
Di tengah gejolak pasar peralatan berat / konstruksi global, JCB mencatat perolehan pendapatan yang cukup menggembirakan sebesar £214 juta sepanjang 2015.
“Performa perdagangan JCB selama 2015 cukup menggembirakan di tengah kondisi pasar-pasar yang masih lesu di berbagai belahan dunia, khususnya dalam perekonomian Brasil, Rusia dan Cina. Pasar global masih mengalami ketidakpastian dan rapuh sepanjang tahun ini,” kata CEO JCB, Graeme Macdonald dalam rilis yang diterima Majalah Equipment beberapa waktu lalu.
Dilaporkan, kondisi pasar di banyak negara berkembang di berbagai belahan dunia sedang sulit dan pertumbuhannya lebih lamban dari yang diharapkan di pasar-pasar Amerika Utara dan Eropa.
Secara keseluruhan, pasar global untuk peralatan konstruksi turun 14% selama tahun 2015. Kondisi pasar pada paruh pertama 2016 masih tetap rapuh dengan kekecualian di India di mana sudah terjadi pemulihan pertumbuhan setelah selama empat tahun berturut-turut mengalami kontraksi pasar.
Perolehan pendapatan sepanjang tahun 2015 – yang dihitung sebelum bunga, pajak dan depresiasi – mencapai £214 juta (2014: £294 juta) sebelum biaya-biaya restrukturisasi yang dilakukan satu kali sebesar £10 juta (2014: £11 juta). Omset penjualan sebesar £2.34 miliar dibandingkan £2.51 miliar dari tahun sebelumnya, dan jumlah keseluruhan mesin yang terjual selama 2015 sebanyak 59.844 (2014: 64.028).
JCB Chairman, Lord Bamford, mengatakan, “Meski kondisi banyak pasar di berbagai belahan dunia sulit, kami tetap positif melihat masa depan. Peluncuran produk terbaru JCB terbukti sangat berhasil, terutama kehadiran JCB Hydradig baru yang revolusioner, yang didisain dan dibuat secara khusus untuk digunakan di lingkungan-lingkungan perkotaan yang penduduknya padat dan ramai sekali.”
JCB sudah mulai memproduksi Hydradig yang baru pasca debut internasionalnya pada pameran dagang bauma di Munich, April 2016. Mesin-mesin 10 ton ini diproduksi pada pabrik JCB Heavy Products di Uttoxeter, Staffordshire, Inggris. Sekitar 85 orang sudah direkrut untuk proses produksi itu, terdiri dari para engineer, tukang las dan para pekerja bidang assembly line. Kehadiran Hydradag diklaim sebagai revolusi produk ketiga yang sudah dilakukan pabrikan asal Inggris ini di pasar dalam enam bulan terakhir.
JCB merupakan pabrikan peralatan konstruksi terbesar ketiga dunia. Perusahaan ini memiliki lebih dari 12.500 karyawan dan 22 pabrik di berbagai belahan dunia, terdiri dari 11 di UK dan yang lainnya di India, Cina, Brasil dan Amerika Utara. Perusahaan ini membuat lebih dari 300 mesin yang berbeda yang meliputi mesin-mesin backhoe loader, tracked dan wheeled excavator, mini dan midi excavator, Loadall telescopic handler, wheeled loading shovel dan compaction equipment. (www.jcb-singapore.sg)


















