majalah Equipment awal Maret lalu di Jakarta.
Pengembangan Cat EMSolutions fokus pada beberapa faktor kunci. Pertama, menjaga performa mesin tetap prima. Sebab, sistem mesin yang selalu terkontrol dan dirawat dengan teratur mampu bekerja dengan performa maksimal, produktif dan biaya operasionalnya bisa lebih rendah.
Kedua, menjaga kondisi mesin tetap sehat, sehingga lebih banyak waktu dihabiskan untuk berproduksi (bekerja) daripada keluar masuk bengkel untuk servis, dan terhindar dari kerusakan tidak terduga (fatal) yang ongkos perbaikannya mahal.
Ketiga, jadwal maintenance dan reparasi terencana. Dengan mengikuti program perawatan yang dianjurkan, pemilik alat dapat mengidentifikasi dengan cepat persoalan-persoalan kecil yang muncul sebelum menjadi kerusakan besar yang fatal. Selain itu juga mengurangi waktu yang terbuang dan gangguan tak terduga lainnya.
Keempat, menjamin keselamatan kerja dan keamanan, karena mesin yang dikelola dengan baik dapat meminimalisir resiko kecelakaan, sementara lokasi (posisi) dan penggunaan mesin yang selalu dimonitor menjamin alat tidak disalahgunakan dan tidak dicuri.
Pengembangan konsep Cat EMSolutions senada dengan tiga tren global yang menjadi fokus perhatian para produsen dewasa ini: keselamatan (safety), kenyamanan (comfortability) dan produktivitas (productivity). Ketiganya merupakan satu kesatuan karena memiliki kaitan erat satu sama lain, dan para produsen saling bersaing untuk memiliki daya saing dalam ketiga hal tersebut.
Sayangnya di Indonesia, menurut Rozy, tingkat kesadaran pemilik alat (customer) terhadap manajemen alat yang berbasis teknologi berbeda-beda. Ada yang belum paham sama sekali. Ada yang sudah mengerti tetapi belum memerlukannya. Ada yang sudah menggunakannya, namun masih terbatas pada aplikasi-aplikasi standar. “Hanya segelintir pemilik alat yang benar-benar memanfaatkanya secara penuh untuk keberhasilan bisnis mereka,” ujarnya.
Salah satu alasan mengapa aplikasi teknologi telematika kurang berkembang di Indonesia hingga kini adalah murahnya ongkos tenaga kerja sehingga para pemilik alat lebih suka menggunakan cara kerja manual ketimbang cara kerja baru berbasis teknologi. Namun, ia mengingatkan bahwa tren perkembangan teknologi alat global sudah mengarah ke standar-standar yang lebih tinggi. “Cepat atau lambat masyarakat alat berat Indonesia akan mengikuti standarisasi yang berlaku secara internasional. Trakindo sudah mengantisipasi hal itu mengingat perkembangan di belahan dunia lain sudah seperti itu,” tandasnya.
Ia mencontohkan hal yang paling sederhana, yakni pemakaian safety belt yang sampai sekitar 10 tahun lalu masih diabaikan oleh para operator. Namun, setelah pemakaiannya diwajibkan sehingga menjadi terbiasa, kini pemakaian safety belt sudah menjadi kebutuhan. “Banyak orang menolak aplikasi teknologi baru karena merasa belum butuh atau khawatir akan merepotkan kalau terjadi kerusakan, meski dari sisi bisnis sangat bermanfaat,” tukasnya.
Rozy yakin, perkembangan teknologi internet yang kian canggih dan arus deras investasi asing mengkondisikan para pemain alat di Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan standarisasi internasional. Ia mencontohkan beberapa perusahaan multinasional yang menjadi customer Trakindo, yang menuntut standarisasi tinggi pada alat-alat berat yang dioperasikan di site mereka. Ini alasan lain mengapa Trakindo mengembangkan Cat EMSolutions.
“Saya bisa mengklaim bahwa PT Trakindo Utama adalah salah satu distributor Caterpillar yang siap dan mampu menerima teknologi ini secara penuh dari Caterpillar. Dan Trakindo memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk menyediakan dan menawarkan solusi-solusi ini kepada para customer di Indonesia,” tandasnya meyakinkan. @



















