Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Iklan Multi
Iklan Multi
Example 728x250
BusinessTop NewsTruck

GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka Sekjen Kementerian Perindustrian

131
×

GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka Sekjen Kementerian Perindustrian

Share this article
Sekjen Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto (kedua dari kiri) berfoto bersama Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika (kedua dari kanan) saat meresmikan GIICOMVEC 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 8 April 2026. (Equipment Indonesia)
Example 468x60

Jakarta, Equipment Indonesia – Pameran GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC 2026) resmi dibuka pada Rabu 8 April 2026 oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.

Eko SA Cahyanto mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang berhalangan hadir pada GIICOMVEC edisi kali ini. Dia membacakan sambutan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

ALTRAK

Pada peresmian GIICOMVEC 2026 ini, Eko SA Cahyanto didampingi oleh Ketua Umum GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Putu Juli Ardika. Didampingi beberapa pejabat lain, mereka menekan tombol sebagai tanda pameran ini resmi dimulai dan berlangsung hingga 11 April 2026.

Dalam sambutannya, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagaimana dibacakan Eko SA Cahyanto menyebutkan, industri pengolahan adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dan, pertumbuhannya memberi sumbangan yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam tiga tahun terakhir, industri pengolahan mengalami pertumbuhan yang stabil. Pada 2023, misalnya, pertumbuhannya sebesar 4,64% dan hanya turun sedikit menjadi 4,43% pada 2024.

Namun pada 2025, pertumbuhannya naik signifikan hingga mencapai 5,3% atau berada di atas pertumbuhan perekonomian nasional yang tercatat 5,11%. “Bahkan ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 14 tahun terakhir (sejak 2011),” kata Eko SA Cahyanto membaca sambutan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB Nasional secara tahunan juga tercacat signifikan. Pada 2022, industri pengolahan menyumbang 18,34% terhadap PDB Nasional dan naik tipis menjadi 18,67 pada 2023.

Pada 2024, sumbangan industri pengolahan pada PDB Nasional juga naik tipis menjadi 18,98%. Sementara pada 2025, sumbangan industri pengolahan pada PDB Nasional tercatat sebesar 19,07% atau setara Rp 4.542,52 triliun.

Selain industri pengolahan, industri jasa reparasi dan Perdagangan kendaraan yang terdiri dari jaringan distribusi dan jasa industri reparasi dan perdagangan kendaraan bermotor juga memberi kontribusi terhadap PDB Nasional. Meskipun angkanya tidak sebesar industri pengolahan.

Baca Juga :  Trakindo Resmikan Trakindo Marine Tanjung Priok

Industri jasa reparasi dan perdagangan kendaraan berkontribusi 2,02% terhadap PDB Nasional atau tumbuh 0,04%. Namun begitu, industri transportasi dan pergudangan memberi sumbangan sangat signifikan yaitu 8,87% pertumbuhan akseleratif atau tumbuh 8,98%.

Karena itu Agus Gimiwang Kartasasmita – sebagaimana disampaikan Eko SA Cahyanto – berharap industri ini terus berkontribusi secara signifikan pada perekonomian nasional pada 2026 ini. Dan, GIICOMVEC 2026 menjadi salah satu dari upaya dari sektor ini untuk memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

Senada dengan itu Putu Juli Ardika menjelaskan, tren pertumbuhan pereknomian nasional yang terus terjaga dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari terus bertumbuhnya industri kendaraan bermotor Tanah Air.

Putu Juli Ardika yakin, meski situasi saat tidak mudah, pertumbuhan ekonomi tahun ini juga tetap stabil karena angka ekspor kendaraan komersial Indonesia juga tetap tinggi.

Dia menyebut, secara angka, jumlah kendaraan yang diekspor pada 2025 tercatat 518.212 unit atau naik 9,75%. Dari jumlah ini, kendaraan komersial menyumbang angka yang signifikan yaitu mencapai lebih dari 22.000 unit.

Dia optimistis angka itu terus terjaga sepanjang tahun ini karena kapasitas produksi di dalam negeri masih cukup besar.

Terkait itu, dan tentang GIICOMVEC 2026, Putu Juli Ardika mengungkapkan, pihaknya mentargetkan pameran ini akan dikunjungi oleh lebih dari 11.000 pengunjung, terutama para calon pembeli dari berbagai bidang usaha. Sebab pameran ini memang dirancang untuk mempertemukan antara produsen kendaraan komersial dengan para konsumen. [EI]

Iklan Berca