
Perusahaan kontraktor baik di bidang pertambangan maupun konstruksi turut merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Meskipun secara umum perusahaan-perusahaan ini tetap beroperasi dengan berbagai protokol kesehatan, tetapi tidak bisa dihindari pelemahan ekonomi Indonesia selama kuartal pertama 2020 yang hanya tumbuh 2,97% ikut dirasakan dampaknya oleh perusahaan kontraktor.
PT Petrosea Tbk (PTRO) misalnya, pada kuartal pertama 2020 ini pendapatannya turun sebesar 10,06% menjadi US$ 103,57 juta dari US$ US$ 115,15 juta pada kuartal pertama tahun 2019 lalu. Kontribusi terbesar pendapatan Petrosea adalah dari segmen bisnis kontrak pertambangan yang mencapai 58,16%. Pada kuartal pertama 2020 ini, pendapatan dari lini bisnis pertambangan turun 4,86% menjadi US$ 60,24 juta. Padahal pada kuartal pertama 2019 lalu lini bisnis kontrak pertambangan masih tumbuh sebesar 8,04% menjadi US$ 63,32 juta dari US$ 58,61 juta pada kuartal pertama 2018.
Hanifa Indradjaya, Presiden Direktur Petrosea, mengatakan meskipun terus menghadapi berbagai tantangan di pasar batu bara global, total produksi batu bara mencapai 7,63 juta ton, naik 6,27% dibandingkan tahun lalu, sedangkan total pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 27,12 juta BCM, turun 4,99% dibandingkan 28,64 juta BCM pada kuartal pertama tahun 2019.
Tak hanya lini bisnis kontrak pertambangan yang lesu, kontrak rekayasa dan konstruksi juga mengalami kelesuan. Total pendapatan dari segmen ini pada kuartal pertama 2020 sebesar US$ 23,25 juta, turun 30,39% dibandingkan kuartal pertama 2019 lalu yang mencapai US$ 33,4 juta. Pada kuartal pertama 2019, segmen bisnis kontrak rekayasa dan konstruksi ini naik 29,78% dari US$ 25,73 juta pada kuartal pertama 2018.
“Seluruh pencapaian pada kuartal pertama ini merupakan hasil dari implementasi inisiatif strategis perusahaan untuk melakukan transformasi kegiatan operasionalnya melalui digitalisasi serta operational excellence yang terus ditingkatkan di dalam seluruh lini bisnis dan fungsi pendukung,” ujar Hanifa Indradjaya dalam siaran pers, Kamis (14/5).
Kelesuhan juga dirasakan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). Sampai dengan kuartal pertama tahun 2020, PAMA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 8,2 triliun atau turun 14% dibanding tahun lalu. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara dari 30,6 juta ton menjadi 27,9 juta ton, sedangkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun dari 234,3 juta bcm menjadi 212,2 juta bcm.
UNTR juga memiliki unit usaha di bidang jasa konstruksi yang dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). UNTR memiliki 50,1% saham di perusahaan ini. Sampai dengan triwulan pertama tahun 2020, ACSET membukukan pendapatan bersih sebesar Rp475 miliar atau turun 41% dari sebelumnya sebesar Rp802 miliar pada periode yang sama tahun 2019. ACSET juga mencatat rugi bersih sebesar Rp124 miliar, dari sebelumnya mencatat rugi bersih sebesar Rp91 miliar pada periode yang sama di tahun 2019. Hal ini dikarenakan bertambahnya biaya atas keterlambatan proyek berjalan dan peningkatan biaya keuangan akibat mundurnya penerimaan pembayaran proyek contractor pre-financing (CPF).
Beda halnya dengan kontraktor swasta, perusahaan kontraktor plat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) tetap membukukan kinerja keuangan yang bagus pada kuartal pertama 2020. Secara keseluruhan pendapatan ADHI pada kuartal pertama naik 31,71% menjadi Rp 3,07 triliun, dari Rp 2,33 triliun pada kuartal pertama 2019. Pendapatan dari jasa konstruksi yang merupakan bisnis utama ADHI naik 37,08% menajadi Rp 2,49 triliun, dari Rp 1,81 triliun pada kuartal pertama 2019.
Bahkan di tengah pandemi Covid-19, ADHI tetap memperoleh sejumlah kontrak baru. Hingga Maret lalu, jumlah kontrak baru ADHI sebesar Rp 2,5 triliun. “Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Maret 2020 didominasi oleh Pembangunan Jaringan Gas Perumahan di Aceh dan Sumatera Utara (Rp142,1 miliar) dan Pembangunan Simpang Susun di Sragen, Jawa Tengah (Rp129,4 miliar),” ujar Parwanto Noegroho, Sekretais Perusahaan ADHI beberapa waktu lalu.



















