Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Business

MANDIRI HERINDO ADIPERKASA BIDIK DANA IPO RP533,25 MILIAR

175
×

MANDIRI HERINDO ADIPERKASA BIDIK DANA IPO RP533,25 MILIAR

Share this article
Example 468x60

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (Mandiri Services) berencana melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 4.166.000.000 saham baru pada 18-21 Juli 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen Mandiri Services, dalam prospektus awal, dikutip Jumat (07/7/2023), mengatakan, jumlah saham perseroan yang ditawarkan mewakili 25% dari modal ditempatkan dan disetor Mandiri Services setelah IPO saham.

Harga perdana ditawarkan antara Rp118-128 per saham. Dari IPO saham, calon emiten di bidang jasa penunjang pertambangan ini akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp491,59 miliar sampai dengan Rp533,25 miliar.

ALTRAK

Dana hasil IPO ini akan digunakan sebesar 60% untuk pembelian truk-truk baru. Sisanya sebesar 40% untuk pembelian sebanyak 50 unit dolly (trailer) dan 100 unit vessel guna meningkatkan kapasitas produksi dan peremajaan unit.

Pembelian unit dolly dan vessel akan ditentukan kemudian, menyesuaikan kebutuhan perseroan. Rencana pembeliannya akan direalisasikan dalam kurun waktu Agustus 2023 sampai dengan Desember 2023, kemudian sisanya secara bertahap pada tahun 2024.

Saham Mandiri Services bernominal Rp60 per lembar saham baru ini akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di BEI pada tanggal 25 Juli 2023. Diharapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menerbitkan pernyataan efektif untuk IPO saham perseroan pada tanggal 14 Juli 2023.

Perusahaan yang didirikan pada tanggal 25 Januari 1994 ini melakukan aktivitas jasa pengangkutan batu bara di beberapa provinsi, yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Seluruh pendapatan perseroan berasal dari jasa pengangkutan batu bara dan pendapatan sewa kepada para pelanggan lokal.

Pada 31 Desember 2022, pendapatan perseroan mencapai Rp1,642 triliun. Kontrak-kontrak jasa pengangkutan batu bara perseroan ditagih dan dibayar dalam Rupiah. Seperti perusahaan jasa pertambangan lainnya, pendapatan perseroan dipengaruhi oleh fluktuasi harga batu bara global dan permintaan batu bara.

Dari segi biaya, beban pokok pendapatan merupakan biaya utama perseroan. Guna menjaga profitabilitas dan kesehatan marjin operasi, perseroan secara berkesinambungan mengevaluasi berbagai cara untuk mencapai tingkat skala ekonomis dan meraih efisiensi operasional.

Perseroan berkeyakinan telah mencapai daya saing biaya dan efisiensi operasional. Daya saing ini diterapkan melalui manajemen dan logistik serta divisi pemasaran yang terpadu. Pada masa mendatang perseroan akan terus mendapatkan manfaat efisiensi melalui integrasi.

Sebagai perusahaan di bidang jasa aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, perseroan melakukan kegiatan usaha mencakup jasa penunjang atas dasar balas jasa atau kontrak yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan. Usaha ini meliputi pertambangan batu bara dan lignit, pertambangan bijih logam, serta pertambangan dan penggalian lainnya, seperti jasa eksplorasi, misalnya dengan cara tradisional yaitu mengambil contoh bijih dan membuat observasi geologi, jasa pemompaan dan penyaluran hasil tambang dan jasa percobaan penggalian dan pengeboran ladang dan sumur tambang.

Untuk mencapai maksud dan tujuan guna menunjang kegiatan usaha utama tersebut di atas, perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang melalui beberapa tahapan.

Baca Juga :  Uji Coba Mesin-mesin Forestry Komatsu di Jepang

Pertama, perseroan menjalankan usaha reparasi mesin untuk keperluan khusus. Usaha ini mencakup reparasi dan perawatan mesin untuk keperluan khusus yang tercakup dalam industri mesin demi keperluan khusus, seperti reparasi dan perawatan traktor pertanian, mesin pertanian, mesin kehutanan dan penebangan, perkakas mesin pemotong logam dan pembentuk logam serta aksesorisnya, perkakas mesin lainnya, mesin metalurgi, mesin pertambangan dan penggalian termasuk mesin pada ladang minyak dan gas, mesin konstruksi, mesin pengolahan makanan dan minuman, mesin pengolahan tembakau, mesin tekstil, mesin pembuatan pakaian dan pakaian dari kulit, mesin pembuatan kertas dan mesin keperluan khusus lainnya.

Kedua, perseroan menjalankan usaha instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industri. Usaha ini mencakup instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industri, seperti instalasi/pemasangan mesin industri dalam pabrik, peralatan kendali/kontrol proses industri dan peralatan industri lainnya (peralatan komunikasi, mainframe dan komputer sejenis, peralatan iradiasi, peralatan gas medis dan elektromedis dan lain-lain), pembongkaran mesin dan peralatan berskala besar, kegiatan millwright, machine rigging dan integrasi/perakitan mesin seperti jasa perakitan peralatan arena bowling.

Ketiga, perseroan menjalankan usaha penyewaan alat konstruksi dengan operator. Usaha ini mencakup usaha penyewaan alat atau mesin konstruksi dan perlengkapannya dengan operator. Termasuk penyewaan alat produksi dan operasional minyak, gas, petrokimia, panas bumi, komunikasi seperti SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), dan penyewaan derek.

Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang dapat meningkatkan daya saing dan nilai jual dalam menjalankan usaha-usahanya. Pertama, hubungan kerja sama jangka panjang dengan para pelanggan. Perseroan memiliki hubungan kerja sama yang relatif panjang dengan beberapa pelanggan dengan usia kerja sama yang lebih dari 20 tahun. Misalnya, kerja sama perseroan dengan PT Kideco Jaya Agung dari tahun 1999 dan PT Pamapersada Nusantara dari tahun 2001. Hal ini membuktikan bahwa perseroan berhasil secara performa dengan selalu mencapai target yang ditentukan serta memenuhi standar yang menjadi kebutuhan dari setiap pelanggan.

Kedua, komitmen ketercapaian produksi batu bara. Perseroan selalu berupaya dalam mencapai target produksi yang ditetapkan oleh pelanggan. Hal ini dapat dibuktikan melalui persentase ketercapaian target sebesar 102,20% pada tahun 2020, 101,57% pada tahun 2021 dan 101,83% pada tahun 2022.

Ketiga, kekuatan dalam manajemen sumber daya. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perseroan, seperti peralatan, perlengkapan, manusia, infrastruktur dan fasilitas yang tepat menentukan laju perseroan dalam berkembang. Perseroan telah melaksanakan beberapa strategi pemeliharaan, pengembangan dan pemantauan kinerja sumber daya. Dalam pemeliharaan aset atau peralatan, perseroan telah dilengkapi sumber daya manusia yang handal dan berkompetensi dalam menyusun strategi pemeliharaan, serta pengembangan aset berdasarkan kebutuhan operasional. Kemudian, perseroan telah melaksanakan pelatihan sumber daya manusia dalam pemenuhan standar kompetensi pemeliharaan alat yang dibentuk pada tahun 2017 dan telah menghasilkan 11 angkatan berjumlah lebih dari 200 mekanik baru. Program ini membantu perseroan sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan karyawan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga :  Sembilan Puluh Tahun Inovasi Kobelco

Keempat, kantor di Balikpapan sebagai sentral dukungan distribusi suku cadang dan rekondisi komponen. Perseroan memiliki lokasi kantor cabang di Balikpapan yang berfungsi sebagai sentral distribusi suku cadang serta rekondisi komponen. Sebagian besar proyek beroperasi di wilayah Kalimantan Timur menjadi salah satu alasan kota Balikpapan merupakan tempat yang strategis sebagai sentral dukungan secara terpadu untuk lokasi proyek. Pada tahun 2019, perseroan secara resmi telah membentuk suatu divisi khusus dengan nama MRC yang merupakan kepanjangan dari MHA Recondition Center dengan tujuan melakukan rekonsisi komponen, seperti engine, transmisi dan differential untuk mendukung pemeliharaan aset berupa truk. Sehingga, dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan peralatan seluruh lokasi kerja, perseroan memiliki opsi untuk melakukan rekondisi komponen melalui proses internal.

Sebagai perusahaan jasa pengangkutan batu bara, perseroan mampu bersaing dengan perusahaan jasa pengangkutan batu bara sekelasnya, di antaranya PT Saptaindra Sejati (Adaro Group). Beberapa langkah yang dilakukan perseroan dalam meningkatkan daya saing antara lain dengan melakukan pemeriksaan dan perbaikan unit secara berkala supaya unit dapat beroperasi dengan produktif, serta menambah armada guna memperluas kerja sama dengan pemilik tambang batu bara untuk melakukan jasa pengangkutan batu bara.

Perseroan melakukan sejumlah strategi usaha supaya tetap bersaing dan eksis. Di antaranya, menambah pelanggan baru. Perseroan akan menambah pelanggan-pelanggan baru dengan tetap memprioritaskan pelanggan yang sudah ada untuk menjaga kepuasan pelanggan. Perseroan memperluas usaha ke bidang jasa pengangkutan pertambangan lainnya. Perseroan akan memperluas usaha jasa pengangkutan ke komoditas pertambangan lainnya seperti nikel dan mineral lainnya.

Perseroan menjaga Physical Availbility (PA) unit. Artinya, perseroan selalu melakukan perbaikan unit terpadu dan berkesinambungan secara berkala untuk menjaga ketersediaan unit (Physical Availability). Hal ini dilakukan dengan mengedepankan pemeliharaan preventif (preventive maintenance).Tujuannya untuk mengurangi kerusakan dan mengefisienkan biaya perbaikan.

Selain itu, perseroan mengutamakan keselamatan (safety first). Perseroan selalu melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko berkelanjutan serta memastikan penerapan semua prosedur keselamatan dalam semua kegiatan operasionalnya.

Perseroan melakukan improvement unit dengan kapasitas muatan yang lebih besar. Perseroan telah melakukan improvement kapasitas unit dengan cara menambah hungry board dan penta axle agar dapat memaksimalkan kapasitas produksi.

Perseroan melakukan kerjasama konsinyasi dengan vendor. Di sini perseroan mendorong semua transaksi pembelian part kepada program konsinyasi vendor agar dapat menjaga kesehatan level part inventory dan mengurangi cost of money perseroan untuk kebutuhan operasional.

Tidak itu saja. Perseroan menyediakan Refurbishment Center Mandiri Refurbishment Cente(MRC). Perseroan mempunyai divisi MRC untuk melakukan perbaikan mandiri Overhaul EngineTransmisi-Differential untuk meningkatkan efisiensi biaya perbaikan unit.

Baca Juga :  Perkuat Armada Rental, Superkrane Investasi Mobile Crane Liebherr LTM 1230-5.1

Perseroan juga memiliki divisi training and development. Untuk menjaga ketersediaan tenaga kerja yang berkompeten, perseroan fokus kepada pengembangan sumber daya manusia melalui program training dan development dengan mendidik tenaga kerja dan calon tenaga kerja potensial.

Saat ini, perseroan menyediakan jasa pengangkutan batu bara, sehingga pertumbuhan usaha perseroan akan sejalan dengan pertumbuhan produksi batu bara di Indonesia, khususnya di Kalimantan yang merupakan basis utama wilayah operasional perseroan.

Sejak tahun 2016, produksi batu bara di Indonesia terus mengalami kenaikan, kecuali di tahun 2020. Pada tahun 2022 produksi batu bara Indonesia lebih tinggi 30 juta ton dari target produksi pemerintah sebanyak 663 juta ton. Di tahun 2023, pemerintah masih memiliki peluang untuk mencapai 700 juta ton dengan melihat realisasi target produksi di tahun 2022. Target produksi batu bara Indonesia cukup stabil dan masih memiliki potensi pertumbuhan. Hal ini akan berdampak positif pada industri pengangkutan batu bara hingga tahun 2030.

Selain jasa pengangkutan batu bara, salah satu prospek usaha perseroan dari jasa pengangkutan adalah dengan memberikan jasa pengangkutan hasil tambang lain. Salah satu prospek usaha perseroan yang lain adalah kenaikan produksi nikel sebagai hasil dari peningkatan penjualan kendaraan listrik yang membutuhkan nikel sebagai bahan baku baterai. Penjualan kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga permintaan nikel akan mengikuti perkembangan ini.

Indonesia yang memiliki 20% cadangan nikel dunia diuntungkan dengan kenaikan permintaan kendaraan listrik. Pada tahun 2022, Indonesia diperkirakan memproduksi sekitar 1,6 juta metrik ton nikel dan pada tahun-tahun mendatang, produksi diperkirakan masih akan tinggi untuk dapat mencukupi kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik. Pengangkutan hasil tambang nikel saat ini menjadi salah satu alternatif peluang yang dapat dimanfaatkan perseroan.

Perseroan memiliki enam pelanggan tetap yang terus berkomitmen untuk menggunakan jasa pengangkutan batu bara yaitu PT Indonesia Pratama (Bayan Group), PT Kideco Jaya Agung (Indika Group), PT Mandiri Intiperkasa (Mandiri Coal), PT Multi Tambangjaya Utama (Indika Group), PT Pamapersada Nusantara, dan PT Sims Jaya Kaltim. Perseroan juga terus berupaya untuk menambah jumlah pelanggan dengan mencari pelanggan yang dapat dipercaya. Sebagian besar pelanggan perseroan terdapat di Kalimantan Timur.

Dalam tiga tahun terakhir, tiga pelanggan terbesar perseroan menyumbang lebih dari 85% dari total pendapatan yang dihasilkan dari jasa yang telah disediakan oleh perseroan. Perseroan menyadari adanya risiko terhadap kontrak dengan tiga pelanggan ini yang dapat mempengaruhi pendapatan perseroan secara signifikan. Namun, perseroan selalu berhasil memperpanjang kerja sama, bahkan kontrak jangka panjang dengan ketiga pelanggan tersebut. Perseroan secara selektif berusaha untuk membangun kerja sama dengan pelanggan baru yang berpotensi menguntungkan bagi kedua belah pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut di masa yang akan datang.

Iklan Berca